Jenis Teknik Pengumpulan Data Beserta Contohnya

November 23, 2023

teknik pengumpulan data

Untuk melakukan sebuah penelitian, peneliti membutuhkan data yang bisa digunakan untuk bisa menjawab pertanyaan penelitian. Ada berbagai jenis teknik pengumpulan data yang bisa digunakan peneliti sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penelitian tersebut.

Dalam memilih teknik pengumpulan data, tentunya ada faktor yang harus dipertimbangkan. Dengan memilih teknik yang tepat, maka dapat meminimalisir adanya kesalahan ataupun hambatan yang akan terjadi selama penelitian berlangsung.

Dalam mengumpulkan data, diperlukan informasi atau fakta yang tepat dan relevan dengan masalah penelitian untuk dijadikan bahan analisis. 

Simak artikel berikut untuk mengetahui lebih lanjut mengenai teknik pengumpulan data beserta contohnya.

Teknik Pengumpulan Data Adalah

Teknik pengumpulan data adalah cara atau teknik yang dilakukan untuk mengumpulkan data sebagai bahan dari penelitian. Mengumpulkan data tidak dapat dilakukan secara sembarangan, dan ada teknik khusus yang harus diikuti.

Tujuan dari langkah ini yaitu agar peneliti mendapatkan data yang valid sehingga hasilnya dapat sesuai dengan kebenarannya. Teknik ini juga menjadi langkah penting dalam melakukan penelitian, supaya data tersebut bermanfaat untuk membantu menganalisis permasalahan di dalam penelitian.

Contoh Teknik Pengumpulan Data

Ada berbagai teknik yang bisa Anda gunakan untuk mengumpulkan data. Beberapa teknik ini bisa digunakan secara sendiri-sendiri, namun ada juga beberapa yang bisa digunakan dengan menggabungkan dua metode atau lebih.

Proses ini sangatlah penting, karena untuk menghasilkan kesimpulan dari penelitian yang valid maka data yang dibutuhkan juga harus valid. 

Sebelum mengumpulkan data, peneliti biasanya memiliki sebuah hipotesis. Hipotesis adalah dugaan kesimpulan sementara mengenai suatu hal yang akan diteliti.

Untuk itu, simak penjelasan berikut mengenai contoh teknik pengumpulan data : 

1. Observasi

Metode ini termasuk kompleks karena terdapat berbagai faktor dalam pelaksanaannya.Tidak hanya mengukur sikap dari responden, observasi biasanya digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi.

Metode ini cocok digunakan untuk penelitian seputar mempelajari proses kerja, perilaku manusia, dan lingkungan. Karena itu, biasanya observasi dilakukan pada responden yang kuantitasnya tidak begitu besar.

Terdapat dua jenis observasi, yaitu : 

– Participant Observation

Peneliti mengamati situasi dan terlibat langsung dalam kegiatan sehari-hari orang yang diamanati sebagai sumber data.

– Nonparticipant Observation

Jenis observasi ini kebalikannya dari participant observation, yaitu peneliti tidak ikut secara langsung dalam mengamati kegiatan atau proses.

2. Wawancara

Wawancara adalah teknik yang dilakukan melalui tatap muka dan tanya jawab antara peneliti dan narasumber secara langsung. 

Karena perkembangan teknologi, metode ini dapat dilakukan secara mudah karena sudah ada bisa dilakukan melalui media digital tanpa harus bertemu secara langsung. Peneliti bahkan bisa melakukan wawancara dengan orang yang berada di lokasi yang sangat jauh.

Media yang digunakan bisa berupa email, telepon, maupun video call melalui Skype atau Zoom. 

Berikut 2 jenis wawancara : 

– Wawancara Terstruktur

Sebelum melakukan wawancara, peneliti sudah mengetahui apa informasi yang ingin digali dan didapatkan dari narasumber. Biasanya, peneliti sudah membuat daftar pertanyaan secara sistematis. Sebagai instrumen penelitian, peneliti menggunakan recorder untuk merekam suara, kamera untuk foto, serta instrumen lainnya.

