Di era serba digital ini, strategi telemarketing dinilai masih ampuh dalam meningkatkan penjualan pada sebuah perusahaan. Maka dari itu tidak heran jika hingga saat ini pekerjaan telemarketing masih menjadi incaran banyak orang. Meski begitu beberapa orang mungkin belum terlalu familiar tentang pekerjaan yang satu ini.
Tak usah khawatir karena pada artikel ini akan dibahas secara tuntas mengenai pengertian, gaji hingga jobdesk telemarketing. Yuk simak penjelasan berikut ini.
Daftar Isi Artikel
ToggleApa Itu Telemarketing?
Menurut Marketing Schools telemarketing adalah salah satu strategi pada marketing yang menawarkan produk atau jasanya menggunakan telepon. Pekerjaan yang satu ini umumnya hampir ada di semua jenis industri contohnya di bidang telekomunikasi, jasa dan juga perbankan. Hal yang ditawarkan beraneka ragam mulai dari produk, jasa, layanan asuransi atau meminta donasi.
– Skill yang harus dimiliki telemarketer
Adapun orang yang melakukan strategi ini disebut dengan telemarketer. Dalam melakukan strategi ini agen penjual atau telemarketer memiliki peran penting dalam menghubungkan pelanggan serta mengkomunikasikan pesan-pesan pemasaran. Jadi dalam hal ini untuk menjadi telemarketer dibutuhkan keterampilan komunikasi yang baik serta pengetahuan terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.
Selain itu tak jarang juga telemarketer harus memiliki kemampuan problem solving yang baik karena berpengaruh dalam keputusan yang akan diambil saat berkomunikasi dengan pelanggan.
– Tujuan telemarketing
Tujuan utama dari strategi ini tentu saja untuk menghasilkan penjualan. Selain itu untuk mengumpulkan informasi pelanggan serta melakukan penawaran khusus terutama pada pelanggan potensial.
Tugas Telemarketing
Sebelum membahas tugas yang dilakukan telemarketer dalam melakukan strategi ini berikut ini adalah gaji telemarketing. Gaji yang didapat sebenarnya tidak jauh berbeda dengan gaji di bidang marketing lainnya. Telemarketer juga mempunyai beberapa tingkatan karier dan juga tugas yang harus dilakukan.
Setiap jabatan mempunyai masing-masing tingkatan gaji. Dilansir dari Indeed.com, gaji staff telemarketing rata-rata sebesar Rp 4.000.000. Adapun tugas yang harus dilakukan diantaranya:
– Berkomunikasi dengan pelanggan
Tugas utama yang dilakukan telemarketer yaitu melakukan komunikasi dengan pelanggan. Komunikasi yang dilakukan mencakup berbagai hal seperti menerima pesanan, menjawab pesan pelanggan hingga mengatasi kekhawatiran yang dirasa oleh pelanggan pada produk dan memberikan solusi atas masalah yang dihadapi pelanggan.
– Menjelaskan produk
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa tujuan dari strategi yang dilakukan telemarketer adalah untuk meningkatkan penjualan. Jadi untuk menarik para calon pelanggan untuk membeli seorang telemarketer haru dapat menguasai product knowledge dengan menjelaskan produk seperti daya tarik yang dimiliki. Jadi memang bukan sekedar menguasai spesifikasi yang dimiliki produk tersebut namun telemarketer juga perlu mempelajari cara menjelaskan sebuah produk supaya menarik.
– Melakukan follow up
Sudah menjadi tugas telemarketer dalam memfollow up keinginan pelanggan. Tugas yang satu ini perlu dilakukan secara maksimal pasalnya hal ini sangat menentukan pelanggan akan membeli produk yang ditawarkan atau tidak. Telemarketer dapat menanyakan kembali pada pelanggan tentang keinginannya untuk membeli produk yang ditawarkan sebab seperti yang diketahui tidak semua pelanggan langsung tertarik dan memutuskan untuk membeli produk yang ditawarkan.
– Menjaga kontak pelanggan
Tugas selanjutnya adalah menjaga kontak pelanggan. Pada dunia telemarketing kontak pelanggan menjadi aset penting yang perlu diperhatikan.
Hal tersebut berguna untuk menjalin koneksi dan hubungan dalam jangka panjang. Hal ini juga memudahkan dalam mengetahui pelanggan mana saja yang dapat dikategorikan sebagai pelanggan potensial.
