Portofolio adalah salah satu dokumen yang penting dalam melamar pekerjaan. Untuk itu, pelamar harus mengetahui cara membuat portofolio lamaran kerja yang baik dan benar.
Bahkan, beberapa lowongan kerja mewajibkan pelamar untuk mencantumkan portofolio sebagai persyaratan untuk melamar pekerjaan tersebut. Hal itu dikarenakan portofolio dapat menjadi sebuah gambaran kredibilitas seorang pelamar.
Biasanya, portofolio berisikan karya atau pekerjaan yang telah dilakukan oleh pelamar. Membuat portofolio sebenarnya tidak begitu sulit, yang terpenting yaitu untuk membuatnya semenarik mungkin dimata rekruiter!
Sebelum membahas mengenai cara membuat portofolio, yuk pahami dulu apa itu portofolio.
Daftar Isi Artikel
ToggleApa Itu Portofolio?
Portofolio merupakan gabungan dari dua kata, yaitu port dan folio. Port berasal dari kata report yang artinya adalah laporan, dan arti dari folio yaitu lengkap atau full.
Kesimpulannya, portofolio adalah kumpulan dokumen yang menampilkan karya terperinci atau pekerjaan yang telah dilakukan seseorang secara rapi. Adanya portofolio kerja dapat menunjukkan kredibilitas seseorang karena disitulah bukti pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakukan.
Untuk menarik perhatian rekruiter, penting untuk menampilkan portofolio berisi karya-karya yang terkait dengan lowongan pekerjaan yang dilamar. Nantinya, rekruiter akan menimbang kualitas yang dimiliki kandidat berdasarkan portofolio kerja yang dikirimkan.
Karena itulah, penting untuk mengetahui cara membuat portofolio lamaran kerja yang baik dan menarik.
Anda dapat mendokumentasikan perkembangan kemampuan atau pekerjaan yang telah dicapai melalui portofolio. Contohnya, Anda merupakan seorang desainer grafis.
Di portofolio, Anda dapat mencantumkan hasil pekerjaan seperti ilustrasi, desain, atau karya apapun yang telah dikerjakan yang menunjukkan kemampuan desain grafis Anda.
Cara Membuat Portofolio Lamaran Kerja
Penting untuk mengetahui cara membuat portofolio yang baik dan menarik untuk lamaran kerja. Ikuti beberapa tips berikut :
1. Pilih Jenis Portofolio
Tentukan jenis portofolio yang sesuai dengan profesi atau pekerjaan yang Anda lamar. Semisal portofolio desain grafis, copywriter, atau web developer.
Anda bisa mulai menentukan konten atau karya apa saja yang ingin dimasukkan. Setelah itu, tentukan desain dan color pallete yang ingin digunakan.
Penting untuk membuat tampilannya menarik dan tidak berantakan agar mudah dilihat oleh rekruiter dan mendapatkan poin plus dari kerapihannya.
2. Susun Daftar Isi Dengan Terstruktur
Daftar isi dapat memudahkan rekruiter dalam menavigasi portofolio Anda. Karena itulah penting untuk membuat daftar isi dalam portofolio lamaran kerja.
Susun struktur menjadi daftar isi. Ini mencakup halaman-halaman utama dan kategori karya yang disajikan. Elemen terpenting yang harus ada di dalam portofolio yaitu data diri, pekerjaan atau karya yang telah dikerjakan, pekerjaan atau status diri, dan kontak diri.
3. Tuliskan Data dan Deskripsi Diri
Bagian ini wajib untuk ditulis dan jangan sampai terlewatkan. Biasanya, data diri ditaruh di bagian awal. Mesikpun portofolio berisi karya, namun informasi pribadi juga tidak kalah penting.
Tidak perlu mencantumkan data diri yang panjang. Cukup menuliskan nama lengkap, kontak seperti nomor telepon dan email, serta media sosial.
