Kalau melihat berbagai contoh situs web yang bagus dan cantik, biasanya ada dua hal yang selalu menonjol: tampilan yang menarik dan performa yang solid.
Desain yang rapi membuat pengunjung betah, sementara kecepatan dan kemudahan akses memberi pengalaman yang menyenangkan. Sebaliknya, situs dengan tampilan berantakan atau loading lambat bisa langsung membuat pengguna menutup halaman.
Supaya lebih paham seperti apa standar situs web yang ideal, mari bahas beberapa contoh yang bisa dijadikan inspirasi.
Daftar Isi Artikel
TogglePentingnya Memiliki Situs Web yang Menarik
Berikut beberapa alasan mengapa desain web yang menarik begitu penting:
1. Meningkatkan Branding dan Citra Perusahaan
Website adalah etalase digital bisnis. Desain yang selaras dengan identitas merek, mulai dari warna, tipografi, hingga gaya visual, membantu membangun kesan profesional dan kredibel.
Dalam hitungan detik, pengguna dapat menilai apakah perusahaan tampak terpercaya atau tidak hanya dari tampilannya.
2. Mempermudah Interaksi dengan Calon Pelanggan
Struktur navigasi yang jelas dan alur penggunaan yang logis membuat pengunjung mudah menemukan informasi penting seperti produk, harga, atau kontak.
Semakin efisien pengalaman pengguna, semakin besar peluang mereka untuk melakukan aksi seperti mendaftar atau membeli.
3. Meningkatkan Konversi dan Penjualan
Fungsionalitas yang baik berpengaruh langsung pada hasil bisnis. Website yang cepat diakses, mudah digunakan di perangkat apa pun, dan memiliki CTA yang strategis dapat meningkatkan tingkat konversi secara signifikan.
12 Contoh Situs Web Inspiratif
Berikut 12 contoh situs web yang bisa dijadikan referensi dalam menciptakan tampilan dan fungsionalitas ideal:
1. Apple

Dikenal dengan desain minimalis yang menekankan visual produk secara besar dan jelas. Storytelling visualnya kuat, sehingga pengunjung langsung memahami kualitas dan keunggulan produk.
Pendekatan ini sangat cocok untuk perusahaan teknologi atau brand premium yang ingin menonjolkan citra profesional dan eksklusif.
2. Airbnb
Airbnb menghadirkan pengalaman pengguna yang sangat intuitif. Proses pencarian dan pemesanan properti dibuat sederhana, sehingga pengguna bisa booking dengan cepat tanpa kebingungan.
Model desain seperti ini ideal untuk platform marketplace atau layanan berbasis jasa yang mengutamakan kenyamanan pengguna.
3. Nike
Desainnya menggunakan tampilan dinamis yang energik, dipadukan dengan CTA jelas yang langsung mengarahkan pengunjung untuk membeli produk.
Storytelling visual Nike juga menekankan lifestyle dan aspirasi pengguna, cocok untuk brand fashion, olahraga, atau bisnis yang ingin menghubungkan produk dengan pengalaman hidup pelanggan.
4. Spotify

Menonjolkan navigasi yang sederhana dan konten yang dipersonalisasi untuk setiap pengguna. Hal ini meningkatkan engagement dan membuat pengguna betah menjelajahi layanan lebih lama.
Pendekatan ini cocok untuk platform digital atau aplikasi berbasis langganan yang ingin meningkatkan retensi pengguna.
5. Canva
Memprioritaskan pengalaman onboarding interaktif dan antarmuka yang ringan, sehingga pengguna baru cepat memahami cara menggunakan produk.
Desain seperti ini cocok untuk aplikasi kreatif, SaaS, atau layanan digital yang menargetkan pemula atau pengguna non-teknis.
6. Dropbox
Menampilkan desain bersih dan komunikasi visual yang efisien. Pengguna dapat langsung memahami manfaat produk tanpa terganggu oleh elemen yang berlebihan.
Konsep ini ideal untuk software produktivitas, layanan cloud, atau platform B2B yang ingin menekankan kejelasan dan kemudahan penggunaan.
7. Tesla

