Saat mulai belajar algoritma pemrograman, memahami konsep dasarnya menjadi langkah penting sebelum terjun lebih dalam ke dunia coding. Algoritma sendiri dapat diibaratkan sebagai serangkaian langkah logis untuk menyelesaikan masalah secara sistematis.
Dengan pemahaman algoritma yang kuat, kamu bisa menulis program yang lebih efisien, rapi, dan mudah dikembangkan.
Meski begitu, banyak pemula sering bingung harus mulai dari mana, apakah langsung belajar bahasa pemrograman, atau justru memahami algoritmanya terlebih dahulu? Mari pahami hal-hal berikut ini sebelum belajar algoritma pemrograman.
Daftar Isi Artikel
ToggleBisakah Belajar Pemrograman Secara Otodidak?
Jawabannya: tentu bisa. Banyak programmer sukses memulai perjalanan mereka secara otodidak dengan belajar melalui kursus online, video, atau forum. Namun, tantangannya terletak pada konsistensi dan pemahaman dasar.
Tanpa pemahaman algoritma, belajar coding sering kali terasa membingungkan karena tidak tahu “mengapa” sebuah program harus dibuat dengan cara tertentu.
Oleh karena itu, memahami algoritma lebih dulu akan membantu kamu berpikir secara logis sebelum menulis framework.
Cara Belajar Algoritma Pemrograman untuk Pemula

Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti agar proses belajar algoritma lebih mudah dan terarah.
1. Menentukan Tujuan Belajar Algoritma
Sebelum mulai, tentukan tujuan yang ingin kamu capai.
Misalnya, apakah kamu ingin memahami logika dasar untuk belajar bahasa seperti C atau Python, atau ingin memperkuat kemampuan problem solving agar bisa mengikuti kompetisi coding? Menentukan tujuan akan membuat proses belajarmu lebih fokus dan terukur.
2. Membaca dan Membuat Pseudocode
Pseudocode adalah bentuk penulisan algoritma menggunakan bahasa sehari-hari yang menyerupai kode program. Tujuannya untuk membantu kamu memahami alur logika tanpa harus terikat pada aturan sintaks tertentu.
Latih diri membuat pseudocode dari masalah sederhana, seperti menghitung luas segitiga atau menentukan bilangan ganjil dan genap.
3. Membuat Flowchart sebagai Visualisasi Algoritma
Flowchart membantu kamu memvisualisasikan langkah-langkah algoritma dalam bentuk diagram. Gunakan simbol-simbol seperti oval (mulai/selesai), parallelogram (input/output), dan diamond (kondisi/percabangan) untuk menggambarkan alur proses secara jelas.
4. Menerapkan Struktur Algoritma
Setelah memahami dasar logika, mulailah menerapkan struktur algoritma seperti sekuensial, percabangan (if/else), dan perulangan (looping).
Ini adalah fondasi utama dalam semua bahasa pemrograman. Kamu bisa mempraktikkannya langsung menggunakan bahasa sederhana seperti C atau Python agar konsepnya semakin melekat.
Keunggulan Belajar Algoritma di ITBOX

Kalau kamu ingin belajar algoritma secara lebih terarah, ITBOX menyediakan metode pembelajaran yang dirancang khusus untuk pemula.
1. Metode dan Materi Pembelajaran yang Mudah Dipahami
Materinya disusun dengan pendekatan bertahap agar mudah diikuti, bahkan oleh yang belum pernah belajar coding sebelumnya.
2. Kurikulum yang Sudah Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri
Setiap modul disusun berdasarkan kebutuhan nyata dunia kerja, sehingga apa yang kamu pelajari relevan dengan praktik di lapangan.
3. Pembelajaran Fleksibel Sesuai Jadwal Anda
Kamu bisa belajar kapan saja dan di mana saja, menyesuaikan dengan waktu luang tanpa khawatir tertinggal materi.
Belajar Algoritma Pemrograman secara Lengkap di ITBOX
Memahami algoritma adalah dasar utama sebelum melangkah ke tahap coding. Tanpa fondasi ini, menulis program bisa terasa seperti menebak-nebak logika. Dengan menguasai algoritma, kamu akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan di dunia pemrograman dan berpikir lebih sistematis dalam menyelesaikan masalah.
Di ITBOX, kamu bisa mulai dari kursus Fundamental Algoritma Pemrograman untuk memahami logika dasar, lalu lanjut ke Fundamental C, Java, JavaScript & Python Complete Series agar kemampuan codingmu semakin matang.


