new year, new skill 🎉
Diskon 75% Untuk Semua Kelas ITBOX!
Hari
Jam
Menit
Detik
NEWYEARBOX
Periode promo 30 Desember - 1 Januari 2026

Apa itu NestJS? Belajar Nest JS untuk Pemula – Tutorial Lengkap 2024

November 26, 2024

Dalam dunia pengembangan aplikasi web, kebutuhan untuk membangun back-end yang efisien dan terstruktur semakin meningkat. Di sinilah NestJS hadir sebagai solusi inovatif yang memanfaatkan kekuatan TypeScript dan arsitektur modular untuk memudahkan pengembangan aplikasi server-side.

Apakah kamu seorang pengembang yang ingin mengeksplorasi teknologi baru atau mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dalam proyek-proyek back-end? Nah, artikel ini akan membahas tentang NestJS dan manfaatnya.

Yuk, kita telusuri bersama untuk menemukan potensi luar biasa yang bisa ditawarkan framework ini!

Mengenal Nest JS 

Bagi kamu yang sedang mencari solusi untuk mengembangkan aplikasi server-side yang efisien dan mudah dikembangkan, NestJS bisa menjadi pilihan tepat.

Simak penjelasan di bawah ini untuk memahami keunggulan NestJS dan mengapa banyak pengembang memilihnya untuk membangun aplikasi back-end yang scalable.

Apa itu NestJS?

NestJS adalah framework back-end progresif yang dibangun di atas Node.js dan menggunakan TypeScript sebagai bahasa utama.

Framework ini dirancang dengan pola arsitektur modular dan memanfaatkan prinsip Object-Oriented Programming (OOP), Functional Programming (FP), serta Reactive Programming untuk membantu pengembang membangun aplikasi yang terstruktur dan dapat dipelihara dengan baik.

Mengapa Memilih NestJS?

Ada beberapa keunggulan NestJS yang membuatnya lebih unggul dibandingkan framework lain, yaitu:

  • NestJS memungkinkan pengembang membangun aplikasi dengan arsitektur yang terpisah secara modul, sehingga kode lebih terorganisir dan mudah di-maintain.
  • Karena menggunakan TypeScript, NestJS memberikan keamanan lebih dalam penulisan kode dengan tipe data yang ketat dan deteksi kesalahan lebih awal.
  • NestJS mendukung berbagai pustaka dan alat populer seperti Express, Fastify, dan GraphQL, menjadikannya sangat fleksibel untuk integrasi dengan berbagai teknologi.
  • Struktur modular membuat NestJS cocok untuk aplikasi kecil hingga besar yang membutuhkan skalabilitas tinggi.
  • NestJS memiliki komunitas yang berkembang pesat serta dokumentasi lengkap yang memudahkan pengembang baru untuk mempelajari dan menggunakannya.

Baca Juga: Angular Adalah: Framework JavaScript untuk Pengembangan Aplikasi Web

Tutorial NestJS untuk Pemula

Bagi pemula yang ingin mempelajari NestJS, berikut adalah panduan langkah demi langkah yang bisa kamu ikuti untuk belajar NestJS:

Pengenalan Nest.js

Nest.js dikembangkan oleh Vercel dan menawarkan fitur-fitur seperti Server-Side Rendering (SSR) dan Static Site Generation (SSG), yang meningkatkan kinerja dan SEO aplikasi web. 

Dengan pendekatan ini, halaman dapat di-render di server sebelum dikirim ke browser, mempercepat waktu muat dan meningkatkan pengalaman pengguna.

Persiapan Lingkungan Pengembangan

Sebelum mulai, pastikan Anda telah menginstal NodeJS di komputer Anda. NodeJS menyediakan lingkungan runtime yang diperlukan untuk menjalankan NestJS. Anda dapat mengunduhnya dari situs resmi NodeJS.

Membuat Proyek NestJS Baru

Setelah NodeJS terinstal, buka terminal dan jalankan perintah berikut untuk membuat proyek baru:

npx create-next-app nama-proyek-anda

Setelah proyek selesai dibuat, masuk ke direktori proyek dengan perintah:

cd nama-proyek-anda

Kemudian, jalankan server pengembangan dengan perintah:

npm run dev

Buka browser dan akses http://localhost:3000 untuk melihat aplikasi Anda.

Membuat Halaman Sederhana

Untuk membuat halaman sederhana, buka folder pages dalam proyek yang kamu buat dan ciptakan file baru bernama index.js. Tambahkan kode berikut:

import React from ‘react’; function Home() { return ( <div> <h1>Selamat Datang di Next.js!</h1> <p>Ini adalah contoh halaman utama.</p> </div> ); } export default Home;

Setelah itu, simpan file dan lihat perubahan di browser.

