new year, new skill 🎉
Diskon 75% Untuk Semua Kelas ITBOX!
Hari
Jam
Menit
Detik
NEWYEARBOX
Periode promo 30 Desember - 1 Januari 2026

Contoh Data Kategorik dalam Statistik dan Penjelasannya

October 3, 2025

Contoh-Data-Kategorik-ITBOX

Dalam analisis data, memahami contoh data kategorik merupakan langkah awal yang penting sebelum masuk ke tahap pengolahan maupun interpretasi hasil. Jenis data ini sering digunakan dalam berbagai konteks, mulai dari survei kepuasan pelanggan, riset pasar, hingga analisis perilaku konsumen.

Meski begitu, banyak pemula masih kesulitan membedakan data kategorik dari tipe data lain seperti data numerik, yang bisa berujung pada kesalahan analisis.

Lalu, sebenarnya apa itu data kategorik dan bagaimana contoh penerapannya dalam analisis data? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Data Kategorik?

Data kategorik adalah jenis data yang menunjukkan kategori atau kelompok tertentu tanpa nilai numerik yang bermakna secara matematis. Artinya, data ini digunakan untuk mengelompokkan objek berdasarkan karakteristik atau atribut yang dimilikinya.

Contohnya adalah jenis kelamin (laki-laki dan perempuan), status pernikahan (menikah, belum menikah, cerai), atau preferensi produk (A, B, C).

Dalam analisis statistik, data kategorik biasanya diolah menggunakan frekuensi, persentase, atau visualisasi seperti diagram batang dan pie chart.

Perbedaan Data Kategorik dengan Data Numerik

Perbedaan utama antara data kategorik dan data numerik terletak pada cara penggunaannya dalam analisis.

  • Data kategorik bersifat deskriptif dan tidak dapat digunakan untuk operasi matematika.
  • Data numerik berisi angka yang memiliki nilai kuantitatif, sehingga dapat dihitung atau dioperasikan secara matematis.

Sebagai contoh, “jenis pekerjaan” termasuk data kategorik, sedangkan “gaji bulanan” termasuk data numerik. Dalam praktik analisis, mengenali perbedaan ini penting agar metode statistik yang diterapkan sesuai dan menghasilkan insight yang akurat.

Jenis-Jenis Data Kategorik

Jenis-Jenis-Data-Kategorik

Secara umum, data kategorik dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu data nominal dan data ordinal.

1. Data Nominal

Data nominal digunakan untuk mengelompokkan tanpa adanya urutan atau peringkat antar kategori. Setiap nilai dalam data nominal hanya berfungsi sebagai label.

Contoh: warna (merah, hijau, biru), jenis kelamin (laki-laki, perempuan), atau kota asal (Jakarta, Surabaya, Bandung).

2. Data Ordinal

Berbeda dengan nominal, data ordinal memiliki urutan atau tingkatan antar kategorinya, meskipun jarak antar kategori tidak dapat diukur secara pasti.

Contoh: tingkat kepuasan (tidak puas, netral, puas), pendidikan (SMA, S1, S2), atau level risiko (rendah, sedang, tinggi).

Pentingnya Memahami Data Kategorik dalam Analisis Statistik

Memahami data kategorik merupakan fondasi penting dalam proses analisis statistik. Jenis data ini sering digunakan untuk:

  1. Segmentasi pelanggan, misalnya berdasarkan jenis kelamin, usia, atau wilayah.
  2. Analisis perilaku konsumen, seperti preferensi produk atau tingkat kepuasan.
  3. Pembuatan model prediktif, terutama dalam klasifikasi data.

Dengan pemahaman yang tepat, analis dapat memilih metode statistik dan visualisasi yang sesuai. Misalnya, menggunakan chi-square test untuk menguji hubungan antar kategori, atau menampilkan hasilnya dalam bentuk pie chart untuk mempermudah interpretasi data.

Contoh Data Kategorik dalam Berbagai Konteks

Contoh-Data-Kategorik-dalam-Berbagai-Konteks

Data kategorik banyak digunakan di berbagai bidang untuk mengelompokkan informasi dan mempermudah analisis. Berikut beberapa contohnya:

1. Bisnis dan Pemasaran

Dalam dunia bisnis, data kategorik digunakan untuk mengidentifikasi pola perilaku pelanggan.

Contohnya seperti kategori produk (makanan, pakaian, elektronik), jenis pelanggan (baru, loyal, atau potensial), dan status keanggotaan (silver, gold, platinum). Data ini membantu perusahaan menyesuaikan strategi promosi dan segmentasi pasar.

2. Kesehatan

Di bidang medis, data kategorik membantu dalam pencatatan dan analisis pasien.

Misalnya golongan darah (A, B, AB, O), jenis penyakit (infeksi, degeneratif, genetik), serta status vaksinasi (sudah atau belum vaksin).

Informasi ini penting untuk diagnosis, perencanaan program kesehatan, dan penelitian klinis.

3. Pendidikan

Dalam sektor pendidikan, data kategorik digunakan untuk mengelompokkan siswa atau mahasiswa berdasarkan jenjang pendidikan (SD, SMP, SMA, perguruan tinggi), jurusan atau program studi, dan status kelulusan (lulus, belum lulus).

Data ini mendukung evaluasi akademik dan perencanaan kebijakan pendidikan.

4. Teknologi

Dunia teknologi juga banyak memanfaatkan data kategorik, seperti sistem operasi yang digunakan (Windows, macOS, Linux), jenis perangkat (desktop, smartphone, tablet), dan browser yang dipakai (Chrome, Safari, Firefox).

Informasi ini berguna untuk analisis pengguna, pengujian kompatibilitas, dan peningkatan pengalaman digital.

Dari contoh di atas, terlihat bahwa hampir semua bidang pekerjaan memerlukan pemahaman tentang data kategorik untuk mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data.

Mau Belajar Pengolahan Data? di ITBOX Aja!

Menguasai cara mengolah dan memahami data kategorik merupakan langkah awal untuk menjadi seorang data analyst yang kompeten. Di ITBOX, kamu bisa belajar dasar-dasar pengolahan data sekaligus memahami penerapan analisis statistik secara praktis.

Mulailah dari kursus Basic Pengolahan Data dengan SQL & Excel untuk memahami dasar manipulasi data, lalu lanjutkan ke Fundamental Data Analyst Complete Series agar kamu semakin siap berkarier di dunia data.

Share Artikel
Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping

Level

Course Level

Category

Skill