SPECIAL AKHIR BULAN
Diskon 199k untuk Semua Program Complete Series
Periode 28-30 November 2025
Hari
Jam
Menit
Detik
BOOSTSKILL
Periode promo 17-24 Oktober 2025

Data Primer Adalah : Contoh & Perbedaan Dengan Data Sekunder

November 20, 2023

Data Primer Adalah

Seorang peneliti akan bertanggung jawab atas hasil analisis dari penelitiannya, karena itu mereka harus memiliki informasi yang valid dan akurat dari sebuah data. Data primer adalah salah satu jenis data yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian. Selain itu, ada juga jenis data yang lain yaitu data sekunder.

Data merupakan aset yang penting dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal. Penting untuk menentukan jenis data yang tepat dan sesuai dengan tujuan penelitian. Hal itu dilakukan agar peneliti dapat mengumpulkan informasi yang akurat dan relevan, serta menginterpretasi temuan dengan lebih efektif.

Apa perbedaan dari data primer dan sekunder? Sebelum membahas hal itu, mari kita kenali dulu apa itu data primer beserta contohnya.

Data Primer Adalah? Simak Penjelasannya

Data primer adalah data yang dikumpulkan atau diperoleh dengan cara langsung terjun ke lapangan. Peneliti mendapatkan data tersebut dengan berbagai cara seperti survei, wawancara, kuisoner, dan sebagainya. 

Data primer seringkali digunakan untuk penelitian karena data tersebut objektif dan otentik, dan masih bersifat mentah. Karena itu, biasanya data tersebut perlu diolah kembali.

Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, peneliti akan menyesuaikannya dengan pemilihan narasumber. Dengan begitu data yang didapatkan akan lebih spesifik dan sesuai dengan kebutuhan. 

Sebelum memiliki sumber untuk mengumpulkan data, peneliti perlu untuk menetapkan tujuan penelitian serta populasi sasaran. 

Contoh Data Primer

Ada beberapa contoh data premier, yaitu : 

1. Riset Pasar

Dalam proses pengembangan bisnis, perlu dilakukan penelitian atau riset pasar. Dengan begitu, bisnis tersebut bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki atau apa yang disukai dan dijadikan evaluasi. 

Peneliti bisa mengumpulkan data primer mengenai kondisi pasar. Bisa dilakukan dengan cara mengadakan survey atau wawancara kepada target pasar.

Contohnya bisa seperti ini : sebuah brand makeup memiliki produk lipstick. Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, brand tersebut mengadakan survey untuk mengetahui bagaimana feedback dari para konsumen mengenai produk tersebut.

Dari data tersebut, bisnis tersebut bisa mengetahui apa yang harus diperbaiki dari lipstick tersebut, atau apa fitur yang disukai konsumen. Dengan begitu, mereka bisa memperbaiki dan menyempurnakan produk lipstick terbaru yang akan dikeluarkan.

Data primer ini disesuaikan untuk kebutuhan bisnis, dan tentunya setiap produk pasti memiliki data yang berbeda. Bahkan jika nantinya akan mengeluarkan lipstick model terbaru lagi, maka data lama tidak bisa digunakan karena versi produknya sudah berbeda.

Baca juga : Struktur Data : Definisi , Klasifikasi, Kekurangan & Kelebihannya

2. Penelitian Akademis

Data yang dicari dalam penelitian akademis haruslah sesuai dengan topik penelitian. Semisal seorang peneliti ingin meneliti tentang pengaruh handphone terhadap produktivitas terhadap siswa.

Peneliti bisa menggunakan berbagai metode untuk mengumpulkan data, seperti melakukan kuisoner atau wawancara langsung kepada siswa. Dari data yang diperoleh, barulah peneliti bisa merangkum atau menyimpulkan hasil penelitian.

3. Mengecek Catatan Medis

Seorang peneliti ingin meneliti mengenai suatu penyakit langka yang menyerang seseorang. Untuk mengumpulkan data, peneliti dapat melakukan tes laboratorium, melihat dari riwayat media, dan juga bisa melakukan wawancara kepada pasien ataupun dokter.

Data-data yang telah dikumpulkan dapat digabung untuk dilakukan analisis.

Perbedaan Data Primer dan Data Sekunder

Data primer dan data sekunder memiliki karakteristik tersendiri yang membedakan satu sama lain, namun dapat saling melengkapi. 

Berikut beberapa perbedaan data primer dan data sekunder : 

1. Sumber Data

– Data Primer

Peneliti memperoleh data primer dengan cara terjun langsung ke lapangan. Data tersebut dapat diambil melalui wawancara, survey, dan kuisioner.

– Data Sekunder

Sumbernya data sekunder bisa berasal dari publikasi, jurnal, instansi pemerintah, atau sumber-sumber lainnya yang dikeluarkan oleh pihak ketiga. Artinya, data sekunder adalah data yang sudah ada.

2. Metode Penelitian

– Data Primer

Peneliti harus mengidentifikasi sumber data yang relevan. Mereka harus memastikan bahwa data yang diperoleh akurat dan sesuai. Karena itu peneliti harus bisa memilih metoedp penelitian apa yang tepat untuk mengambil suatu data tertentu.

Seperti jika ingin meneliti penyakit, maka peneliti dapat melakukan tes kesehatan, dan wawancara langsung kepada pasien.

– Data Sekunder

Untuk mendapatkan data sekunder, peneliti hanya mencari sumber data tambahan yang berasa peneliti sebelumnya. 

Data tersebut haruslah data yang terpercaya dan sesuai fakta. Selain itu, penting juga untuk menyesuaikan relevansi data dengan topik penelitian.

Baca juga : Data Analyst Adalah : Pengertian, Tugas, Gaji, dan Skill

3. Sifat Data

– Data Primer

Karena data diambil setiap melakukan penelitian, maka data tersebut selalu bersifat update atau terbaru. Maka dari itu datanya cenderung valid dan akurat.

Data primer diambil langsung dari pihak yang memberi informasi. Informasi tersebut belum diolah sehingga menghasilkan data yang mentah.

– Data Sekunder

Peneliti mendapatkan data dari sumber lain. Karena itulah data sekunder tidak memiliki kontrol dalam riset yang dibuat. Sifatnya juga kurang spesifik karena biasanya mengandung informasi umum dan belum tentu versi terbaru.

Kesimpulan

Dalam penelitian, data primer adalah salah satu jenis data yang harus Anda pahami jika ingin melakukan penelitian. Penelitian membutuhkan data yang pastinya valid, asli, dan sesuai fakta.

Hasil dari penelitian bisa digunakan untuk berbagai hal, seperti menjadi bahan analisis. Dalam mengembangkan bisnis, biasanya perusahaan melakukan proses analisis data untuk dijadikan sebagai wawasan dalam pengambilan keputusan.

Dalam hal tersebut, tugas tersebut dilakukan oleh Data Analyst. Seorang Data Analyst akan bertugas untuk mengumpulkan, membersihkan, menganalisis, dan memvisualisasikan data.

Di era digitalisasi seperti sekarang, banyak peruahaan membutuhkan peran seseorang yang menguasai di bidang pengolahan data. Salah satunya yaitu Data Analyst.

Jika Anda tertarik ingin memulai karier di sebagai Data Analyst, Anda dapat mengikuti kursus Data Analyst di ITBOX. Anda akan mempelajari hal terkait pengolahan data mulai dari basic hingga advanced.

Materi pembelajaran juga terstruktur dan pastinya fleksibel karena Anda akan belajar secara online. Kunjungi itbox.com untuk info selengkapnya.

Share Artikel
Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping
0

Level

Course Level

Category

Skill