Memahami pengertian statistika adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang statistik. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian statistika adalah ilmu yang mempelajari tentang cara mengumpulkan, menabulasi, menganalisis dan menemukan keterangan dari data. Inilah mengapa pengertian statistika adalah bisa dianggap sebagai ilmu yang mempelajari data.
Daftar Isi Artikel
TogglePengertian Statistika
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), statistika adalah ilmu tentang cara mengumpulkan, mentabulasi, menggolong-golongkan, menganalisis, serta mencari keterangan dari data yang berbentuk angka.
Statistika adalah suatu ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan fakta, pengolahan, penganalisaan dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk numerik atau angka. Dengan kata lain, statistik digunakan untuk menyatakan sekumpulan fakta yang umumnya berbentuk angka untuk menggambarkan makna tertentu.
Oleh karena itu, ilmu statistika ini sering ditemukan dalam berbagai macam penelitian yang membutuhkan proses pengolahan data yang rumit. Dalam hal ini, statistika berperan untuk memudahkan peneliti dalam mengolah data dan menarik kesimpulan mengenai fakta yang terwakili oleh data-data tersebut.
Fungsi statistika
Secara khusus statistika mempunyai tiga fungsi yaitu:
1. Bank data
Ilmu statistika berfungsi sebagai bank data atau penyedia atau sumber suatu data. Data tersebut dapat dibaca, dianalisis maupun diolah untuk menjelaskan suatu keadaan. Misalkan suatu penelitian ilmiah memerlukan data. Data tersebut akan diambil secara statistika dengan cara sampling.
2. Alat kontrol kualitas
(quality control) Ilmu statistika berfungsi sebagai alat dalam kontrol kualitas suatu populasi data. Ilmu statistika sebagai kontrol kualitas berfungsi dalam pengawasan, misalnya variabel mana yang tidak berfungsi, tidak sesuai, tidak efektif, dan menetapkan standar dari suatu keadaan. Misalnya dalam industri transportasi, angka digunakan sebagai standar kualitas suatu kendaraan. Data diambil melalui pengujian, dan dinalisa secara statistka untuk memnentukan apakah kendaraan tersebut sesuai dengan standar yang berlaku atau tidak.
3. Pemecahan masalah
Data yang diolah melalui ilmu statistika berfungsi untuk membantu pemecahan masalah. Tren dari data bisa memberikan prediksi keadaan di masa mendatang yang berguna untuk pengambilan keputusan di masa sekarang. Hal ini bertujuan untuk menghindari suatu resiko atau kejadian buruk dalam suatu populasi di masa depan. Contoh statistika dalam pemecahan dan pengambilan keputusan adalah masalah limbah global. Ilmu statistik dapat memperkirakan pada tahun 2025 limbah dunia akan melonjak sebanyak 70 persen. Hal tersebut dapat mengantar manusia pada pengambilan keputusan untuk menghindari scenario terburuk dari peningkatan jumlah sampah.
Jenis-Jenis Statistika Berdasarkan Pengolahan Data
Sebenarnya, jenis-jenis statistika apabila dirunut dari tinjauannya, jumlahnya ada banyak. Berdasarkan ruang lingkup penggunaannya, statistika dapat dibagi menjadi: statistika sosial, statistika ekonomi, statistika pendidikan, statistika pertanian, statistika kesehatan, statistika perusahaan, statistika kimia, statistika psikologi dan statistika biologi.
Sementara itu, apabila ditinjau dari fungsinya dalam pengolahan data, maka statistika dapat dibagi menjadi Statistika Deskriptif dan Statistika Inferensial.
1. Statistika Deskriptif
Yakni jenis statistika yang menggambarkan dan menganalisis kelompok data tanpa menarik kesimpulan mengenai kelompok data yang lebih besar. Singkatnya, statistika deskriptif ini hanya memberikan informasi tentang data yang dimiliki saja, tanpa bermaksud untuk menguji hipotesis maupun menarik kesimpulan yang digeneralisasikan untuk populasi.
Statistika jenis ini memang hanya digunakan untuk menyajikan dan menganalisis data supaya lebih bermakna dan komunikatif. Tentunya, disertai penghitungan-penghitungan sederhana yang bersifat memperjelas keadaan dan atau karakteristik data yang bersangkutan.
Contoh statistika deskriptif ini adalah data tentang jumlah siswa di sekolah, jumlah burung di suatu penangkaran, jumlah kelulusan siswa setiap tahunnya, dan lainnya. Data-data deskriptif nantinya akan disajikan ke dalam bentuk tertentu, misalnya tabel, baik dengan distribusi frekuensi tunggal atau berkelompok, histogram, dan poligon, supaya mudah serta cepat dipahami.