Contoh Aplikasi yang Menggunakan NetJs

Kita tahu bahwa NestJS adalah framework JavaScript yang populer untuk membangun aplikasi back-end scalable dan robust. Tapi, apakah kamu tahu aplikasi apa saja yang dapat dibangun menggunakan NestJS? Ketahui contohnya di bawah ini:

1. RESTful API

NestJS sangat ideal untuk membuat RESTful API yang dapat diakses oleh berbagai platform seperti web, mobile, dan IoT. 

Dengan struktur modular dan dukungan TypeScript, pengembangan API menjadi lebih terstruktur dan aman.

2. Microservices

NestJS mendukung arsitektur microservices, memungkinkan pengembangan aplikasi yang terdistribusi dan modular. 

Setiap service dapat dikembangkan dan dikelola secara independen, memudahkan skalabilitas dan pemeliharaan.

3. Aplikasi Real-Time

Dengan integrasi library seperti Socket.IO, NestJS memungkinkan pembuatan aplikasi real-time seperti aplikasi chat atau notifikasi langsung, yang memerlukan komunikasi dua arah secara terus-menerus.

4. Single Page Applications (SPA)

Meskipun bukan fokus utama, NestJS dapat digunakan sebagai backend untuk SPA yang dibangun dengan framework frontend seperti Angular atau React, menyediakan API yang diperlukan untuk interaksi data.

5. Sistem Manajemen Konten (CMS)

NestJS dapat digunakan untuk mengembangkan sistem manajemen konten yang memungkinkan pengguna untuk membuat, mengedit, dan mengelola konten secara efisien dengan antarmuka back-end yang kuat.

6. E-commerce Platform

Membangun platform e-commerce dengan fitur seperti pengelolaan produk, keranjang belanja, dan sistem pembayaran yang terintegrasi, menggunakan kemampuan NestJS dalam menangani permintaan HTTP dan koneksi database.

7. Aplikasi Pembelajaran Daring

NestJS dapat digunakan untuk membuat aplikasi pembelajaran daring yang menyediakan kursus online, kuis, dan forum diskusi dengan sistem manajemen pengguna yang efisien.

Cara Belajar Nest Js untuk Pemula

Jika kamu baru mengenal NestJS, jangan khawatir—langkah-langkah untuk mempelajarinya sangat terstruktur dan cocok untuk pemula. Berikut adalah beberapa tips yang bisa kamu ikuti untuk memulai perjalanan belajar NestJS:

1. Pelajari Dasar TypeScript dan Node.js

Sebelum terjun langsung ke NestJS, pastikan kamu memahami dasar-dasar JavaScript, TypeScript, dan Node.js. TypeScript adalah bahasa utama yang digunakan di NestJS, dan memahami bagaimana server-side JavaScript bekerja akan sangat membantu.

2. Pahami Arsitektur MVC (Model-View-Controller)

NestJS menggunakan pola arsitektur MVC yang umum digunakan dalam pengembangan backend. Memahami dasar-dasar arsitektur ini akan memudahkan kamu memahami bagaimana NestJS mengatur kodenya secara modular.

3. Mulai dengan Dokumentasi Resmi NestJS

Dokumentasi resmi NestJS sangat lengkap dan mudah diikuti. Kamu bisa mulai dari tutorial dasar yang mengajarkan bagaimana cara membuat proyek sederhana, lalu berkembang ke fitur-fitur yang lebih kompleks seperti middleware, guards, dan pipes.

4. Buat Proyek Sederhana

Praktik langsung adalah cara terbaik untuk belajar. Mulailah dengan membuat proyek sederhana, seperti API RESTful, untuk memahami cara kerja routing, controller, dan service dalam NestJS.

5. Ikuti Kursus atau Tutorial Online

Terdapat banyak kursus dan video tutorial yang membahas NestJS untuk pemula. Mengikuti kursus yang terstruktur akan mempercepat pemahamanmu tentang framework ini.

Belajar JavaScript di ITBOX!

NestJS dibangun di atas JavaScript dan TypeScript, jadi memahami dasar JavaScript sangat penting untuk sukses belajar NestJS. Jika kamu merasa belum terlalu kuat dalam JavaScript, pertimbangkan untuk mengambil kursus JavaScript untuk Pemula di ITBOX.

ITBOX menyediakan kursus online yang fleksibel dan efektif, dirancang untuk membantu kamu memahami JavaScript dari dasar hingga mahir. Kunjungi situs web ITBOX dan tingkatkan keterampilan pemrograman kamu!

Share Artikel
Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping

Level

Course Level

Category

Skill