Doxing adalah istilah yang sedang ramai diperbincangan di masyarakat, terutama dalam hal serangan digital. Ini adalah praktik yang kontroversial di dunia digital karena dapat sangat merugikan korbannya.
Hampir semua doxing dilakukan untuk motif yang negatif. Doxing adalah praktik pengumpulan dan publikasi data pribadi seseorang tanpa seizin mereka. Sebenarnya, hal ini sangatlah bahaya karena informasi tersebut dapat disalahgunakan sehingga menyebabkan kerugian bagi korbannya.
Yuk, simak artikel berikut ini untuk mengetahui selengkapnya tentang apa itu doxing!
Daftar Isi Artikel
ToggleDoxing Adalah
Di zaman era digital ini, ada berbagai jenis kejahatan siber yang terjadi. Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan istilah doxing. Apa itu doxing?
Doxing adalah tindakan mencari dan menyebarluaskan informasi pribadi seseorang secara publik tanpa seizin mereka. Biasanya, hal ini terjadi secara online lewat sosial media dan sebagainya.Â
Ada beberapa jenis data yang diincar oleh pelaku, yaitu nama lengkap, nomor telepon, alamat rumah, email, informasi keuangan, dan detail pribadi lainnya.
Tindakan ini dilakukan dengan berbagai motif dibaliknya, yaitu untuk menimbulkan gempar, rasa malu, hingga ancaman kepada target korban.
Pelaku doxing mencari informasi lewat basis data yang tersedia untuk umum seperti media sosial Facebook, Instagram, dan sebagainya dengan cara meretas ataupun merekayasa.
Doxing seringkali dikatikan dengan kegiatan stalking atau penguntitan. Namun ini juga bisa dilakukan karena beberapa alasan yaitu untuk melakukan penginaan secara online, menimbulkan bahaya, pelecehan, hingga bisa juga untuk membantu para penegak hukum untuk keadilan.
Sebagian kasus doxing menyebabkan para korbannya ketakutan dan merasa terancam.
Jenis-Jenis Doxing
Umumnya, ada 3 jenis praktik doxing. Berikut penjelasannya :
1. Targeting
Jenis doxing yang pertama yaitu targeting. Ini adalah tindakan doxing yang sudah memiliki target. Nantinya, pelaku akan menyebarkan identitas korban sehingga korban dapat ditemukan dan dihubungi.
Pelaku doxing targeting menyebarkan data seperti nama, alamat, atau nomor telepon. Jenis doxing ini sangat berbahaya bagi korban, karena korban bisa kapan saja mendapat teror hingga ancaman dari orang lain.
2. Deanonymizing
Selanjutnya, ada jenis doxing bernama deanonymizing. Jenis doxing ini adalah tindakan doxing yang membongkar identitas akun anonim atau akun yang identitasnya tersembunyi.
Biasanya tindakan doxing ini bisa terjadi karena rasa penasaran orang yang ingin mengetahui siapa pemilik akun anonim atau tersembunyi itu.
Seperti contohnya yaitu akun sosial media anonim namun populer serta memiliki jumlah followers yang banyak. Pasti para netizen akan penasaran dengan siapa pemilik asli dari akun tersebut. Inilah yang memicu adanya tindakan doxing.
Umumnya jenis doxing ini tidak memiliki motif kriminal untuk pemerasan, namun hanya untuk rasa penasaran saja.
3. Delegitimizing
Jenis doxing yang terakhir yaitu delegitimizing. Ini adalah jenis doxing yang dilakukan untuk menjatuhkan kredibilitas korban. Korban doxing delegitimizing yaitu tokoh penting seperti pejabat.
Doxing ini lebih cenderung kearah ancaman kepada orang yang menyembunyikan rahasia. Orang yang memiliki rahasia pasti memiliki alasan tersendiri kenapa mereka menyimpan informasi tersebut, entah untuk menjaga nama ataupun yang lainnya.
Ini dapat berbahaya bagi korban dan membuat mereka terancam, karena jika rahasia itu disebarkan beberapa pihak dapat mengalami kerugian.
