Kalau kamu baru dengar istilah Capture The Flag (CTF), jangan khawatir. Coach akan jelasin dengan bahasa gampang dimengerti.
Singkatnya, CTF adalah kompetisi keamanan siber di mana peserta menyelesaikan tantangan untuk “menangkap bendera” alias menyelesaikan misi tertentu.
Di artikel ini, kamu akan belajar pengertian capture the flag dan bagaimana menjadikannya portofolio yang bisa menunjang karier di cyber security.
Daftar Isi Artikel
ToggleApa Itu Capture The Flag (CTF)?
Capture The Flag (CTF) adalah metode latihan dan kompetisi di dunia cyber security.
Biasanya berbentuk tantangan digital di mana peserta harus menemukan “flag” berupa string tertentu yang tersembunyi di sistem, file, atau program. Flag ini jadi bukti bahwa tantangan berhasil diselesaikan.
CTF tidak hanya seru, tapi juga aman, karena kamu bisa belajar hacking tanpa merusak sistem nyata. Cocok banget buat pemula yang ingin melatih skill cyber security dengan legal.
Kenapa CTF Penting di Dunia Cyber Security?

CTF bukan cuma sekadar permainan, tapi juga alat belajar profesional. Banyak perusahaan memandang pengalaman CTF sebagai indikator kemampuan teknis, logika, dan problem solving peserta.
1. Latihan aman tanpa menyerang sistem nyata
Dengan CTF, kamu bisa belajar hacking dan keamanan digital tanpa harus khawatir melanggar hukum. Semua tantangan disiapkan dalam lingkungan simulasi yang aman.
2. Mengasah logika, riset, dan problem solving
Setiap soal CTF menuntut kemampuan logika, analisis, dan riset. Misalnya menemukan bug di program atau memecahkan cipher. Ini bikin otak kamu makin tajam.
3. Portofolio untuk SOC, pentest, dan security roles
Hasil CTF bisa dijadikan portofolio nyata. Saat melamar di posisi SOC Analyst, Penetration Tester, atau Security Engineer. Pengalaman menyelesaikan CTF bisa jadi nilai plus, sekaligus membiasakan kamu melakukan praktik hacking yang aman dari script kiddie.
Jenis-Jenis Capture The Flag Competition
Ada beberapa model CTF yang sering dipakai di kompetisi. Dengan mengetahui jenis-jenisnya, kamu bisa memilih strategi dan persiapan yang tepat sebelum ikut lomba.
1. Jeopardy-style
Model ini menyediakan soal per kategori, web, crypto, forensik, dll. Kamu menyelesaikan soal satu per satu untuk mendapatkan poin.
2. Attack-Defense
Di mode ini, tim tidak hanya menyerang sistem lawan, tapi juga melindungi server sendiri. Kombinasi serangan dan pertahanan membuatnya lebih menantang.
3. King of the Hill
Di sini, peserta harus menguasai target tertentu dan bertahan dari serangan tim lain. Tim yang paling lama mempertahankan kendali menang.
Kategori Soal CTF yang Paling Umum
Setiap CTF punya tantangan yang berbeda, tapi beberapa kategori soal muncul hampir di semua kompetisi. Memahami kategori ini akan mempermudah kamu belajar.
1. Web (mis. SQLi, XSS)
Tantangan web biasanya meminta peserta menemukan celah aplikasi web. Contohnya SQL Injection (SQLi) atau Cross-Site Scripting (XSS). Jangan khawatir, di CTF semuanya aman.
2. Cryptography (cipher, hashing)
Ini soal tentang enkripsi dan dekripsi, memecahkan pesan tersembunyi, atau memahami hash.
3. Forensics
Di kategori ini, kamu menganalisis file digital atau metadata untuk menemukan flag, termasuk memeriksa log atau teknik forensik digital.
4. Reverse Engineering
Belajar membaca perilaku program dan mencari cara agar program memberikan flag.
5. Binary Exploitation
Memahami bug atau kelemahan program untuk memanfaatkan celah keamanan.
6. OSINT (Open Source Intelligence)
Mencari informasi publik yang bisa dijadikan petunjuk untuk menyelesaikan tantangan.
7. Networking
Mempelajari traffic dan protokol dasar jaringan untuk menemukan flag.
Tools Dasar yang Umum Dipakai di CTF
Sebelum ikut CTF, ada baiknya kamu mengenal tools dasar yang sering dipakai. Dengan alat yang tepat, menyelesaikan tantangan jadi lebih mudah.
1. Browser + DevTools
Berguna untuk web, misalnya memeriksa kode atau debug form.
2. Terminal dasar
Navigasi file, gunakan grep, atau menjalankan perintah sederhana.
3. Wireshark
Membantu menganalisis traffic jaringan atau forensik file.
4. CyberChef
Transform data, decode, atau enkripsi dengan mudah.
5. Python
Automasi tugas kecil, misal parsing file atau brute force sederhana.
6. Tools dekompresi/metadata
Seperti zip, exiftool, atau strings untuk memeriksa file dan metadata.
Skill yang Sebaiknya Kamu Kuasai Sebelum Seri CTF
Selain tools, skill pribadi juga penting. Dengan bekal kemampuan dasar, kamu akan lebih siap menghadapi soal CTF.
- Dasar Linux & command line, untuk memahami navigasi folder, file permission, dan perintah dasar sangat penting.
- Dasar networking (IP, port, HTTP), biar gampang membaca traffic dan komunikasi jaringan saat latihan.
- Dasar Python untuk scripting, membuat script kecil untuk mempermudah solving soal.
- Cara menulis catatan (write-up mindset), membiasakan diri menulis langkah penyelesaian untuk referensi pribadi atau portofolio.
Kuasai Skill untuk Ikut CTF hanya di ITBOX
Kalau kamu ingin belajar CTF dari nol sampai mahir, ITBOX menyediakan kelas lengkap untuk meningkatkan skill cyber security kamu.
Di Kursus Pyhton untuk Ethical Hacking, kamu akan mempelajari coding dasar yang diperlukan untuk hacking etis, membangun fondasi pemrograman yang kuat untuk keamanan digital.
Sementara itu, melalui program Kursus Cyber Security, kamu bisa menguasai konsep keamanan siber dari level dasar hingga lanjutan, cocok untuk pemula maupun yang ingin memperdalam pengetahuan.
Dengan latihan yang terstruktur di ITBOX, kamu bisa langsung membangun portofolio CTF yang menarik dan siap menunjang karier di dunia cyber security.