– Menerima feedback
Masing-masing pelanggan tentu memiliki kritik maupun saran yang ingin disampaikan. Dalam penyampaian ini, tugas telemarketer lah yang akan menerima feedback dari para pelanggan. Jadi setelah pelanggan memberikan kritik atau saran tersebut, telemarketer akan menampungnya dan menyerahkan pada atasan sebagai bahan pengembangan produk.
– Melakukan survei pelanggan
Selain feedback, telemarketer juga berperan dalam melakukan survei pelanggan. Hal bertujuan untuk mengetahui pendapat para pelanggan terkait produk yang ditawarkan. Dari survei ini juga bisa muncul inovasi produk baru atau perbaikan produk.
Feedback dirasa belum cukup karena feedback hanya bersifat personal dan biasanya berupa keluhan dari pelanggan. Jadi dari kritik maupun saran yang didapat ini sifatnya belum menyeluruh. Maka dari itu penting dilakukan survei untuk melakukan perbaikan produk ataupun menciptakan inovasi terbaru.
Contoh dan Fungsi Script Telemarketing
Informasi selanjutnya yang akan dibagikan di sini adalah script yang biasa digunakan pada dunia telemarketing. Berikut ini adalah sedikit contoh pembuka script yang biasa dilakukan telemarketer.
“Halo selamat pagi, Bapak/Ibu (Nama). Saya Adinda Maya dari Idea Packaging Company, perusahaan manufaktur di Indonesia”. “Saat ini kamu sedang fokus dalam penyediaan jasa pembuatan kemasan khusus untuk pengusaha UMKM. Apakah Bapak/Ibu (Nama) sedang menjalankan bisnis UMKM tersebut?”
Selain product knowledge, script ini juga akan membantu telemarketer dalam menghadapi pelanggan. Jadi tanpa membuang waktu, telemarketer tahu hal-hal apa saja yang akan ditanyakan dan dibagikan.
Lalu apa saja fungsi dari script pada telemarketing ini? Yuk simak penjelasan berikut.
– Sebagai prakata percakapan
Meski menjadi telemarketer diwajibkan memiliki skill komunikasi yang baik. Namun tetap saja tidak semua orang dapat mengawali pembicaraan dengan baik. Tidak sedikit orang merasa kaku pada awal pembicaraan sebab merasa bingung akan memulai pembicaraan dari mana.
Ya tidak hanya orang biasa saja yang merasakan hal tersebut karena sales pada dasarnya juga sering kali mengalami hal yang sama saat memulai percakapan. Maka dari itu diperlukan script yang akan membantu dalam memudahkan memulai percakapan dengan pelanggan terutama pelanggan potensial.
– Meningkatkan rasa percaya diri
Fungsi selanjutnya yaitu dapat meningkatkan rasa percaya diri. Tidak hanya kaku di awal pembicaraan, seorang sales juga pasti pernah mengalami perasaan grogi ketika berhadapan dengan para pelanggan. Hal ini pernah dialami paling tidak ketika seseorang pertama kali menjalankan peran sebagai telemarketer.
Tak jarang seseorang akan banyak berucap “eeee” ketika sedang berbicara. Hal tersebut ternyata menunjukkan bahwa seseorang terlihat tidak percaya diri.
Dalam hal ini script akan membantu telemarketer dalam melakukan panggilan telepon sebab beberapa poin percakapan telah disiapkan. Jadi dengan adanya script ini para telemarketer tak perlu khawatir lagi dalam menghadapi pelanggan.
– Menjaga arah pembicaraan
Script juga berfungsi dalam menjaga arah pembicaraan sehingga telemarketer tetap fokus saat pembicaraan berlangsung. Bisa saja ketika merespon pertanyaan dari pelanggan, para telemarketer akan kesulitan untuk fokus terhadap poin penjualan. Namun dengan adanya script ini telemarketer akan diuntungkan sebab dapat mengontrol arak pembicaraan sesuai poin yang tertulis dan direncanakan pada script.
Mau mengasah skill di bidang telemarketing atau belajar skill di bidang IT lainnya. Yuk belajar di ITBOX.Daftarkan kelasnya sekarang dan upgrade skill yang kamu inginkan. Pilih alur belajar yang diinginkan hanya di ITBOX. Selamat mencoba.