– Wawancara Tidak Terstruktur

Wawancara ini dilakukan secara bebas dan tidak terstruktur. Maksudnya, peneliti tidak berpatok pada pertanyaan sistematis seperti wawancara terstruktur. 

Biasanya, peneliti hanya memiliki poin-poin penting dari informasi yang ingin digali dari responden. Setelah itu wawancara akan berjalan mengalir seperti percakapan.

3. Kuisioner

Metode ini dilakukan dengan cara memberi pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada orang lain yang dinamakan responden untuk dijawab. 

Kuisioner cocok digunakan jika jumlah responden cukup banyak dan tersebar di wilayah yang luas. Meskipun terlihat mudah, namun ternyata cukup sulit karena variabelnya sangat besar,

Terdapat dua jenis kuisioner, yaitu : 

– Kuisioner Terbuka

Di kuisioner terbuka, objek penelitian diberikan kebebasan dalam menjawabnya.

– Kuisioner Tertutup

Telah disediakan pilihan jawaban untuk dipilih oleh objek penelitian. Responden harus memilih berdasarkan opsi jawaban yang ada dan tidak bisa menjawab sesuai keinginannya.

Jika tidak ada jawaban yang diinginkan, biasanya responden akan memilih pilihan yang paling mendekati jawaban yang diinginkan.

Kuisioner Semi Terbuka

Bentuk kuisioner ini biasanya terdapat opsi jawaban yang telah diberikan peneliti, namun responden diberikan kesempatan juga untuk menjawab sesuai yang dimau.

4. Dokumentasi

Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan mengambil dokumen atau catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen dapat berupa foto, gambar atau tulisan seperti catatan harian, transkrip, biografi, dan sebagainya. 

Dengan adanya dokumentasi, data akan lebih kredibel karena ada bukti valid dan faktual karena terdapat dokumentasi. 

Peneliti dapat menggunakan dokumentasi yang dimiliki untuk mendukung hipotesis mereka. Mereka juga mendapat pemahaman lebih mendalam tentang subjek penelitian tanpa harus melakukan pengumpulan data secara langsung seperti metode observasi atau wawancara.

Dokumen yang digunakan dalam teknik pengumpulan data dibagi menjadi 2, yaitu : 

– Dokumen Primer

Ini adalah dokumen yang ditulis langsung oleh orang yang mengalami suatu peristiwa atau kejadian. Contohnya yaitu catatan harian.

– Dokumen Sekunder

Dokumen ini ditulis berdasarkan cerita atau orang lain. Contohnya yaitu biografi.

5. Studi Literatur

Studi literatur biasa disebut sebagai studi pustaka. Peneliti yang menggunakan studi literatur akan menelusuri kepustakaan untuk mencari teori yang relevan dengan penelitian yang dilakukan.

Contoh sumbernya yaitu bisa dari buku, jurnal, makalah, atau sumber literatur lainnya. Sumber-sumber tersebut bisa berwujud soft copy dan juga hard copy.

Kesimpulan 

Mengetahui teknik pengumpulan data sangat penting jika Anda ingin melakukan penelitian maupun karya ilmiah. Dengan memahaminya, Anda dapat melakukan penelitian dengan lancar dikarenakan adanya sumber daya dari data yang telah dikumpulkan.

Tidak semua teknik pengumpulan data harus Anda gunakan. Anda dapat memilih mana yang sesuai dengan tujuan pengumpulan data. Hal itu dilakukan agar penelitian lebih efisien dan tidak menghabiskan waktu.

Jika Anda tertarik untuk mempelajari seputar penelitian dan data, profesi Data Scientist cocok untuk Anda. Untuk memulai karier di profesi tersebut, sebaiknya ikut pelatihan seperti kursus Data Science di ITBOX.

Share Artikel
Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping

Level

Course Level

Category

Skill