Jelaskan deskripsi diri secara singkat, dan jangan lupa untuk mencantumkan skill yang relevan. Anda bisa menuliskan bahwa Anda memiliki keahlian menggunakan tools tertentu seperti photoshop, adobe ilustrator, dan sebagainya.
4. Dokumentasikan Hasil Karya atau Project Yang Telah Dibuat
Pilih hasil kerja atau project yang akan ditampilkan dalam portofolio. Pastikan untuk mencantumkan karya atau hasil kerja yang terbaik dan kalau bisa relevan dengan lowongan kerja yang ingin dilamar.
Dengan memilih karya yang terbaik dan maksimal, rekruiter pastinya akan melihat kemampuan Anda yang menonjol. Anda bisa menjelaskan peran, tantangan yang dihadapi, hingga solusi terkait dengan karya-karya tersebut.
Tidak perlu menjelaskan secara panjang, yang penting harus jelas dan dapat membantu rekruiter dalam memahami karya atau hasil pekerjaanAnda.
5. Lampirkan Testimoni
Setelah menampilkan karya, melampirkan testimoni juga cukup penting. Dengan begitu, pembaca dapat yakin bahwa portofolio tersebut benar-benar asli dan bukan hanya karangan semata. Sebaiknya lampirkan testimoin sejelas mungkin, bahkan Anda dapat mencantumkan kontaknya secara langsung jika diperlukan.
Anda bisa melampirkan testimoni dari klien atau review positif dari orang lain. Selain itu, Anda juga bisa menampilkan pencapaian dan penghargaan yang pernah diraih. Seperti contohnya Anda pernah menerima penghargaan sebagai penulis terbaik atau pernah memenangkan lomba desain.
Hal ini cukup penting untuk menambahkan nilai kepercayaan terhadap hasil karya Anda. Testimoni juga dapat mempermudah Anda dalam mendapatkan project sampingan atau freelance di luar pekerjaan full time.
6. Buat Personal Branding
Untuk mencerminkan identitas dan gaya sebagai seorang profesional, Anda bisa mencantumkan elemen personal branding. Anda bisa menampilkan karya-karya yang menonjolkan ciri khas Anda.
Dengan begitu, rekruiter dapat lebih mudah untuk menyeleksi apakah ciri khas atau gaya Anda sesuai dengan apa yang mereka cari. Personal branding juga dapat menjadi poin plus karena orang yang melihat portofolio akan melihat Anda sebagai pribadi yang unik karena berbeda dari yang lain.
Rekomendasi Website Untuk Membuat Portofolio
Anda masih bingung bagaimana cara membuat portofolio online? Tenang saja, ada beberapa website yang bisa membantu Anda untuk membuat portofolio online.
Website tersebut ada yang gratis dan berbayar, Anda dapat memilihnya sesuai kebutuhan. Setiap website untuk portofolio ini biasanya memiliki kecendurungan terhadap bidang pekerjaan tertentu. Karena itulah, pilihlah apa yang cocok untuk bidang pekerjaan Anda.
Berikut 10 website yang dapat Anda gunakan untuk membuat portofolio onilne :
Website-website tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Anda dapat membuat langsung portofolionya atau bisa mengupload dari portofolio yang sudah Anda miliki.
Dengan mengikuti cara membuat portofolio yang telah dijelaskan sebelumnya, kini Anda dapat membuat portofolio menarik yang menarik minat rekruiter.
Penutup
Bagaimana, pasti Anda sekarang sudah tahu kan cara membuat portofolio untuk melamar pekerjaan? Tentu saja portofolio harus terus diupdate jika diperlukan. Apalagi, kalau Anda baru menyelesaikan pekerjaan baru yang hasilnya memuaskan.
Portofolio dapat menjadi nilai jual dan poin plus di mata rekruiter saat ingin melamar pekerjaan tertentu. Karena itulah membuatnya tidak dapat dilakukan secara asal-asalan, dan sebaiknya ikuti langkah cara membuat portofolio yang telah dibahas di artikel ini.
Yuk, segera kunjungi ITBOX jika Anda tertarik untuk belajar IT!


