Web3 Adalah: Kelebihan, Teknologi, Ciri-ciri dan Implementasi

April 5, 2024

apa itu web3

Web3 adalah salah satu evolusi teknologi web, web generasi ketiga ini menekankan basis blockchain dalam sistemnya. Teknologi Web3 membuat performa situs web meningkat untuk memproses informasi. Berbagai pendekatan cerdas diterapkan pada Web3 termasuk machine learning, big data dan masih banyak lagi.

Apa Saja Kelebihan Web3?

Web3 merupakan terobosan teknologi web canggih agar bisa menggantikan model yang sebelumnya yaitu Web2 seperti yang biasa kita gunakan sekarang ini. Lalu apa saja yang membuat Web3 ini unggul? Beberapa poin plus dari Web 3.0 adalah sebagai berikut:

– Tidak punya ketergantungan terhadap otoritas pusat, aplikasi pun bisa memiliki ketahanan yang memadai

– User punya kontrol besar terhadap identitas user maupun data online masing-masing

– Transparansi pada tiap proses transaksi di Web3

– Peningkatan responsifitas melalui teknologi canggih machine learning dan AI yang terintegrasi optimal

– Meningkatnya keamanan user sehingga perlindungan privasi lebih memadai

– Peningkatan UX, user bisa mendapatkan pengelaman lebih memadai menggunakan platform semantic web yang serba canggih

– Desentralisasi pada sistem keuangan, pengguna Web3 akan lebih mudah untuk bertransaksi, memasarkan produk, maupun memperoleh izin profesional yang diperlukan

Itulah beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Web 3.0 ini. Meski banyak nilai plus dari terobosan web terbaru ini, tapi ada beberapa hal tertentu yang menjadi tantangan. Pada dasarnya, teknologi blockchain yang menjadi basis dari Web3 ini sering bermasalah pada aspek skalabilitas. Sementara penggunaan Web3 masih belum terlalu luas, bahkan bisa belum dapat diakses kalau gadget yang digunakan tidak cukup canggih.

Tantangan lain Web3 adalah dari tingkat potensi cybercrime yang masing cukup besar pada Web3 karena dibangun melalui dasar blockchain. Pada sisi lain, sifatnya Web3 yang desentralisasi atau tidak perlu izin tertentu dari otoritas, Web3 bisa saja bermasalah dalam sisi regulasi. Web3 terus dikembangkan agar bisa mengatasi berbagai kekurangan tersebut.

Apa Saja Teknologi Canggih dalam Sistem Web3?

Untuk mendukung performa Web3, terdapat beberapa teknologi canggih tertentu. Seperti yang kita tahu, Blockchain menjadi teknologi dasar untuk mengembangkan Web3. Lalu apa itu yang dimaksud dengan blockchain? Pada dasarnya, inilah sistem terdesentralisasi dengan serangkaian blok dan satu sama lain saling terhubung.

Masing-masing blok tersebut menyimpan transaksi di dalamnya. Manfaat dari adanya blockchain yaitu memungkinkan user Web3 mengelola transaksi secara transparan. Tiap transaksi akan dicatat lalu blok yang baru ditambahkan. Intinya, tidak terdapat otoritas tunggal tertentu yang mengendalikan sistem blockchain. Sistem ini pun bisa kebal dari potensi manipulasi atau sejenisnya.

Bukan hanya blockchain saja, berikut beberapa teknologi lain yang digunakan dalam mengembangkan Web3:

– Smart Contracts

Untuk menunjang negosiasi perjanjian dalam Web 3.0 blockchain, diperlukan smart contract. Dalam prosesnya, smart contract ini melakukan tugasnya secara otomatis terhadap kriteria-kriteria yang dibutuhkan. Smart contract bisa bekerja dengan basis blockchain, aksesnya bisa dieksekusi jika syarat tertentu disepakati.

Melalui teknologi kontrak pintar ini, pembayaran pada tiap transaksi di Web3 bisa dilakukan secara otomatis saat setiap persyaratan terpenuhi secara komplit.

– Web Assembly

Untuk menunjang performa Web3, dibutuhkan juga teknologi Web Assembly. Inilah format kode biner untuk pembuatan mesin virtual pada web, kode dengan format Web Assembly dapat dijalankan melalui browser dengan performa lebih mutakhir. Meski begitu, terdapat batasan akses ke file lokal user.

Developer bisa lebih mudah membuat suatu web app dengan adanya Web Assembly ini. Performanya cenderung lebih efisien juga kalau kita bandingkan dengan JavaScript atau teknologi web yang lebih tradisional lainnya.

