Jika Anda pernah melakukan penelitian, mungkin Anda sudah familiar dengan jenis-jenis data seperti data primer dan data sekunder. Data sekunder adalah data yang paling banyak digunakan untuk keperluan proyek hingga sensus nasional.Â
Peneliti menggunakan data sekunder agar bisa mengetahui perspektif alternatif dari pertanyaan riset yang pernah dilakukan sebelumnya. Biasanya, data ini diperoleh dari sumber yang ada sebelumnya seperti jurnal, buku, dan lainnya.
Untuk Anda yang sering melakukan penelitian, wajib untuk memahami apa itu data sekunder. Mari simak artikel berikut ini mengetahui definisi data sekunder serta perbedaannya dengan data primer.
Daftar Isi Artikel
ToggleDefinisi Data Sekunder Adalah
Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari sumber lain, dan bukan dari objeknya secara langsung. Sumber dari data sekunder adalah data yang sudah ada atau dikumpulkan oleh orang lain, seperti sensus, informasi pemerintahan, hingga data primer yang dikumpulkan untuk penelitian lain.
Dengan data sekunder, Anda dapat lebih menghemat waktu dibandingkan mengumpulkan data primer. Terlebih jika Anda melakukan penelitian metode kuantitatif, yang dimana Anda perlu memiliki data yang besar dan sulit untuk mengumpulkannya sendiri.
Informasi-informasi yang ada pada data sekunder digunakan sebagai pelengkap kebutuhan untuk data penelitian. Anda bisa mencari data sekunder di buku, jurnal, situs web, dan sebagainya.
Lebih mudah untuk mengakses atau mendapatkan data sekunder dibandingkan data primer, karena data primer didapat melalui proses yang panjang. Data sekunder umumnya bisa berupa diagram, grafik, dan juga tabel.
Cara Mendapatkan Data Sekunder
Inilah beberapa cara untuk mendapatkan data sekunder :Â
1. Penelitian Kualitatif
– Observasi
Peneliti bia mengumpulkan data sekunder melalui observasi. Tidak semua data sekunder dapat diperoleh dari hasil observasi, peneliti harus memperhatikan relevansinya dengan rumusan masalah atau penelitian yang dilakukan.
Hasil observasi tersebut bisa berupa foto, teks, video, dan sebagainya.
– Dokumen
Cara selanjutnya yaitu dengan menggunakan dokumen yang ada. Dokumen tersebut bisa berupa buku, jurnal, dokumen pemerintahan, dan sebagainya.
2. Penelitian Kuantitatif
– Survey
Untuk mengumpulkan data sekunder, Anda dapat melakukan survey. Namun untuk melakukan cara ini, Anda perlu menyesuaikan dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitian.
– Dokumen
Selain kualitaitf, penelitian kuantitatif juga bisa menggunakan dokumen untuk mengumpulkan dan memperoleh data sekunder. Studi literatur menjadi teknik untuk mengumpulkan data sekunder dalam penelitian kuantitatif.
Baca juga : 5 Pekerjaan Data Analyst Beserta Contoh Tugasnya
Perbedaan Data Primer dan Data Sekunder Adalah
Jangan sampai salah! Berikut beberapa perbedaan dari data primer dan data sekunder :Â
1. Bentuk dan Spesifikasi Data
– Data Primer
Data primer adalah data mentah yang belum diolah. Hal itu dikarenakan data tersebut lebih spesifik dengan menyesuaikan kebutuhan dan tujuan penelitian.
– Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang telah diolah dan disusun. Biasanya, data sekunder sudah dalam bentuk jadi dan sempurna. Namun data ini tidak terlalu spesifik terutama untuk kebutuhan dan tujuan penelitian, karena peneliti sebagai pihak ketiga yang tidak mengambil informasinya langsung kepada sumber.
2. Konsep
– Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diperoleh secara langsung dari sumber utama. Mengumpulkannya bisa melalui berbagai cara, seperti survei, wawancara, kuisioner, dan sebagainya.
Keunggulan dari data primer yaitu atanya yang spesifik disesuaikan kebutuhan dan tujuan penelitian.
– Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang dikumpulkan dari sumber lain dan bukan langsung dari sumber objeknya. BIasanya data ini merupakan data primer yang telah dikembangkan oleh peneliti lain.
Disini, peneliti sebagai pihak ketiga karena mengambil datanya dari sumber yang sudah ada. Namun kekurangannya yaitu data tersebut tidak bersifat spesifik sesuai dengan kebutuhan peneliti.
Data sekunder bisa diperolah melalui berbagai sumber seperti jurnal, dokumen pemerintahan, buku, website, dan masih banyak lagi. Namun tentunya data yang digunakan haruslah resmi dan faktual.
3. Sifat dan Sumber Data
– Data Primer
Data primer adalah data yang terus berkembang setiap waktu karena bersifat real-time. Sumber data yang didapatkan biasanya spesifik ke arah topik yang sedang diteliti, sehingga jika ingin melakukan penelitian untuk hal lain maka perlu dilakukan survey ulang.
Sumbernya berupa observasi, eksperimen, kuisioner, kegiatan survei, wawancara, dan sumber lainnya.
– Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang memiliki sifat tetap. Karena sumber informasinya berasa dari jurnal, buku, website. Karena data tersebut bersifat kurang spesifik, maka peneliti tidak memiliki kontrol dalam riset yang dibuat.
Orang dapat menggunakan data sekunder sesuai dengan kebutuhan penelitian masing-masing, dengan mencari data yang paling relevan dengan topik penelitiannya.
Kesimpulan
Itulah penjelasan mengenai data sekunder, bagaimana cara mendapatkan data tersebut, hingga perbedaan data primer dengan data sekunder. Seperti yang diketahui, data sekunder adalah data yang tidak berasal dari objeknya langsung, melainkan dari sumber lain.
Lebih mudah untuk mendapatkan data sekunder dibandingkan data primer. Hal tersebut dikarenakan untuk mendapatkan data primer, peneliti harus terjun ke lapangan untuk mengumpulkan data tersebut dengan cara wawancara ataupun survey. Sedangkan untuk mendapatkan data sekunder, peneliti bisa mendapatkannya dari data yang sudah ada seperti di jurnal, buku, maupun informasi pemerintahan.
Data-data ini biasanya digunakan oleh Data Analyst. Data Analyst adalah seorang profesional yang bertanggung jawab untuk mengumpulkan, membersihkan, menganalisis,dan memvisualisasikan data yang nantinya bisa menjadi wawasan dalam pengambilan keputusan perusahaan.
Terlebih di era digital seperti sekarang, sebagian besar perusahaan mengandalkan data untuk membantu proses perkembangan bisnis mereka. Karena itu profesi Data Analyst sedang populer dan sangat dibutuhkan oleh perusahaan.
Kabar baik, ITBOX memiliki program kursus Data Analyst yang bisa Anda ikuti. Program dan materi ITBOX dirancang secara terstruktur sehingga Anda bisa mendapatkan pembelajaran yang berkualitas meskipun dengan harga terjangkau.
Yang menariknya, meskipun pembelajaran dilakukan secara online, Anda tetap bisa berdiskusi dan tanya jawab langsung dengan mentor loh!
Kunjungi itbox.id untuk info selengkapnya.


