Design Thinking: Tahapan, Manfaat dan Contohnya

April 8, 2024

apa itu design thinking

Design thinking merupakan suatu proses pendekatan yang berfokus dengan pemecahan masalah serta inovasi untuk kepentingan pengguna. Proses ini biasanya dilakukan oleh para UX designer untuk memahami pengguna, mendefinisikan ulang dan menentang asumsi calon konsumen. 

Ada beberapa tahapan yang dilakukan pada proses ini, seperti empathize, define, ideate, prototype dan test. Nah, setelah Anda cukup memahami pengertian design thinking, simak juga selengkapnya mengenai manfaat dan contohnya di bawah ini. 

Tahapan Design Thinking

Tahapan-tahapan yang dilakukan untuk melakukan proses pendekatan ini adalah:

1. Empathize 

Tahapan empati harus dibangun dengan pengguna dengan cara menekankan emosi menggunakan perspektif pemikiran si pengguna. Anda boleh mencoba untuk merasakan emosi dari si pengguna dan kemudian memahami dari segi posisi serta perasaan pengguna tersebut. Jika Anda memahami psikologi seseorang, maka lebih mudah dalam mengidentifikasi masalah serta mendapatkan solusi dari permasalahan yang sedang dihadapi. 

Solusi yang ditemukan bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dari si pengguna. Langkah yang bisa Anda lakukan di tahapan ini adalah memperhatikan umpan balik si pengguna produk yang dikembangkan pada produk. Di tahapan ini, Anda bisa menggunakan design thinking framework untuk pemecahan masalah. 

2. Define 

Tujuan melakukan mendefinisikan ulang pada design thinking adalah dapat mendefinisikan masalah dari umpan balik maupun informasi yang sudah didapatkan dari tahapan sebelumnya atau empathize. Anda juga harus memperhatikan psikologi si pengguna. Cobalah menekankan dan tulis permasalahannya di satu maupun 2 kalimat singkat yang berkaitan dengan masalah yang sedang mereka hadapi. 

3. Ideate

Ideate adalah tahapan pengumpulan ide dan kemudian menentukan serta mencari solusi mengenai permasalahan yang ada. Itulah sebabnya, di proses brainstroming dapat melahirkan ide-ide secara inovatif untuk memecahkan permasalahan. 

Di tahapan design thinking ini, Anda perlu menemukan solusi dari sejumlah tools maupun alat, seperti memakai mind mapping sampai brainstroming. Dengan membuat mind mapping, maka perusahaan bisa mengembangkan produknya lebih efektif. 

4. Prototype 

Apabila Anda sudah berhasil melakukan brainstroming, maka akan mempunyai banyak solusi yang bisa digunakan. Langkah berikutnya adalah identifikasikan solusi serta membuatnya dengan bentuk prototipe. 

Membuat prototype artinya Anda menciptakan penambahan bentuk, perubahan akhir maupun fitur baru dari produk yang Anda miliki. Prototipe tersebut termasuk visualisasi dari bentuk melakukan solusi untuk mengatasi masalah yang terjadi. 

5. Test

Di tahapan terakhir, Anda perlu menguji langsung prototipe yang telah berhasil dibuat. Banyak yang beranggapan tahapan ini menjadi langkap pilihan, namun sebenarnya bukan. 

Penting untuk Anda pahami, jika umpan balik dari pengujian produk kerap dijadikan sebagai bahan evaluasi. Hal ini termasuk proses yang tepat untuk menjawab pertanyaan apa perusahaan memperoleh dampak positif ataupun sebaliknya? Oleh sebab itu, perlu menentukan apakah ide yang sudah dihasilkan efektif atau sebaliknya. 

Nah, seperti itulah beberapa langkah melakukan metode design thinking yang perlu Anda pelajari. 

Manfaat Design Thinking Bagi Perusahaan 

Dengan mengaplikasikan proses pendekatan atau uji coba seperti untuk perusahaan bisa memberikan banyak manfaatnya, seperti:

1. Berfokus pada Solusi 

Kebanyakan perusahaan menghargai pengalaman pelanggan merek. Dengan begitu, melalukan proses pendekatan ini bisa berfokus dengan pengalaman karyawan dengan cara memberikan mereka solusi berdasarkan dengan keadaan yang sedang dihadapi. Konsep ini juga sejalan dengan expreriental learning yang dibuat oleh David Kolb. 

2. Menjadi Jembatan untuk Tujuan dan Pengembangan Kapasitas Karyawan 

Membahasa tentang tujuan bisnis, tentu saja berhubungan dengan mendapatkan keuntungan atau disebut dengan Return of Investment. Hal ini terkadang bertentangan dengan tujuan pada pengembangan kapasitas karyawan. Terlebih lagi jika pada proses pelatihan tentu saja membutuhkan biaya tersendiri. 

