new year, new skill 🎉
Diskon 75% Untuk Semua Kelas ITBOX!
Hari
Jam
Menit
Detik
NEWYEARBOX
Periode promo 30 Desember - 1 Januari 2026

Random Sampling, Kelebihan Beserta Jenis-jenisnya

February 1, 2024

random sampling

Random sampling merupakan metode yang digunakan untuk mengambil sampel. Jadi, dapat disebut juga random sampling adalah teknik yang digunakan untuk mengambil sampel di mana semua anggota populasi memiliki peluang atau kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel, baik secara individu maupun bersama-sama.

2 Cara Pengambilan Sampel

Berikut 2 cara pengambilan sampel:

Random Sampling

Random sampling menurut Sugiyono adalah teknik pengambilan anggota sampel dari populasi yang dijadikan objek secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut. 

Non Probability Sampling

Non probability sampling atau non random sampling merupakan teknik pengambilan sampel dari jenis populasi terpilih berdasarkan subjektivitas penelitian dan tidak acak. Untuk non probability sampling ditentukan oleh keahlian peneliti dalam pengambilan populasi sampel. 

Jenis-jenis Random Sampling

Berikut merupakan 4 jenis dari random sampling:

1. Simple Random Sampling

Simple random sampling merupakan teknik pemilihan acak dari sebagian kecil individu atau sekelompok populasi. Teknik ini memberikan setiap kelompok atau individu populasi dengan probabilitas yang sama dan juga adil untuk dipilih 

Teknik ini merupakan teknik pemilihan sampel yang mudah dan juga sederhana. Karena memiliki ukuran sampel yang cukup besar dan memiliki validitas eksternal yang tinggi. Sehingga mewakili karakteristik populasi yang lebih besar. 

Untuk menggunakan teknik ini harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya, memiliki daftar lengkap untuk setiap anggota populasi yang akan dijadikan sampel. Untuk setiap anggota populasi yang terpilih harus bisa dihubungi, seta memiliki waktu dan juga sumber daya dari data ukuran sampel yang diperlukan 

2. Stratified Random Sampling

Stratified random sampling adalah penggunaan sampel acak yang terstruktur, yang dapat dilakukan dengan cara membagi anggota populasi menjadi beberapa sub kelompok. Kelompok tersebut dinamakan starta, yang kemudian sampel diambil dari setiap kelompok tersebut. 

Dalam teknik ini elemen populasi akan terkonsentrasi di tingkat-tingkat tertentu dengan tujuan untuk pengambilan sampel. Tujuan utama teknik ini yaitu membuat hubungan timbal-balik lebih baik di dalam populasi sehingga bisa memberikan ukuran lebih tinggi bagi keputusan relatif. 

Untuk menggunakan teknik ini harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya, strata tidak boleh tumpang tindih serta harus terpisah di dalam populasi dan strata harus bersifat homogeny yang memiliki karakteristik tertentu.

3. Cluster Random Sampling

Cluster random sampling adalah teknik sampling yang digunakan untuk menentukan sampel apabila objek yang akan diteliti sangat luas. Dalam teknik ini peneliti menganalisis sampel yang terdiri dari beberapa parameter sampel seperti demografi, kebiasaan, latar belakang, atau atribut populasi lainnya, yang dapat dijadikan fokus penelitian.

Pengambilan sampel cluster akan membantu peneliti dalam mempelajari populasi yang besar. Daripada memberikan kuesioner kepada setiap anggota audiens target Anda. Dengan sampel ini Anda cukup mengelompokkan mereka dan mengumpulkan data yang mewakili setiap kelompok. 

Untuk memudahkan pengambilan sampel model ini, ada beberapa tahap yang perlu Anda perhatikan, diantaranya:

Langkah pertama

Identifikasi audiens target untuk menyelidiki secara sistematis. Di tahap ini, pastikan populasi target memiliki pengetahuan yang memadai tentang materi dan dapat diakses. 

Langkah kedua

Buat kerangka sampel yang memungkinkan untuk penelitian Anda. Anda dapat juga mengadopsi kerangka kerja yang ada untuk mulai melakukan pengelompokan dan juga perlindungan.

Langkah ketiga

Tentukan jumlah cluster dalam populasi target Anda. Kemudian bagi populasi target ke dalam beberapa kelompok berdasarkan karakteristik yang berbeda. Untuk anggota-anggota kelompok yang sama harus memiliki kualitas-kualitas homogen yang membedakan mereka dari yang lain. 

