Di dunia analisis, data adalah aset atau bahan yang wajib dimiliki untuk bisa dilakukan analisis. Terdapat dua jenis data, yaitu data primer dan sekunder. Di artikel kali ini, kita akan membahas mengenai pengertian dan contoh data sekunder.
Untuk mendapat hasil penelitian yang berkualitas tinggi, penting untuk mengumpulkan data yang sesuai. Data adalah fakta yang dikumpulkan oleh peneliti untuk diolah agar menghasilkan informasi yang berguna untuk penelitian tersebut.
Data bisa dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti jurnal, buku, hingga dokumen pemerintah. Nah, data sekunder berperan penting dalam mendukung kualitas penelitian dengan mengintegrasikan data primer.
Ada banyak contoh data sekunder yang dapat Anda temui dan gunakan sesuai dengan kebutuhan. Simak artikel ini selengkapnya!
Daftar Isi Artikel
ToggleApa Itu Data Sekunder?
Sebelum membahas contoh data sekunder, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu data sekunder. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari sumber lain atau secara tidak langsung melalui media perantara. Sebelum digunakan, data sekunder akan diolah dan diedit terlebih dahulu.
Biasanya, data sekunder berasal dari data yang telah dikumpulkan oleh individu lain atau suatu organisasi seperti data pasar atau data sensus penduduk. Karena mudah diakses dan hemat biaya, data sekunder sering digunakan dalam penelitian dibandingkan data primer karena peneliti harus turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data primer.
Namun, data sekunder juga memiliki kekurangan. Terkadang data sekunder tidak selalu sesuai dan akurat dengan tujuan penelitian. Penting bagi peneliti untuk menentukan data yang dapat mendukung penelitian mereka dan cocok untuk variabel yang diteliti.
Dengan kecanggihan teknologi seperti sekarang ini, data sekunder dapat mudah untuk didapatkan. Anda bisa mencari data yang telah dipublikasikan di internet, seperti e-book, jurnal, hasil wawancara, dan masih banyak lagi.
Contoh Data Sekunder
Ada banyak contoh data sekunder yang digunakan peneliti untuk dijadikan sumber analisis. Setelah memahami pengertian data sekunder, berikut contoh data sekunder yang wajib Anda ketahui :
1. Data Pasar
Contoh data sekunder yang pertama yaitu data pasar. Ini adalah data yang dikumpulkan perusahaan berdasarkan riset pasar seperti tren, preferensi konsumen, demografik konsumen, harga, dan data lainnya yang relevan untuk analisis pasar.
2. Data Sensus Penduduk
Data sensus penduduk dikumpulkan oleh pemerintah mengenai jumlah penduduk, jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan informasi demografi lainnya.
Biasanya, data ini diperoleh dari sensus penduduk yang dilakukan oleh lembaga pemerintah. Anda bisa mendapatkan data ini di internet dari situs web resmi sebuah lembaga pemerintahan.
3. Laporan Keuangan
Anda bisa mendapatkan data mengenai keuangan dari laporan keuangan atau data transaksi yang diterbitkan oleh suatu perusahaan.
4. Publikasi Ilmiah
Data ini bisa diperoleh dari sumber ilmiah seperti artikel, koran, makalah, tesis, atau jurnal yang telah diterbitkan.
Artikel ini bisa berupa publikasi atas suatu peristiwa yang terjadi seperti aritkel berita. Nantinya data tersebut dapat digunakan untuk memahami bagaimana peristiwa tersebut terjadi.
5. Biografi
Anda bahkan bisa menggunakan informasi tentang kehidupan seseorang untuk dijadikan wawasan atau informasi tambahan dalam penelitian.
6. Data Arsip
Ini bisa diperolah dari data yang diarsipkan oleh suatu lembaga atau instansi pemerintah. Contohnya seperti surat, dokumen, institusi budaya, atau foto yang memiliki unsur sejarah dan memuat dokumen historis.
7. Buku Referensi
Anda bisa mengambil data dari buku referensi seperti ensiklopedia, kamus, hingga atlas. Buku ini dapat memberikan informasi yang dapat membantu dalam memahami suatu subjek secara mendalam.
8. Data Pendidikan
Data ini dikumpulkan oleh lembaga statistik atau pendidikan yang berisi data statistik pendidikan, jumlah siswa yang lulus, dan juga partisipasi siswa.
Ciri-Ciri Data Sekunder
Untuk mengidentifikasi suatu data sekunder, Anda harus mengetahui ciri-ciri data sekunder berikut ini :
- Bersumber dari tulisan yang telah diterbitkan seperti buku, jurnal, essay, publikasi pemerintah, dan sumber lainnya.
- Merupakan interpretasi dari data primer dan bersifat tidak langsung.
- Memiliki gaya penulisan objektif karena fakta disampaikan dengan cara netral.
- Data sudah pernah diolah dan bersumber dari peneliti sebelumnya.
- Datanya kurang spesifik dan tidak memiliki kontrol dalam riset yang dibuat.
- Informasi yang terdapat dalam data sekunder merupakan ringkasan dari berbagai data primer atau sekunder lain.
- Kurang valid atau akurat karena sudah dalam bentuk informasi.
- Tidak menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya yang besar.
Cara Mengumpulkan Data Sekunder
Tergantung dengan data yang dicari, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengumpulkan data sekunder. Bisa melalui internet, menggunakan referensi buku, dan sebagainya. Penting untuk mengumpulkan data yang berkualitas agar bisa memberikan hasil penelitian yang valid dan relevan.
Langkah pertama yaitu kumpulkan data dengan menggunakan buku referensi. Carilah referensi yang relevan dengan topik penelitian. Internet merupakan sumber data dan informasi yang mudah diakses. Anda bisa mengumpulkan data dari jurnal, e-book, sensus penduduk, arsip pemerintah, dan penulisan lainnya yang telah dipublikasikan online.
Survei juga merupakan salah satu sumber data yang paling sering digunakan. Survey dapat digunakan untuk mengumpulkan dua jenis data yaitu primer dan sekunder. Lebih baik lagu jika survey tersebut didukung dengan dokumentasi seperti laporan, memo, notulen, dan yang lainnya.
Kesimpulan
Data sekunder adalah informasi yang berasal dari sumber lain atau secara tidak langsung, yang nantinya digunakan untuk sebuah penelitian. Hasil dari penelitian bergantung pada kualitas data yang digunakan.
Anda bisa mendapatkan data sekunder dari mana saja, baik dari internet maupun media cetak. Contoh data sekunder yaitu jurnal, essay, data sensus, e-book, artikel, biografi, dan masih banyak lagi.
Dari beberapa contoh data sekunder tersebut, pastikan untuk memilih data yang sesuai dengan kebutuhan penelitian Anda agar hasilnya pun berkualitas.
Tertarik untuk mempelajari seputar penelitian dan analisis data? Ikuti kursus data analyst di ITBOX. Selain data analyst, masih ada banyak kursus menarik lainnya yang dapat Anda ikuti.
Anda akan belajar mulai dari basic hingga advanced, dengan metode pembelajaran yang fleksibel kapan saja dimana saja!


