Belakangan ini, fenomena deepfake ramai diperbincangkan. AI kini bisa “memalsukan” wajah atau suara seseorang dengan sangat realistis, sehingga siapa saja bisa tertipu atau nama baiknya dirusak.
Artikel ini akan membahas apa itu deepfake, bahaya deepfake, contoh penipuan, dan langkah-langkah praktis untuk mengatasinya, khusus untuk pemula.
Apa Itu Deepfake?
Deepfake adalah teknologi yang memanfaatkan AI untuk membuat konten audio, video, atau gambar yang terlihat nyata, tetapi scam atau palsu.
Dengan deepfake, wajah atau suara seseorang bisa “dipindahkan” ke video lain, bahkan membuat orang tersebut seolah melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak pernah terjadi.
Daftar Isi Artikel
TogglePerbedaan Deepfake, Edit Biasa, dan AI Filter
- Edit biasa: Ibarat kamu mengedit foto dengan aplikasi, hasilnya masih bisa ketahuan atau seperti “tempelan”.
- AI filter: Seperti filter Instagram atau TikTok, hanya efek lucu atau estetik, tidak menipu identitas.
- Deepfake AI: Ini seperti “topeng digital” yang menempel sempurna di wajah orang lain. Hasilnya realistis banget, sampai sulit dibedakan dengan video asli.
Kenapa Deepfake Berbahaya?
Deepfake bisa merusak reputasi, menipu secara finansial, dan menimbulkan trauma psikologis.
Karena terlihat nyata, orang cenderung percaya konten palsu tersebut. Tanpa proteksi yang tepat, baik individu maupun perusahaan bisa jadi korban penipuan digital.
Contoh Penipuan Deepfake yang Sering Terjadi

Ada beberapa kejadian penipuan menggunakan teknik deepfake, contohnya adalah seperti ini:
1. Voice Call “Atas Nama Keluarga/Bos” Minta Transfer
Penipu bisa meniru suara bos atau anggota keluarga untuk meminta transfer uang. Jangan sampai kamu tergoda, selalu cek jalur komunikasi kedua sebelum mengirim uang.
2. Video Call Palsu untuk Verifikasi/Pekerjaan
Ada kasus di mana deepfake digunakan untuk video call palsu saat proses verifikasi pekerjaan atau wawancara, sehingga korban percaya dan membocorkan data sensitif.
3. Manipulasi Foto Jadi Konten Asusila (Non-Konsensual)
Kasus GROK dari X baru-baru ini menunjukkan bagaimana foto seseorang dimanipulasi menjadi konten asusila tanpa izin. Konten ini bisa viral dan menghancurkan reputasi korban dalam sekejap.
KUHP Nasional Berlaku: Deepfake Asusila Bisa Berujung Pidana
Di Indonesia, penyebaran deepfake asusila termasuk tindak pidana. Pasal 27 ayat (1) UU ITE menegaskan bahwa setiap orang dilarang mendistribusikan atau membuat konten yang melanggar kesusilaan.
Korban berhak melaporkan kasus ini, sementara pelaku dapat dijerat dengan pasal terkait penghinaan, penyebaran konten pornografi, maupun pencemaran nama baik
Cara Mengatasi Deepfake
Di serba AI ini, kamu perlu melindungi diri dari risikonya, caranya adalah sebagai berikut:
1. Proteksi Akun
Gunakan MFA (Multi-Factor Authentication), kata sandi kuat, dan recovery email/nomor aman. Cara ini mencegah akunmu diakses orang tak bertanggung jawab.
2. 2-Channel Verification
Saat diminta uang atau data penting, selalu cek lewat jalur kedua, misalnya telepon langsung atau pesan resmi. Jangan tergesa.
3. Batasi Jejak Digital
Atur privasi media sosial, batasi foto/video sensitif yang bisa digunakan penipu, dan hindari unggah konten yang bisa dimanipulasi.
4. Tanda Red Flag Saat Terima Voice/Video Mencurigakan
Hati-hati jika mendapatkan pesan berupa voice atau video meminta sesuatu urgent, rahasia, atau OTP. Ini biasanya ciri penipuan deepfake.
Selain itu cara di atas, kamu bisa baca panduan cek link phishing untuk melindungi diri agar tidak tertipu penipuan lain
Kalau Kamu Jadi Korban Deepfake, Kamu Harus Apa?
Jika kamu menjadi korban deepfake, lakukan langkah berikut untuk mempermudah proses hukum dan membersihkan nama baik
1. Simpan Bukti, Laporkan Platform, Beri Klarifikasi Aman
Ambil screenshot, rekaman, atau link konten palsu. Laporkan ke platform terkait dan berikan klarifikasi di saluran resmi.
2. Amankan Akun dan Beri Tahu Kontak Terdekat
Segera ganti kata sandi, aktifkan MFA, dan beri tahu keluarga atau teman agar penipuan tidak lanjut.
Belajar Proteksi Diri Bareng ITBOX
Melindungi diri dari deepfake bukan hanya soal mengamankan akun, tapi juga meningkatkan kesadaran dan keterampilan digital secara menyeluruh.
Di ITBOX, kamu bisa belajar lewat Kursus Cyber Protection untuk memahami fundamental keamanan digital, sekaligus Kursus Cyber Security yang membahas perilaku hacker dan teknik pertahanan secara mendalam.
Semua materi dirancang khusus untuk pemula, sehingga kamu bisa belajar langkah-langkah praktis melindungi diri di dunia digital dengan percaya diri.
FAQ Seputar Deepfake AI
1. Apa itu deepfake dan kenapa disebut deepfake AI?
Deepfake adalah konten audio/video/gambar palsu yang dibuat pakai AI. Disebut deepfake AI karena memakai deep learning untuk meniru wajah dan suara manusia.
2. Bagaimana cara mengatasi deepfake agar tidak jadi korban penipuan?
Gunakan proteksi akun, cek jalur komunikasi kedua, batasi jejak digital, dan kenali tanda red flag saat menerima voice/video mencurigakan.
3. Apa yang harus dilakukan kalau foto kita dijadikan deepfake?
Segera simpan bukti, laporkan platform, beri klarifikasi resmi, dan amankan akun.