Langkah keempat

Pilih cluster untuk menyelidiki sistematis yang Anda gunakan menggunakan salah satu tahapan di atas. 

4. Systematic Random Sampling

Systematic random sampling adalah teknik yang digunakan untuk memilih sampel dari populasi yang lebih besar secara sistematis dan acak. Teknik ini banyak digunakan oleh para peneliti dan juga analis yang ingin mengumpulkan data dari populasi besar tanpa menyurvei setiap individu.

Untuk pengambilan sampel systematic Anda harus memastikan bahwa Anda mewakili populasi secara adil. Dalam pengambilan sampel ini harus menggunakan proses secara simetris di mana peneliti memilih sampel secara interval.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan systematic random sampling diantaranya:

Langkah pertama

Kembangkan audiens struktural yang ditentukan untuk memulai pengambilan sampel.

Langkah kedua

Tentukan terlebih dahulu sampel yang ideal, yaitu beberapa banyak populasi yang akan dipilih menjadi bagian dari sampel.

Langkah ketiga

Setelah melakukan ukuran sampel, kemudian tetapkan nomor untuk setiap anggota sampel.

Langkah keempat

Tentukan interval sampel yang akan menjadi jarak standar antar elemen.

Langkah kelima

Pilih anggota yang sesuai dengan kriteria dari 1 sampai 10 individu.

Langkah keenam

Pilih acak anggota sampel dan tambahkan interval ke nomor acak untuk terus menambahkan anggota sampel.

4 Cara Melakukan Random Sampling

Berikut 4 cara melakukan random sampling yang perlu Anda memperhatikan tahap-tahapnya:

1. Tentukan ukuran populasi yang ingin Anda tangani. Hal ini dapat didasarkan pada jumlah penduduk suatu desa. Namun populasi yang ditentukan harus lebih spesifik serta terkait dengan tema. 

2. Anda harus menetapkan nomor urut acak untuk setiap peserta dalam populasi yang berfungsi sebagai nomor data diri. 

3. Tentukan jumlah ukuran sampel yang Anda perlukan. Biasanya terkait dengan anggaran, perencanaan dan rincian pekerjaan pengolahan data sampel. 

4. Lalu yang terakhir Anda perlu memilih sampel dengan menjalankan generator angka acak untuk menyediakan 100 angka yang dihasilkan, antara 1 dan 1000. 

4 Kelebihan Teknik Random Sampling

Berikut 4 kelebihan dari teknik random sampling yang dapat menguntungkan Anda:

1. Hasil tidak bias

Random sampling dapat memberikan hasil yang tidak bias. Karena sampel yang dipilih secara acak dan juga memiliki peluang yang sama. Hal ini bisa menciptakan subjek yang seimbang dan berpotensi besar untuk mewakili kelompok secara keseluruhan.

2. Mudah diterapkan terhadap populasi kecil

Jenis sampel ini sering digunakan oleh para peneliti karena mudah untuk digunakan, terlebih untuk populasi yang kecil. Sehingga ketika peneliti menggunakan sampel ini peneliti akan cepat melakukan pengambilan sampel serta menemukannya.

3. Kesederhanaan

Sampel ini akan menghasilkan sampel acak yang sederhana dan juga jauh lebih mudah, namun dapat diandalkan. Sampel ini melibatkan pembagian kelompok yang lebih besar menjadi subkelompok yang lebih kecil yang dapat disebut dengan strata.

4. Tidak memerlukan pengetahuan yang kompleks

Tidak memerlukan pengetahuan khusus maksudnya, individu yang melakukan penelitian dan akan menggunakan sampel ini tidak perlu memiliki informasi atau pengetahuan apa pun tentang populasi yang lebih besar agar dapat melakukan pekerjaannya secara efektif.

Berikut merupakan manfaat dari pengambilan sampel secara sederhana namun hasil sampelnya dapat dipercaya. Apabila Anda ingin mengetahui lebih dalam mengenai teknik tersebut atau ingin menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan teknik tersebut, Anda perlu mengikuti kursus di ITBOX terkait teknik random sampling yang terpercaya dan juga profesional.

Share Artikel
Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping

Level

Course Level

Category

Skill