Skala Likert Adalah: Metode, Cara Penggunaanya, dan Contoh

February 28, 2024

skala likert adalah

Dalam mengukur sebuah data penelitian terdapat banyak jenis skala yang bisa digunakan, seperti skala Likert, Guttman, dan Thurstone. Untuk skala Likert adalah salah satu jenis skala pengukuran data kuantitatif yang didapatkan atau banyak ditemukan pada angket saat melakukan survei tertentu mengenai apa yang akan diteliti.

Sebelum menggunakan, perlu memahami dahulu apa itu skala jenis likert agar nantinya tidak kesulitan ketika melakukan proses pengukuran data penelitian. Apabila sama sekali tidak mengerti mengenai skala tersebut, maka penggunaannya akan mubazir dan tidak tepat. Contohnya ketika menggunakan data bersifat pasti, maka pengukuran menggunakan skala ini tidak akan efektif.

Pengertian Skala Likert

Likert scale atau skala likert adalah skala penelitian yang dipakai untuk mengukur sikap dan pendapat. Skala ini digunakan untuk melengkapi kuesioner yang mengharuskan responden menunjukkan tingkat persetujuan terhadap serangkaian pertanyaan. Biasanya pertanyaan yang dipakai untuk penelitian disebut variabel penelitian dan ditetapkan secara spesifik.

Nama likert diambil dari nama penciptanya, yakni Rensis Likert yang merupakan seorang ahli psikologi sosial dari Amerika Serikat. Tingkat persetujuan yang dimaksud adalah skala likert 1-5 pilihan, dengan gradasi dari Sangat Setuju (SS) hingga Sangat Tidak Setuju (STS), berikut ini tingkatannya.

  1. Sangat Setuju (SS).
  2. Setuju (S).
  3. Ragu-ragu (RG).
  4. Tidak Setuju (TS).
  5. Sangat Tidak Setuju (STS).

Pengertian lain menyebutkan jika skala ini merupakan salah satu skala yang dilakukan guna mengumpulkan data demi mengetahui atau mengukur data yang sifatnya kualitatif maupun kuantitatif. Data inilah yang diperoleh untuk mengetahui pendapat, persepsi hingga seseorang terhadap sebuah fenomena yang sedang terjadi atau diteliti.

Hal ini sesuai dengan pernyataan yang diucap Sugiyono, Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi terhadap individu atau kelompok terkait dengan fenomena sosial yang sedang menjadi objek penelitian. Selain bentuk di atas, skala ini juga bisa ditampilkan dalam bentuk lain sesuai dengan yang ingin diperoleh peneliti.

Rumus Skala Likert

Setelah responden menulis jawaban atau respons mengenai suatu pertanyaan atau pernyataan yang diberikan oleh peneliti, selanjutnya hasil jawaban tersebut akan dianalisis dengan melihat dari skor masing-masing kategori.

Untuk jawaban pernyataan yang positif akan diberi skor 5, 4, 3, 2, dan 1. Sementara itu, untuk pernyataan negatif akan diberi skor 1, 2, 3, 4, dan 5 atau -2, -1, 0, 1, 2. Nantinya, hasil dari masing-masing skor jawaban tersebut akan dihitung untuk menemukan hasil penelitian. Adapun rumus untuk menghitungnya, yaitu sebagai berikut.

Rumus Skala Likert: T x Pn

T merupakan total jumlah responden yang memilih dan Pn adalah pilihan angka skor likert. Hasil dari perhitungan tersebut selanjutnya akan dianalisis untuk menjadi variabel tambahan dalam sebuah penelitian.

Metode Pengukuran Skala Likert

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, summated rating scale merupakan metode skala bipolar yang digunakan untuk mengukur tanggapan positif maupun negatif terhadap suatu pernyataan. Secara umum, pengukuran skala likert bisa dilakukan dengan berbagai metode berikut ini.