Keberadaan statistika deskriptif ini dikenal juga dengan statistika dasar yang menggunakan penghitungan sederhana. Sebut saja ada penghitungan frekuensi, frekuensi kumulatif, persentase, persentase kumulatif, tingkat persentil, skor tertinggi dan terendah, rerata hitung, simpangan baku, varian (ragam), hingga pembuatan tabel silang. Pada jenis statistika ini, nantinya akan meliputi:
- Penyajian data, berupa distribusi frekuensi; penyajian grafik, bagan dan diagram.
- Klasifikasi data, yang kemudian dikelompokkan menjadi:
- Ukuran tendensi sentral: mean, median, modus, pembagian distribusi (kuartil, desil, persentil)
- Ukuran dispersi (sebaran): selang (range), varian dan deviasi standar, koefisien keragaman, kesalahan baku dari rerata (standard error), estimasi selang kepercayaan rerata, Z score; ukuran bentuk (skewness, kurtosis, box- plot), angka indeks; dan time series (deret waktu atau data berkala)
2. Statistika Inferensial
Yakni jenis statistika yang menyangkut adanya kesimpulan secara valid, biasanya juga turut memasukkan unsur peluang dalam penarikan kesimpulan. Statistika inferensial ini dianggap menjadi bagian statistika yang berkaitan dengan cara-cara menganalisis data (sampel) dan pengambilan kesimpulan, tentu saja berkaitan dengan masalah estimasi parameter populasi dan pengujian hipotesis. Statistika inferensial adalah statistika yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan yang bersifat umum dari data sampel yang telah dianalisis.
Hal-hal yang berhubungan dengan statistika jenis ini adalah:
- Penafsiran karakteristik populasi dengan menggunakan data dari sampel.
- Memprediksi masalah untuk masa yang akan datang.
- Menentukan pengaruh variabel, hubungan antar variabel, dan menguji hipotesis.
- Penarikan kesimpulan secara umum mengenai populasi.
Apabila ditinjau dari bentuk distribusi parameternya, maka statistika inferensial dapat dibagi lagi menjadi Statistika Parametrik dan Statistika Nonparametrik.
a) Statistika Parametrik
Menggunakan asumsi tentang populasi dan membutuhkan pengukuran kuantitatif dengan skala data interval (selang) atau rasio. Parameter populasinya diketahui dengan mengikuti distribusi normal dan memiliki varian data yang homogen. Skala data pengukuran minimalnya pun skala interval (sedang).
b) Statistika Nonparametrik
Menggunakan lebih sedikit asumsi mengenai parameter populasi (bahkan bisa saja tidak ada sama sekali) dan membutuhkan data dengan skala data tingkat ordinal. Parameter populasinya tidak mengikuti distribusi normal alias distribusinya bebas dengan varian data yang tidak homogen. Skala datanya lebih banyak yang berskala ukur nominal atau ordinal.
Contoh Statistika
Agar lebih mudah memahami mengenai statistika, berikut ini beberapa contoh soal menghitung statistika.
Contoh Soal 1
Tentukanlah mean dari data berikut: 9, 9, 8, 7, 7 4, 4, 4, 2, 6
Pembahasan:
Untuk menghitung mean atau rata-rata dari data angka tersebut, terlebih dahulu urutkan angka dari yang paling kecil hingga paling besar. Kemudian, jumlahkan seluruh angka dan bagi berdasarkan jumlah bilangannya, maka diperoleh:
𝑥̅ = 2 + 4 + 4 + 4 + 6 + 7 + 7 + 8 + 9 + 9 : 10
= 60 : 10
= 6
Maka, mean dari bilangan tersebut adalah 6.
Contoh Soal 2
Tentukanlah Median dari data berikut: 39, 35, 35, 36, 37, 38, 42, 40, 38, 41, 37, 35, 38, 40, 41, dan 40.
Pembahasan:
35, 35, 35, 36, 37, 37, 38, 38, 38, 39, 40, 40, 40, 41, 41, 42
Setelah diurutkan, banyaknya data di atas ada 16 (genap), maka 16 : 2 = 8. Artinya, mediannya (data ke 8 + data ke 9) : 2
Data ke 8 adalah 38
Data ke 9 adalah 38
Maka, median = (38 + 38) : 2
= 76 : 2
= 38
Jika kamu tertarik mempelajari soft skill lainnya untuk mengembangkan kemampuan diri, kunjungi ITBOX untuk memperoleh softskill di bidang IT.