Desainnya memadukan visual produk besar dengan pengalaman pengguna premium.
Storytelling futuristik dan penekanan pada detail produk menciptakan kesan mewah dan inovatif, sangat cocok untuk brand otomotif, teknologi tinggi, atau produk inovatif yang menyasar pasar premium.
8. Slack
Slack menonjolkan desain modern dengan storytelling berbasis solusi bisnis. Pengguna diajak fokus pada manfaat dan kemudahan penggunaan, bukan hanya fitur. Pendekatan ini tepat untuk software kolaborasi, layanan produktivitas tim, atau platform B2B.
9. Netflix

Netflix menghadirkan pengalaman visual yang kuat, rekomendasi konten yang personal, dan antarmuka yang simpel.
Strategi ini membuat pengguna lebih betah menjelajahi konten, meningkatkan retensi, dan sangat cocok untuk platform hiburan atau layanan streaming.
10. Tokopedia
Menawarkan navigasi e-commerce yang cepat dan ramah pengguna, dengan kategori produk yang jelas.
Desain ini memudahkan pembeli menemukan produk dan melakukan transaksi dengan efisien, ideal untuk marketplace atau toko online dengan skala besar.
11. Gojek
Desain website Gojek memadukan fungsionalitas tinggi dengan desain lokal yang relevan. Pengguna dapat mengakses berbagai layanan sekaligus, dari transportasi hingga pembayaran digital, dalam satu platform.
Model ini cocok untuk super app atau platform multi-layanan yang ingin menghadirkan pengalaman terpadu.
12. Figma

Menekankan desain kolaboratif dengan UX yang memudahkan kerja tim. Antarmuka intuitif memungkinkan kolaborasi real-time dan mempermudah proses desain. Cocok untuk software kreatif, platform SaaS produktivitas, atau layanan yang menargetkan tim profesional.
Komponen yang Harus Ada dalam Situs Web

Agar situs web berfungsi optimal, ada beberapa elemen dasar yang tidak boleh dilewatkan. Komponen-komponen ini berperan penting dalam memastikan pengguna mendapatkan pengalaman yang informatif sekaligus nyaman:
- Header: Menampilkan logo dan menu utama agar identitas brand terlihat jelas sejak awal.
- Menu Navigasi: Membantu pengunjung menjelajahi halaman dengan mudah dan menemukan informasi penting.
- Hero Section: Bagian utama yang menonjolkan pesan inti atau penawaran utama dengan CTA (Call-to-Action) yang jelas.
- Konten: Menyajikan informasi produk, layanan, atau artikel yang relevan dengan kebutuhan audiens.
- Sidebar: Menyediakan akses cepat ke tautan tambahan seperti kategori, artikel terbaru, atau promo.
- Call-to-Action (CTA): Tombol atau tautan yang mengarahkan pengguna untuk melakukan tindakan spesifik, seperti membeli, mendaftar, atau menghubungi.
- Footer: Bagian bawah halaman yang berisi informasi kontak, tautan media sosial, dan link penting lainnya.
Dengan memperhatikan elemen-elemen tersebut, situs web tidak hanya akan terlihat menarik secara visual, tetapi juga mampu mendukung tujuan bisnis dan membangun hubungan jangka panjang dengan pengguna.
Kembangkan Skill Web Development di Kursus ITBOX
Membuat website yang menarik tidak cukup hanya dengan mengandalkan desain. Diperlukan pemahaman menyeluruh tentang struktur, pengalaman pengguna, dan interaktivitas agar hasilnya benar-benar optimal.
Di ITBOX, Anda bisa belajar pengembangan web dari dasar hingga tingkat lanjut melalui kursus Front-End Web Development, Kursus Back-End Web Development, dan Fullstack Web Development Complete Series.