1. Kuesioner
Angket atau kuesioner adalah salah satu teknik pengumpulan data yang dibuat dengan cara memberikan pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Jawaban dari daftar pertanyaan tersebut akan dikumpulkan sebagai data. Data tersebut nantinya akan diolah kembali dan dijadikan hasil dari sebuah penelitian.

2. Checklist
Metode selanjutnya adalah metode checklist. Metode ini adalah salah satu metode informal dalam penelitian observasi dimana peneliti atau observer telah menentukan indikator perilaku yang akan di observasi dalam penelitian ke dalam sebuah tabel. Selain itu, metode ini dianggap memiliki derajat selektivitas yang tinggi karena observer biasanya hanya fokus pada kategori perilaku yang telah ditentukan saja.

Contoh Skala Likert

Pada umumnya, bahan penelitian yang menggunakan skala Likert dibuat dalam bentuk kuisioner pilihan ganda. Setiap jawaban biasanya terdiri dari beberapa respons mulai dari yang positif hingga negatif. Berikut ini contoh skala Likert pada kuisioner.

Contoh:

Sekelompok tim koki melakukan penelitian untuk menguji bahan makanan. Skor 5 untuk responden yang menjawab sangat suka, skor 4 untuk responden yang menjawab suka. Sementara itu, responden yang menjawab netral diberi skor 3, untuk yang menjawab tidak suka diberi skor 2 dan responden yang memilih sangat tidak suka akan diberi nilai 1.

Kuisioner di sebar ke sebanyak 100 responden dengan hasil sebagai berikut:

  • Responden yang menjawab sangat suka berjumlah 14 orang
  • Responden yang menjawab suka berjumlah 8 orang
  • Responden yang menjawab netral berjumlah 21 orang
  • Responden yang menjawab tidak suka sebanyak 26 orang
  • Responden yang mejawab sangat tidak suka berjumlah 31 orang.

Perhitungan Skor:

Untuk menghitung skor penilaian tersebut, dapat dilakukan dengan menggunakan rumus TxPn, yaitu total responden dikali total skor penilaian. Sehingga, hasil dari skor tersebut adalah:

  • Sangat Suka (SS) = 14 x 5 =70
  • Suka (S) = 8 x 4 = 32
  • Netral (N) = 21 x 3 = 63
  • Tidak Suka (TS) = 26 x 2 = 52
  • Sangat Tidak Suka (STS) = 31×1 = 31

Hasil dari skor tersebut kemudian dijumlahkan, sehingga total skor dari nilai responden adalah 248.

Kelebihan

Ada beberapa kelebihan yang bisa didapat dari menggunakan skala Likert untuk proses pengumpulan data variabel penelitian, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Lebih mudah untuk diterapkan.
  2. Bebas untuk menentukan pertanyaan atau pernyataan sesuai dengan konteks permasalahan yang dibahas dalam suatu penelitian.
    Jawaban suatu pilihan dapat berupa alternatif, sehingga informasi mengenai pilihan tersebut dapat diperjelas.
  3. Hasil pengukuran dapat diperoleh dengan cepat.

Kekurangan

Meskipun ada banyak kelebihan yang dimiliki oleh skala Likert dalam mengukur data, ternyata masih terdapat beberapa kekurangan dalam penggunaan skala Likert, yakni sebagai berikut.

  1. Skala Likert hanya mampu mengurutkan individu dalam skala, tetapi tidak dapat membandingkan apakah individu tersebut lebih baik daripada individu lain. Sebab, ukuran yang digunakan dalam skala ini adalah ukuran ordinal.
  2. Terkadang, total skor dari individu tidak memberikan arti yang jelas. Sebab, ada banyak pola respons terhadap beberapa pernyataan dengan skor yang sama. Hal ini merupakan salah satu kesalahan yang dapat terjadi dari suatu respons dalam kuesioner.

Demikian pembahasan mengenai pengertian skala likert, contoh dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya. Ingin belajar lebih lanjut, kunjungi ITBOX.

Share Artikel
Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping

Level

Course Level

Category

Skill