– Aset Digital/Digital Assets

Token atau digital assets yaitu seperti NFT, cryptocurrency dan lain sebagainya. Berbagai token tersebut merupakan representasi kriptografi terhadap kepemilikan suatu aset digital maupun aset fisik. Penerapan aset digital dalam Web3 bisa membuat kepemilikan aset jelas. Semuanya terverifikasi dengan baik sehingga transfer yang diterapkan pun bisa berlangsung aman.

Apa Saja Ciri-ciri Web3?

Web3 atau web generasi ke-3 ini punya karakteristik tertentu. Untuk memahami lebih dalam seputar Web3 ini, cari tahu terlebih dahulu beberapa ciri-cirinya. Karakteristik Web3 adalah sebagai berikut:

– Permissionless

Generasi web yang terbaru ini tidak perlu persetujuan seperti halnya sistem web yang lebih tradisional. Jadi, pihak-pihak tertentu perlu menyiapkan persetujuan dalam sistem Web3, setiap pihak dapat berpartisipasi melalui jaringan internet canggih ini.

Pengguna Web3 tidak diminat mendaftar dengan prosedur cukup ribet seperti dalam sistem Web2. Pada sistem web tradisional, bisa saja user perlu setuju terhadap ketentuan tertentu yang dibuat oleh otoritas tertentu. Sistem seperti itu berlaku dalam penggunaan Web3.

– Sistem Native Payment

Apa itu native payment? Inilah sistem pembayaran yang diproses langsung melalui layanan atau platform terkait. Dengan kata lain, pembayaran tidak perlu melalui prosedur eksternal untuk menyelesaikannya. Keunggulannya adalah pembayaran bisa diselesaikan secara aman dan lancar.

Dalam Web3, aktivitas-aktivitas transaksinya memungkinkan dibayar memakai token digital. Karena tidak perlu peran pihak ketiga dalam pembayaran di Web3, maka keseluruhan pembayaran bisa lebih efisien dibandingkan sistem transaksi tradisional.

– Terdesentralisasi

Terdesentralisasi merupakan ciri Web3 yang lainnya, jaringan web ini tidak dikendalikan suatu otoritas. Blockchain yang menjadi dasar sistem Web3 mampu menyimpan informasi transaksi pada node-node yang terkoneksi dalam jaringan terkait. Tiap komputer atau node punya salinan yang lengkap juga dari sistem blockchain tersebut.

Melalui struktur canggih tersebut, tak ada entitas yang bisa berkuasa penuh terhadap sistem Web3. Itulah kurang lebih yang dinamakan dengan terdesentralisasi yang menjadi salah satu ciri dari Web3.

– Trustless

Tiap transaksi pada sistem Web3 bisa langsung tervalidasi tanpa harus ada peran dari pihak ketiga. Web3 memproses transaksi-transaksi di dalamnya memakai algoritme konsensus, kriptografi serta teknologi canggih lain. Transaksi bisa divalidasi sistem Web 3 melalui teknologi canggih tersebut dan bisa juga meningkatkan keamanan integritas jaringan.

Implementasi Web3

Cukup beragam penerapan Web3 sekarang ini, salah satu penerapan Web3 adalah game Web3. Cara berinteraksi pengguna dengan aset game dan dunia virtual menjadi berbeda. Player bisa mengelola item game dalam bentuk NFT sehingga aset digital bisa dipastikan ketersediaan dan keasliannya.

Game Web3

Pengelolaan supply chain juga menerapkan Web3, teknologi web terbaru ini bisa mencatat tiap proses di dalam data buku besar dan secara terdesentralisasi. Pembuatan produk sampai pengiriman produk jadi ke pelanggan bisa secara transparan sehingga akan penuh kepercayaan.

Tentunya masih banyak lagi bidang lain yang menerapkan Web3 baik itu keamanan data, teknologi metaverse, media sosial dan sebagainya. Memahami Web3 adalah hal yang penting sekarang ini terutama mereka yang sering berkutat dalam teknologi web.

Untuk upgrade skill dan wawasan Anda dalam bidang Web3, blockchain atau bidang IT lainnya, Anda bisa andalkan platform belajar ITBOX dari Course-Net. Anda akan belajar dari yang paling dasar secara step-by-step sampai Anda benar-benar mahir.

Tersedia juga beragam course yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan upgrade skill Anda. Intinya Web3 adalah salah satu terobosan teknologi web dengan berbagai keunggulan mutakhir karena memiliki basis blockchain di dalamnya.

Share Artikel
Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping

Level

Course Level

Category

Skill