Content pillar adalah panduan atau halaman yang memuat informasi penting dari strategi sebuah konten. Content pillar juga merupakan sebuah topik utama yang akan dijadikan pondasi untuk strategi konten media sosial secara keseluruhan yang akan digunakan oleh perusahaan atau bisnis.
Ibarat sebuah pilar rumah, content pillar berfungsi untuk menopang keseluruhan strategi konten yang akan dibuat. Content pillar tidak terbatas pada strategi social media marketing saja, tetapi juga bisa digunakan untuk berbagai jenis konten, mulai dari konten media sosial, blog, e-book, podcast, hingga infografis.
Lantas, bagaimana pondasi dalam content pillar ini dapat membantu kita dalam pembuatan konten sesuai kebutuhan? Mari kita simak bersama ulasan lengkapnya di bawah ini!
Daftar Isi Artikel
TogglePengertian Content Pillar
Content Pillar atau pilar konten adalah konsep strategi konten dalam digital marketing yang berfokus pada pembuatan konten utama yang berkualitas dan terstruktur dengan baik. Konten utama tersebut nantinya akan digunakan sebagai landasan atau fondasi untuk pembuatan konten lainnya yang lebih spesifik dan detail.
Content Pillar merupakan konten utama atau inti dari strategi konten dalam digital marketing yang terdiri dari topik atau tema yang luas dan berkualitas tinggi. Konten ini dibuat untuk memberikan dasar atau fondasi bagi pembuatan konten spesifik dan terkait yang lebih detail. Dalam pembuatan pilar konten, perlu dipertimbangkan topik yang relevan dengan bisnis dan target audiens, serta pembagian topik yang terstruktur dengan baik.
Perbedaan Content Pillar dengan Artikel Biasa
Perbedaan utama antara content pillar dengan artikel biasa adalah pada fokus dan strukturnya. Content pillar dibuat dengan tujuan untuk menjadi landasan bagi pembuatan konten lainnya yang lebih spesifik dan terkait. Konten ini memiliki topik yang luas dan mendalam serta struktur yang teratur dan terstruktur dengan baik. Sementara artikel biasa lebih berfokus pada topik yang spesifik dan cenderung tidak terkait dengan topik yang lainnya.
Cara Membuat Content Pillar
Terdapat beberapa langkah yang harus kamu terapkan terlebih dahulu dalam menyusun sebuah content pillar yang baik. Langkah-langkah ini akan sangat berkaitan dengan bagaimana cara kamu menentukan topik, subtopik, hingga kata kunci yang ingin dimasukkan ke dalam konten tersebut. Untuk membuat content pillar, berikut adalah beberapa langkah dan tips yang perlu diperhatikan:
1. Langkah-langkah Membuat Content Pillar
- Tentukan topik atau tema yang relevan dengan bisnis dan target audiens. Tentukan topik atau tema yang relevan dengan bisnis kamu dan sesuai dengan target audiensi yang ingin dicapai. Pastikan topik yang dipilih memiliki potensi untuk menarik minat audiensi dan relevan dengan bisnis yang dijalankan.
- Buat daftar subtopik yang berkaitan dengan topik utama. Setelah menentukan topik utama, buatlah daftar subtopik yang berkaitan dengan topik tersebut. Subtopik yang dibuat harus relevan dengan topik utama dan dapat memberikan nilai tambah bagi audiens.
- Tentukan kata kunci yang berkaitan dengan topik dan subtopik. Tentukan kata kunci yang berkaitan dengan topik dan subtopik yang telah ditentukan. Riset kata kunci dapat dilakukan untuk mengetahui kata kunci yang potensial dan memiliki tingkat pencarian yang tinggi di mesin pencari.
- Buat kerangka konten dengan mengatur urutan subtopik yang terstruktur dan bermanfaat. Setelah menentukan subtopik dan kata kunci, buat kerangka konten dengan mengatur urutan subtopik yang terstruktur dan bermanfaat bagi audiens. Pastikan kerangka konten yang dibuat mudah dipahami dan mengalir dengan baik.
- Buat konten utama yang informatif, berkualitas tinggi, dan terstruktur dengan baik. Buat konten utama yang informatif, berkualitas tinggi, dan terstruktur dengan baik. Pastikan konten yang dibuat sesuai dengan kerangka konten yang telah dibuat sebelumnya dan mengandung kata kunci yang relevan.
- Rilis konten utama tersebut dan gunakan sebagai landasan bagi pembuatan konten lainnya. Rilis konten utama yang telah dibuat dan gunakan sebagai landasan bagi pembuatan konten lainnya. Pastikan konten yang dihasilkan konsisten dengan topik dan subtopik yang telah ditentukan sebelumnya.
