Perbedaan React Native Vs Flutter, Manakah yang Terbaik? Artikel kali ini akan membahas penekanan pada perbedaan react native vs flutter, namun sebelum ke intinya mari breakdown satu per satu terlebih dahulu penjelasannya.
Saat ini, bisnis pengembangan aplikasi mobile sudah banyak mengalami transformasi dalam dekade terakhir. Hal ini sebagai dampak semakin tingginya pengguna smartphone, sehingga mengakibatkan pebisnis dari berbagai sektor berlomba untuk semakin inovatif.Â
Daftar Isi Artikel
TogglePerbedaan React Native Vs Flutter, Manakah yang Terbaik?

Bisnis saat ini sudah banyak yang mengembangkan aplikasi sendiri untuk kemajuan bisnisnya, termasuk industri strategis. Masifnya pengguna smartphone mengakibatkan pertarungan sengit antar kompetitor bisnis untuk mendapatkan atensi target pasar. Sehingga iklim kompetisi yang ada menjadi semakin cepat dan ketat.
Bahkan, hal minor pun dapat mempengaruhi loyalitas pengguna. Sehingga pengembangan aplikasi mobile terus dituntut untuk lebih berkembang dan memperkaya skill, sekaligus memiliki keterampilan framework yang digunakan untuk proses pengembangan aplikasi.
Secara detail, kamu akan mengetahui tentang perbedaan react native vs flutter yang digunakan untuk kebutuhan pengembangan aplikasi mobil dalam artikel ini.

Apa Itu React Native?
Sebelum mengetahui react native vs flutter, kamu juga harus paham terlebih dahulu mengenai react native itu sendiri. React native adalah framework yang berbasis JavaScript untuk pengembangan aplikasi mobile pada dua sistem operasi yang berbeda, yaitu iOS dan Android. Framework ini diluncurkan Facebook pertama kali di tahun 2015 yang sifatnya open source.
Katakanlah kamu memiliki rencana membuat aplikasi yang digunakan pada sistem operasi iOS, kamu harus belajar membuat aplikasi dengan menggunakan Swift. Sementara untuk sistem operasi Android, kamu harus memahami tentang bahasa pemrograman Kotlin.
Apa Itu Flutter?
Agar kamu memahami flutter vs react native, kamu juga harus mengetahui definitifnya. Sehingga perbedaan react native vs flutter bisa kamu pahami secara mendalam.
Flutter merupakan portable UI Toolkit yang bisa digunakan untuk pengembangan aplikasi mobile secara lintas platform dimana flutter merupakan SDK (Software Development Kit) yang memungkinkan pengembang dalam membangun serta deploy visual dari aplikasi yang menarik serta terkompilasi sempurna, baik untuk Android atau iOS.
Flutter dapat digunakan secara mudah pada berbagai platform, baik web atau desktop sekalipun. Ketika melakukan pengembangan aplikasi menggunakan flutter, maka kamu dapat mengompilasikan kode sumber dari Flutter ke dalam aplikasi desktop, baik macOS, Windows, ataupun Linux.
Flutter juga sangat mendukung jika digunakan di website dimana dukungan website flutter dapat memberikan pengalaman yang serupa dengan mode seluler. Artinya, kamu dapat membangun suatu aplikasi untuk sistem operasi mobile dan browser menggunakan basis kode yang sama.
Untuk memahami secara lebih detail mengenai perbedaan react native vs flutter, mari bahas satu per satu kelebihan dan kekurangan dari kedua framework tersebut.
Kelebihan React Native
React native vs flutter performance memiliki perbedaan dari segi kelebihannya tentu saja. Pada dasarnya react native merupakan framework yang diluncurkan Facebook dengan sifat open source dan bisa digunakan atau dikembangkan siapa saja. Software ini menggunakan JSX dan JavaScript untuk mengembangkan sebuah aplikasi native yang berbasis Android dan iOS. Berikut kelebihannya.
Meningkatkan Performa Aplikasi
Cara kerja react native yaitu menargetkan komponen asli dalam sistem Android dan iOS kemudian rendering kode secara mandiri dan langsung. Cara ini sangat berguna dalam meningkatkan performa aplikasi sebab proses render tidak langsung ditempatkan bersamaan dengan menggunakan pengolahan kode interface.
React native bisa memanfaatkan API pada sistem operasi agar bekerja, sehingga aplikasi yang dibuat bisa dijalankan dengan cepat dan mulus. Framework ini juga bisa mengolah child element secara terpisah dari bagian parent data. Sehingga aplikasi bisa berjalan dengan stabil.