Cara Kerja Doxing
Proses doxing bisa melibatkan beberapa langkah yang bervariasi tergantung pada siapa yang melakukan doxing. Berikut cara kerja doxing :
1. Mengumpulkan Informasi
Langkah pertama doxing adalah mengumpulkan informasi pribadi target doxing. Informasi tersebut bisa didapatkan dari berbagai sumber database. Contohnya yaitu lewat informasi pribadi seperti sosial media, basis data publik, hingga bisa juga interaksi langsung dengan target.
2. Menelusuri Jejak Digital
Setelah mengumpulkan informasi pribadi mengenai target tersebut, langkah berikutnya yaitu melakukan penelusuran jejak digital untuk mencari informasi tambahan yang relevan.
Pelaku bisa melakukannya lewat berbagai cara, seperti menelusuri profil media sosial, pencarian di mesin pencari, analisis aktivitas online target, hingga penelusuran ke forum dan website tertentu.
Tujuan dilakukan hal tersebut yaitu untuk mencari tahu gambaran minat hingga kebiasaan dari target. Nantinya, informasi tersebut dapat digunakan untuk melakukan serangan doxing.
3. Mencari Informasi Sensitif
Meskipun pelaku sudah memiliki informasi yang dibutuhkan, namun pelaku akan mencari lagi informasi yang paling sensitif dan berpotensi untuk menimbulkan kerugian bagi target.
Hal ini termasuk informasi seperti nama lengkap, nomor telepon dan alamat email, alamat rumah, informasi pekerjaan dan keuangan, serta informasi pribadi lainnya yang dapat digunakan untuk menghubungi target.
Pelaku akan menggunakan berbagai macam cara, bahkan hingga melakukan phising. Cara kerjanya yaitu mereka akan mengirimkan pesan teks atau email yang mengaku dari pihak berwenang tertentu. Ini dilakukan untuk memancing korban untuk memasukan informasi pribadi.
Nantinya, informasi tersebut dapat disalahgunakan. Karena itulah sebaiknya Anda harus terus waspada dengan pesan teks yang masuk mengenai informasi atau pemberitahuan tertentu. Pastikan bahwa pengirim pesan tersebut merupakan pihak yang berwenang atau asli.
4. Menyebarkan atau Mempublikasikan Informasi
Langkah terakhir cara kerja doxing adalah menyebarkan atau mempublikasikan informasi yang telah dikumpulkan secara online. Pelaku akan menggunakan berbagai platform seperti media sosial, forum, website, atau platform publik lainnya untuk memposting informasi tersebut.
Tujuannya yaitu agar informasi tersebut dapat dilihat dan digunakan oleh orang lain secara publik tanpa seizin dari target.
Melindungi Diri dari Doxing
Memang, efek dari doxing sangatlah berbahaya. Karena itulah kita harus mengambil langkah untuk melindungi diri dari doxing :
1. Menjaga Keamanan Data
Keamanan data yang ada di akun online wajib dijaga agar informasi pribadi Anda terlindungi. Caranya yaitu dengan menggunakan kata sandi yang kuat, serta memperbarui software secara teratur.
2. Berhati-Hati Dalam Menyebarkan Informasi Pribadi
Internet adalah tempat yang berbahaya karena ada banyak kejahatan siber yang terjadi. Karena itulah, lindungi data-data Anda dan jangan sampai menyebarkan informasi pribadi Anda di dunia maya secara sembarangan.
Perlu diingati, bahwa jejak digital bisa tidak hilang. Berhati-hatilah dengan apa yang Anda tulis atau posting secara online.
3. Memahami Risiko
Agar lebih waspada terhadap doxing, Anda harus memahami risiko jika membagikan informasi pribadi secara online. Anda juga bisa mempertimbangkan konsekuensi yang bisa didapatkan sebelum Anda membagikan informasi tersebut.
Untuk lebih amannya lagi, Anda bisa mengatur privasi Anda di platform sosial media agar membatasi akses orang asing untuk melihat informasi pribadi Anda.
Kesimpulan
Bisa dipahami, bahwa doxing adalah praktik yang bisa mengancam privasi serta keamanan online seseorang dengan mencari dan mempublikasikan data pribadi mereka tanpa izin. Untuk itulah, penting bagi Anda untuk memahami bagaimana cara kerja doxing serta cara melindungi diri dari doxing.
Untuk memahami lebih lanjut bagaimana cara kerja keamanan cyber, yuk ikut kursus Cyber Security di ITBOX!