2. Tips dalam Membuat Content Pillar
- Riset Kata Kunci (Keyword Research)
Lakukan riset kata kunci terlebih dahulu sebelum membuat content pillar. Langkah ini membantu menemukan topik yang relevan dengan volume pencarian tinggi, sehingga visibilitas konten di mesin pencari bisa maksimal. - Jaga Fokus dan Konsistensi Topik
Pastikan topik yang dipilih memiliki fokus yang jelas dan selaras dengan bisnis yang dijalankan. Hal ini penting untuk membangun kredibilitas (authority) dan kepercayaan audiens terhadap brand kamu. - Gunakan Metode Storytelling
Terapkan teknik storytelling agar konten tidak kaku dan lebih menarik perhatian. Cerita yang bagus dapat membangun koneksi emosional yang kuat antara brand dan audiens. - Struktur Konten yang Rapi
Buatlah konten yang mudah dipahami (user-friendly). Gunakan paragraf pendek, bullet points, dan sub-judul yang jelas agar audiens betah membaca dan mudah menangkap intisari informasi. - Konsisten Posting Konten Berkualitas
Buat jadwal publikasi yang rutin dengan topik yang bermanfaat. Konsistensi adalah kunci untuk meningkatkan loyalitas pembaca dan sinyal positif bagi algoritma SEO. - Verifikasi Keaslian Konten
Terakhir, gunakan tools seperti Check-Plagiarism untuk cek plagiasi secara akurat. Ini wajib dilakukan demi memastikan keaslian karya, melindungi reputasi brand, dan menegakkan standar kualitas SEO.
Jenis Content Pillar
Berikut 4 jenis dari content pillar:
1. Promotional
Promotional content atau konten promosi ditujukan agar followers tertarik membeli produk/layanan perusahaan. Perusahaan harus bisa membuat konten seunik dan sekreatif mungkin untuk menarik perhatian followers. Perusahaan juga dapat menggunakan promotional content untuk menunjukkan kelebihan produk yang ditawarkan dibanding produk lainnya.
Contoh konten promosi di atas adalah milik Samsung, salah satu perusahaan teknologi yang menawarkan berbagai produk gadget. Dalam kontennya, mereka menyebutkan bahwa produk tablet yang memiliki S-Pen cocok digunakan untuk bermain, bekerja, dan belajar. Samsung juga menyebutkan fitur-fitur unggulan yang dimiliki produk tersebut, seperti low latency dan ergonomic design.
2. Entertainment
Audiens suka membaca/mendengar cerita-cerita yang menghibur dan inspiratif. Dengan ini, entertainment content bisa menyajikan berbagai cerita lucu, konten meme, kuis, atau giveaway yang bertujuan supaya brand lebih engage ke followers.
Entertainment content mengharuskan tim media sosial bisa memberikan konten sekreatif mungkin dan tetap menggambarkan identitas brand.
Di atas adalah contoh entertainment content di Instagram Netflix Indonesia. Dalam postingan-nya, Netflix sering mengunggah berbagai meme lucu disertai dengan caption singkat. Konten-konten tersebut dibuat untuk menaikkan engagement dan menarik perhatian audiens, bukan berfokus untuk mempromosikan produk.
3. Educational
Suatu produk harus memiliki nilai tertentu yang dianggap penting oleh audiens. Saat perusahaan mengeluarkan produk/layanan, mereka perlu memberikan konten-konten edukasi tentang fitur, manfaat, dan bagaimana produk tersebut dapat menyelesaikan masalah customer.
Tak hanya itu, akan lebih baik jika perusahaan membuat konten yang tujuannya berfokus untuk mengedukasi pembaca tentang hal-hal yang relevan dengan produknya.
Contohnya Ahrefs, perusahaan yang menawarkan berbagai produk tentang SEO. Perusahaan ini membuat konten di YouTube tentang tips SEO untuk mengedukasi audiens yang berpotensi menjadi customer.
Dalam konten YouTube-nya, Ahrefs banyak memberikan penjelasan, tips dan trik, bagaimana menjalankan SEO yang baik, dan dan banyak lainnya.
4. Conversational
Dengan content pillar yang solid, perusahaan dapat menganalisis customer journey dengan cara membuat konten yang terhubung pada setiap tahap siklus pembelian produk. Hal ini berguna untuk mencapai KPI dan tujuan yang sudah ditetapkan.
Selain itu, membuat konten yang didasarkan pada customer journey juga mampu meningkatkan peluang pembelian atau conversion.
Pelajari cara dan tips lengkapnya bersama para mentor berpengalaman dan profesional di bidang strategi pemasaran digital untuk membantumu membuat content pillar yang benar dan berkualitas. Temukan info lengkap kelas yang Anda butuhkan bersama ITBOX.