Meningkatkan Produktivitas menggunakan Komponen Siap Pakai
Terkadang, kamu mungkin saja jenuh menuliskan kode sederhana mulai dari awal. Nah, dengan react native ini kamu bisa menggunakan komponen yang siap pakai. Meskipun demikian, namun kode tersebut kompleks, dan fitur tersebut memudahkan kamu dalam meningkatkan produktivitas kerja.
Komunitas Pengguna Besar
Karena sifatnya yang open source, sehingga siap saja bisa berkontribusi untuk mengembangkan framework ini. Sehingga komunitas penggunanya tidak ada batasan, mulai dari pemula hingga pengembang profesional. Jika kamu menemukan kesukaran, maka kamu bisa mendapatkan bantuan dengan mudah.
Hemat Biaya Pengembangan
React native bisa memangkas biaya pengembangan, sebab kamu tidak harus merekrut tim yang berbeda dalam mengembangkan aplikasi mobile dimana kamu bisa menargetkan sistem operasi secara bersamaan dengan JavaScript dan kode native.
Kekurangan React Native
Dibalik kelebihan tentu saja terdapat kekurangan, dimana perbedaan react native vs flutter 2022 menjadi pertimbangan bagi pengguna.Â
Penggunaan react native tetap menggunakan kode native untuk mengembangkan aplikasi. Sebab, framework ini hanya bisa bersaing dengan kode native untuk aplikasi yang sederhana saja. Sehingga jika ingin aplikasi lebih mulus dan cepat harus menggunakan kode native murni.
Selain itu, library yang berdasarkan JavaScript tidak menjadi alat terbaik dalam membangun aplikasi mobile menggunakan tingkat keamanan tinggi. Adanya kesalahan satu baris kode saja maka dapat membuat aplikasi rentan akan serangan dari hacker.
Keunggulan Flutter
Lebih lanjut, perbedaan react native vs flutter dapat dilihat juga dari kelebihan flutter itu sendiri. Berikut ini penjelasannya.
Fitur Hot Reload
Fitur ini menjadi kelebihan flutter vs react native performance karena memungkinkan kamu melihat langsung efek kode yang baru saja diubah tanpa harus kompilasi ulang. Kamu bisa memperbaiki bug, ubah kode dan eksperimen menggunakan berbagai jenis elemen interface secara real time. Fitur ini menghemat waktu serta meningkatkan produktivitas kerja kamu.
Performa Stabil dan Kode Terkompilasi
Flutter tidak membutuhkan JavaScript agar bisa berkomunikasi, baik dengan komponen native pada sistem operasi ataupun web view agar bisa menampilkan konten yang dibangun. Sehingga performanya lebih stabil digunakan di berbagai perangkat. Bahkan, pengembang mengakui flutter bisa stabil di angka 120 FPS dalam uji coba aplikasi.
Adanya sistem pengaturan layout membuat aplikasi yang sedang dikembangkan lebih mudah untuk menyesuaikan dimensi layar perangkat. Sehingga gambar dan animasi bergerak bisa berjalan mulus.
Tangguh dalam Sistem Interface Kompleks
Optimalisasi software yang dijalankan relatif lebih stabil dalam memproses sistem interface kompleks. Selain itu, flutter menjadikan custom interface bekerja lebih baik pada sistem operasi ponsel. Bahkan adanya pembaruan simultan pada berbagai sistem operasi yang sudah ditargetkan.
Sistem Operasi Fuchsia
Dengan flutter, kamu bisa mengembangkan aplikasi tanpa harus khawatir adanya pengembangan sistem operasi Fuchsia dari Google. Sebab, SDK sudah didapuk sebagai native framework untuk masa depan.
Kekurangan Flutter
Teknologi ini terbilang masih sangat baru, sehingga terdapat kekurangan terutama pada fitur kompleks yang dibutuhkan untuk mengembangkan aplikasi rumit. Bahkan, flutter tidak mempunyai guideline jelas untuk kebutuhan pengembangan aplikasi, sehingga developer harus mampu berpikir kreatif.
Selain itu, flutter juga memiliki keterbatasan dalam mengembangkan aplikasi dalam perangkat yang canggih. Misalnya untuk tipe Samsung Galaxy Fold karena mempunyai layar yang nonkonvensional.
Aplikasi yang dihasilkan flutter pun cenderung berat karena memakan ruang penyimpanan lebih berat saat diproses. Sehingga kamu harus melakukan optimalisasi kode secara bertahap, terutama apabila aplikasi mempunyai banyak glitch atau bug.
Itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian, dan perbedaan react native vs flutter. Agar kamu bisa menjadi ahli dalam pengembangan aplikasi mobile, ikuti kursus flutter di ITBOX dan dijamin kamu cepat mahir karena ITBOX memiliki mentor yang berkualitas dan materinya up to date!


