Flowchart adalah diagram alur yang membantu memahami sebuah proses langkah demi langkah lewat tampilan visual. Anggap saja flowchart seperti peta yang menunjukkan dari mana kamu mulai, keputusan apa yang harus diambil, dan ke mana proses itu berakhir.
Dalam dunia pemrograman, flowchart juga berperan sebagai bagian penting dalam menyusun algoritma, karena membantu merapikan alur logika sebelum diterjemahkan ke dalam kode.
Di artikel ini, kami akan menemani kamu memahami flowchart dengan cara yang lebih santai dan mudah dicerna. Kita akan bahas mulai dari pengertian flowchart, simbol dan strukturnya, sampai contoh flowchart yang sering dipakai.
Daftar Isi Artikel
ToggleDefinisi Flowchart
Secara sederhana, flowchart adalah representasi visual dari urutan langkah sebuah proses. Awalnya, flowchart banyak dipakai di dunia pemrograman untuk menjelaskan logika algoritma. Tapi sekarang, penggunaannya sudah jauh lebih luas.
Flowchart bisa kamu temui di mana-mana. Mulai dari alur pendaftaran akun, proses checkout di e-commerce, sampai langkah kerja mesin di pabrik. Dengan flowchart, proses yang tadinya terasa rumit bisa terlihat lebih rapi dan mudah dipahami.
Bayangkan kamu lagi merakit furnitur dari IKEA. Kalau hanya baca teks panjang, pasti bikin bingung. Tapi dengan gambar langkah demi langkah, semuanya terasa lebih jelas. Nah, flowchart bekerja dengan prinsip yang sama.
Contoh Simbol Flowchart dan Artinya

Flowchart disusun dari simbol-simbol standar. Setiap simbol flowchart punya peran masing-masing, seperti rambu lalu lintas di jalan. Kalau kamu paham artinya, membaca flowchart jadi jauh lebih mudah.
- Terminal: Simbol berbentuk oval ini menandakan awal dan akhir proses. Ibaratnya, ini adalah garis start dan finish.
- Process: Simbol persegi panjang yang menunjukkan aksi atau aktivitas. Misalnya menghitung data, menyimpan informasi, atau menjalankan perintah tertentu.
- Dokumen: Simbol ini mewakili dokumen atau laporan, baik dalam bentuk cetak maupun digital.
- Decision: Simbol berbentuk belah ketupat yang menandakan pengambilan keputusan. Mirip seperti pertigaan jalan: kalau jawabannya ya, ke kiri; kalau tidak, ke kanan.
- Input / Output: Simbol jajar genjang yang menunjukkan proses data masuk atau keluar, seperti memasukkan angka atau menampilkan hasil.
- On-Page Reference: Digunakan untuk menyambungkan alur flowchart yang terpisah, tapi masih berada di halaman yang sama.
- Off-Page Reference: Berfungsi untuk menyambungkan flowchart ke halaman lain jika diagramnya sudah terlalu panjang.
- Delay: Simbol ini menandakan adanya penundaan proses, misalnya menunggu input atau jeda waktu tertentu.
- Flow: Garis atau anak panah yang berfungsi sebagai penghubung antar langkah, supaya alur proses tidak terputus.
Struktur Flowchart
Selain simbol, flowchart juga punya struktur alur. Struktur ini membantu kamu menentukan bagaimana proses berjalan dari awal sampai akhir.
1. Struktur Sequence
Struktur sequence adalah alur paling sederhana. Proses berjalan lurus dari atas ke bawah tanpa percabangan atau pengulangan.
Contohnya seperti resep masakan: langkah pertama, kedua, lalu ketiga, sampai selesai.
2. Struktur Branching
Struktur branching digunakan ketika ada pilihan atau kondisi tertentu.
Contohnya seperti pertanyaan, “Apakah angka ini genap?” Jika iya, lanjut ke proses A. Jika tidak, lanjut ke proses B.
3. Struktur Looping
Struktur looping dipakai saat sebuah proses perlu diulang sampai kondisi tertentu tercapai.
Ibaratnya seperti mencuci baju; kalau masih kotor, dicuci lagi sampai bersih.
Ketiga struktur ini bisa digabungkan untuk membentuk flowchart yang lebih kompleks.
Contoh-Contoh Flowchart

Supaya makin kebayang, berikut beberapa contoh flowchart berdasarkan fungsinya:
1. System Flowchart
System flowchart menggambarkan alur kerja sebuah sistem secara menyeluruh, termasuk proses dan aliran datanya.
Flowchart ini sering digunakan untuk menjelaskan sistem di perusahaan, organisasi, atau aplikasi.
2. Document Flowchart
Document flowchart digunakan untuk menunjukkan alur dokumen, mulai dari pencatatan, pemrosesan, hingga penyimpanan.
Contohnya adalah alur laporan keuangan atau administrasi di sebuah perusahaan.
3. Schematic Flowchart
Schematic flowchart menampilkan alur sistem dengan gambar yang lebih realistis, seperti komputer, mesin, atau perangkat lain.
Flowchart ini cocok digunakan saat menjelaskan sistem ke orang yang belum terbiasa dengan simbol flowchart standar.
4. Program Flowchart
Program flowchart digunakan untuk menjelaskan langkah-langkah logika dalam pembuatan program atau aplikasi.
Bagi programmer, flowchart ini seperti coretan rencana sebelum mulai menulis kode.
5. Process Flowchart
Process flowchart banyak digunakan di dunia industri dan manufaktur untuk menganalisis urutan proses kerja.
Dengan flowchart ini, proses yang kurang efisien bisa lebih mudah ditemukan dan diperbaiki.
Manfaat Flowchart
Menggunakan flowchart memberikan banyak keuntungan, di antaranya:
- Membantu kamu memahami proses yang kompleks.
- Memudahkan komunikasi antar anggota tim.
- Menemukan langkah yang tidak efisien atau tidak memberi nilai tambah.
- Menjadi dasar untuk memperbaiki atau mengembangkan proses baru.
- Membantu dokumentasi sistem dan alur kerja.
Memahami Logika Algoritma Flowchart Bersama ITBOX
Kalau selama ini flowchart terasa membingungkan, sebenarnya yang kamu butuhkan hanyalah pendekatan belajar yang tepat. Memahami alur berpikir, logika, dan dasar coding akan jauh lebih mudah kalau dipelajari secara runtut dan aplikatif.
Di ITBOX, kami menyediakan kelas online yang ramah untuk pemula. Lewat Kursus Algoritma dengan Bahasa C, kamu akan belajar dasar algoritma sekaligus konsep pemrograman menggunakan bahasa C.
Selain itu, di Kursus Bahasa Pemrograman, kamu juga akan mengenal fundamental coding dan memahami berbagai bahasa populer seperti C, Java, JavaScript, dan Python.
Semua materi disusun step by step, tanpa lompatan konsep, dan didukung mentor serta komunitas yang siap menemani proses belajarmu.
Mulai dari memahami logika sistem, membangun website, hingga mengembangkan aplikasi mobile, pembelajaran diarahkan agar kamu siap menghadapi kebutuhan dunia nyata, bukan sekadar paham teori.


