Mempelajari Google Sandbox cukup penting terutama bagi kamu selaku pemilik website. Agar bisa keluar dari filter tersebut, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu penyebab kondisi ini lalu mengambil langkah pencegahan. Umumnya pemilik situs melakukan optimasi ulang untuk memperbaiki stabilitas posisi website.
Sebenarnya apa itu Google Sandbox? Apa penyebab dan cara mengatasinya? Bagaimana cara mengeceknya?. Berikut penjelasannya di bawah ini.
Daftar Isi Artikel
ToggleApa itu Google Sandbox?
Google Sandbox adalah sebuah istilah dimana Google menempatkan website baru di dalam sebuah filter terlebih dahulu yang menyebabkan website baru belum dapat ranking maksimal. Alasan Google membuat Google Sandbox adalah karena website baru umumnya lebih cenderung di spam agar dapat langsung ranking di Google. Oleh sebab itu, jika Anda perhatikan, website baru meskipun sudah di backlink juga keywordnya belum dapat ranking, jikapun sudah ranking, akan mudah hilang muncul di SERP.
Hal ini bertujuan untuk memfilter mana owner website yang serius untuk membangun website nya dalam jangka panjang dengan rutin posting konten yang berkualitas dan owner website yang tidak.
Penyebab Utama Website Mengalami Google Sandbox
Salah satu tanda apakah website mengalami Google Sandbox atau tidak yaitu sering mengalami deindeks dan traffic yang turun secara signifikan, berikut beberapa penyebabnya.
1. Optimasi On Page yang Berlebihan
Optimasi yang dilakukan secara berlebihan akan menyebabkan artikel dianggap sampah. Kata kunci atau keyword memang membantu website mendapatkan indeks, tetapi jika berlebihan tidak disukai Google.
Itulah kenapa dalam satu artikel yang memiliki 1.000 kata, jumlah kata kunci yang harus ada di sana sekitar 5-10 atau maksimal 1%. Namun, beberapa praktisi SEO ada yang memakai maksimal 2%.
Kamu boleh menggunakan standar yang mana saja. Pada dasarnya Google tidak memiliki pakem yang bisa diikuti. Apabila algoritma yang dimiliki juga selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu.
2. Copy Paste Artikel
Cara termudah untuk ditemukan oleh Google adalah dengan membuat artikel dalam jumlah banyak. Nantinya artikel itu akan ditanam atau dimasukkan kata kunci tertentu yang memang sudah menjadi target.
Sayangnya membuat artikel yang berkualitas bukan pekerjaan yang mudah. Kamu harus melakukan riset hingga membuat narasi yang tepat. Selain itu juga harus membuat artikel yang unik meski temanya sama.
Karena membuat artikel sendiri cukup menyulitkan, beberapa orang akhirnya memilih melakukan copas atau parafrase. Padahal cara ini tidak bisa dilakukan karena akan dianggap melanggar aturan.
3. Backlink yang Buruk
Backlink sangat bermanfaat untuk mendongkrak ranking yang dimiliki oleh website. Semakin tinggi website yang memberikan backlink, semakin besar juga traffic atau kualitas dari websitenya.
Sayangnya saat ini banyak sekali orang yang menggunakan backlink palsu atau yang buruk. Misal dari website yang dianggap Google sebagai sampah sehingga kualitas backlink juga jelek.
Apabila website memiliki terlalu banyak backlink yang buruk, kemungkinan besar bisa memicu kondisi deindeks. Jadi, pastikan berhati-hati apabila ingin bermain-main dengan hal ini.
4. Banyak Broken Link
Saat sedang membangun website, seseorang akan memasukkan eksternal link. Dengan melakukan itu, optimasi artikel atau konten yang ada di dalamnya bisa berjalan dengan baik.
Sayangnya apabila seseorang melakukan penambahan link eksternal secara berlebihan, ada kemungkinan terjadi broken. Hal ini bisa terjadi karena link salah input atau lainnya.
Link yang broken ini harus segera diatasi agar tidak menyebabkan masalah. Salah satunya adalah Google menganggap halaman itu buruk dan tidak mau mengindeksnya lagi meski konten di dalamnya berkualitas.
5. Melakukan Duplikat Konten
Google tidak suka website yang sering melakukan duplikasi. Bahkan meski duplikasi itu dilakukan secara internal. Misal ada banyak kata atau kalimat yang dipakai berulang kali.
Duplikasi konten di berbagai halaman website bisa menyebabkan kamu mendapatkan reward Google Sandbox. Tentu kamu tidak mau mengalami hal seperti itu, bukan?
6. Melakukan Ping Berlebihan
Melakukan ping bisa membuat website jadi cepat terindeks di mesin pencari. Namun, jika dilakukan secara berlebihan akan dianggap melakukan tindakan spamming.