Dengan adanya design thinking, maka bermanfaat untuk proses penghematan pengeluaran bagi perusahaan. Selain bisa menghemat, namun juga bisa meningkatkan Return of Investmet (ROI) perusahaan. 

3. Menciptakan Ide-ide dan Solusi Inovatif 

Adanya proses pendekatan ini, maka akan melahirkan ide-ide yang inovatif. Perusahaan bisa menciptakan sejumlah inovasi yang baik untuk menguntungkan dengan cara seperti ini. 

Ide maupun inovasi tersebut mahal nilainya sebab dapat membantu perusahaan tersebut berkembang. Ide-ide inovatif tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas karyawan, jadi masalah yang terjadi pada bisnis bisa di atasi dengan tepat. 

4. Menciptakan Hubungan Lebih Erat dengan Pelanggan 

Design thinking juga bisa menyediakan teknologi pembelajaran masih berkaitan dengan keseharian para pelanggan. Pada organisasi, pelanggan ini adalah karyawan.

Pelatihan yang dilakukan dengan mengedepankan proses pendekatan seperti ini bisa menghasilkan pengembangkan kapasitas yang sesuai dengan masalah di keseharian. Fokus dengan pelatihan yang berfokus pada karyawan bisa menumbuhkan loyalitas karyawan di dalam perusahaan. 

5. Efisien dan Bisa Diterapkan Sejumlah Bidang 

Pendekatan yang tepat dari design thinking process tersebut dapat diterapkan di sejumlah bidang perusahaan. Terlebih lagi proses pendekatan ini juga menekankan di sisi pelanggan maupun pengguna. Perusahaan produk atau jasa akan membutuhkan masukan maupun umpan balik yang cukup membangun dari pelanggan untuk meningkatkan produk maupun jasanya. 

Elemen-elemen Design Thinking

Ada beberapa elemen di dalam proses pendekatan ini yang harus diperhatikan, seperti:

1. Iterative 

Proses dalam pendekatan ini sifatnya iteratif, yaitu memungkinkan terjadi pengulangan. Proses pendekatan tersebut akan diulang secara terus menerus sampai mendapatkan solusi yang tepat untuk menjawab permasalahan pada pengguna. 

Itulah sebab itu, proses yang dilakukan bukanlah termasuk proses yang mudah. Apabila sudah menghasilkan prototipe dan diuji pada pengguna, tidak akan menutup kemungkinan bagi perancang untuk kembali di tahapan yang pertama dan kemudian membuat prototipe ulang. 

2. People Centered 

Proses ini umumnya akan berfokus dengan manusia serta masalah yang dihadapinya. Proses tersebut dilakukan untuk menyediakan solusi yang tepat pada masalah yang terjadi pada pengguna. Itulah sebabnya, empati adalah salah satu kunci utamanya. Perancang tidak boleh membuat proses sembarangan tanpa memiliki masalah yang diselesaikan. 

3. Hands On 

Proses pendekatan ini perlu menghasilkan prototipe terlebih dahulu sebelum produknya dihasilkan. Prototipe jadi sarana untuk mendapatkan umpan balik dari pengguna dan produk yang dihasilkan bisa dipastikan benar-benar sudah menjawab kebutuhan pengguna. 

4. Highly Creative 

Proses pendekatan ini juga membutuhkan kreativitas yang tinggi untuk merancang solusi secara inovatif. Oleh sebab itu, perancang perlu memposisikan dirinya dari sudut si pengguna serta mencari solusi baru yang lebih kreatif. 

Begitulah beberapa elemen penting yang harus Anda perhatikan saat melakukan proses pendekatan tersebut. 

Contoh Design Thinking

Contoh penerapannya yang paling banyak ditemukan adalah di bidang teknologi. Contohnya saat membuat aplikasi baru, tentu perancang tidak boleh sembarangan membuat aplikasi tanpa latar belakang secara jelas. Mereka harus berempati kepada calon pengguna dan memahami apa kebutuhan mereka. 

Jika sudah melakukan hal tersebut, maka tinggal menyusun aplikasi untuk jawaban dari permasalahan yang terjadi. Proses pendekatan ini akan mengedepankan manusia serta kebutuhannya. Ada banyak aplikasi yang dicancang sesuai dengan prinsip pendekatan tersebut, seperti aplikasi konsultasi online, aplikasi belanja online, aplikasi transportasi online dan yang lainnya. 

Jadi, seperti itulah penjelasan lengkap mengenai design thinking, tahapan, manfaat, elemen-elemen penting yang mendukung dan contoh penerapannya. Bagi Anda yang ingin jago digital bisa mengikuti kursus melalui ITBOX. 

Share Artikel
Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping

Level

Course Level

Category

Skill