Normalnya ping bisa dilakukan dilakukan selama 2-3 kali seminggu. Lakukan sesuai kebutuhan saja atau bertahap.
7. Melakukan Spam
Penyebab terakhir yang membuat website mendapatkan ganjaran Google Sandbox adalah kerap melakukan spam. Hal ini menyebabkan website dianggap sampah oleh Google dan mendapatkan deindeks.
Spam yang dianggap sampah biasanya terdiri dari sering membuat konten palsu, melakukan redirect ke halaman lain, hingga teks tersembunyi yang dimaksudkan untuk Google Bot.
Apabila terdeteksi oleh sistem yang dimiliki oleh Google, kemungkinan besar bisa langsung mengalami deindeks. Website jadi sulit ditemukan dengan kata kunci apa pun.
Cara Mengetahui Website Terkena Sandbox
Pengecekan bisa dilakukan dengan menggunakan dua cara. Pertama adalah pengecekan yang dilakukan secara manual. Kedua adalah pengecekan yang dilakukan dengan menggunakan tools.
Apabila ingin melakukan pengecekan secara manual, seseorang bisa mengecek dasbor untuk melihat perkembangan traffic. Selain itu juga bisa melihat Google juga bisa dilakukan untuk pengecekan manual. Jadi, kamu akan tahu apakah website itu mengalami deindeks atau tidak.
Khusus untuk pengecekan memakai tools bisa mengikuti beberapa cara di bawah ini.
- Masuk ke website Ahrefs atau sejenisnya.
- Lakukan pendaftaran atau membayar biaya berlangganan.
- Setelah masuk ke dalamnya, bisa langsung melakukan pengecekan website.
- Begitu pengecekan selesai akan muncul daftar dari link atau tautan yang rusak atau dianggap spam.
- Hapus yang dianggap spam agar penalti dari Google hilang.
Selain tools Ahrefs, tools lainnya caranya kurang lebih akan sama. Jadi, pilih tools yang menurut kamu paling sesuai dengan kebutuhan.
Cara Mengatasi Google Sandbox
Terkena Google Sandbox memang akan menghambat perkembangan situs. Namun, semua itu bukanlah akhir, kamu masih dapat mengatasinya dengan beberapa metode. Tanpa panjang lebar, berikut ini adalah cara mengatasi Google Sandbox:
Perbaiki konten duplikat
Cara pertama mengatasi Google Sandbox adalah memperbaiki setiap konten duplikat yang ada pada situs. Duplikasi internal masih dapat diatasi dengan cara mengubah atau mengedit konten, baik itu menambahkan frasa atau melakukan parafrase. Namun jika konten duplikat berasal dari copy paste, maka kamu sebaiknya menghapus konten tersebut.
Hapus broken link
Cara selanjutnya yaitu menghapus tautan rusak atau broken link, baik inbound maupun outbound link. Bila perlu kamu dapat periksa semua link pada konten satu per satu guna memastikan apakah terjadi kesalahan ketik atau memang halaman link target sudah tidak ada. Jika memang terdapat broken link, kamu dapat menggantinya dengan teks biasa.
Perbaiki strategi SEO
Memperbaiki strategi SEO bisa dimulai dengan memeriksa setiap halaman yang ada dalam website. Kamu dapat menghapus atau mengganti kata kunci menggunakan frasa lain jika jumlah keyword pada suatu halaman berlebihan. Sebaliknya, kamu dapat menambahkan kata kunci jika jumlahnya kurang. Pada intinya jangan menyisipkan keyword berlebihan karena berpengaruh terhadap kualitas konten itu sendiri.
Hindari ping berlebihan
Melakukan ping memang menjadi salah satu metode optimasi SEO yang cukup efektif. Namun, jika dilakukan secara berlebihan malah berdampak negatif untuk website. Hal ini sering dilakukan pemula dimana mereka melakukan ping terlalu sering dalam kurun waktu 24 jam. Ping yang baik idealnya dilakukan dua atau tiga kali dalam seminggu.
Periksa backlink website
Cara mengatasi Google Sandbox lainnya yaitu memeriksa semua backlink yang mengarah ke situs web. Kamu dapat menggunakan tools seperti SEO SpyGlass atau alat sejenis lainnya. Cek apakah backlink berasal dari sumber yang jelek atau kualitasnya rendah. Selanjutnya kamu dapat melakukan disavow link atau menolak tautan tersebut.
Jika Anda masih belum memahami atau ingin memiliki pengetahuan yang lebih dalam Anda harus mengikuti kursus IT di ITBOX.ITBOX merupakan kelas kursus online yang dibimbing langsung oleh praktisi profesional dan sudah memiliki sertifikasi internasional.


