Belajar dari 0 Sampai Jago Di Sini!
SUPER BOX 40%
Hari
Jam
Menit
Detik
GARUDABOX

Perintah Select Yang Berada Di Dalam Perintah Sql Lain Disebut: Topik Penting yang Perlu Dipahami untuk Mendukung Skill Database Sql

July 23, 2026

Perintah Select Yang Berada Di Dalam Perintah Sql Lain Disebut_ Topik Penting yang Perlu Dipahami untuk Mendukung Skill Database Sql

Hampir semua data penting di sebuah perusahaan tersimpan di dalam database, mulai dari catatan transaksi, data pelanggan, sampai riwayat pengiriman barang. Untuk mengambil dan mengolahnya, SQL menjadi bahasa yang paling banyak dipakai. Keterampilan ini pun menjadi salah satu syarat yang paling sering muncul pada lowongan di bidang data maupun pengembangan aplikasi.

Sayangnya, banyak yang berhenti pada perintah dasar dan langsung kesulitan saat pertanyaannya menjadi bertingkat, misalnya mencari siapa saja yang nilainya di atas rata-rata. Di titik inilah muncul istilah subquery. Pembahasan berikut akan menguraikan apa itu subquery, konsep dasarnya, hingga langkah belajar yang bisa diikuti secara bertahap.

Apa Itu Subquery?

Perintah SELECT yang berada di dalam perintah SQL lain disebut subquery, atau sering pula disebut inner query maupun nested query. Posisinya berada di dalam tanda kurung dan dijalankan lebih dahulu, lalu hasilnya dipakai oleh perintah utama di luarnya.

Satu hal yang sering disalahpahami, subquery bukan berarti sekadar cara menulis query yang lebih panjang. Fungsinya adalah menjawab pertanyaan yang jawabannya belum diketahui sebelum data lain dihitung terlebih dahulu, sesuatu yang sulit dilakukan hanya dengan satu perintah datar.

Contoh nyatanya bisa dilihat pada kebutuhan mencari karyawan yang gajinya di atas rata-rata. Nilai rata-rata itu harus dihitung dulu, baru bisa dipakai sebagai pembanding. Perhitungan rata-rata itulah yang ditempatkan sebagai subquery.

Cara Memahami Subquery dengan Sederhana

Banyak orang menganggap subquery rumit karena melihat query bertingkat yang penuh kurung. Padahal cara berpikirnya sangat mirip dengan kebiasaan sehari-hari.

Bayangkan sedang diminta membeli buah yang harganya di atas harga rata-rata di sebuah toko. Tidak mungkin langsung memilih, karena harga rata-ratanya belum diketahui. Langkah pertama pasti mencatat semua harga lalu menghitung rata-ratanya. Setelah angka itu didapat, barulah buah bisa dipilih dengan membandingkannya.

Subquery bekerja persis seperti itu. Bagian di dalam kurung mengerjakan perhitungan awal, lalu hasilnya diserahkan ke perintah utama sebagai bahan pembanding. Jadi yang terjadi bukan satu perintah rumit, melainkan dua langkah sederhana yang dijalankan berurutan.

Konsep Dasar Subquery yang Perlu Dipahami

Ada beberapa konsep yang menjadi fondasi. Memahami hal berikut membuat query bertingkat terasa jauh lebih masuk akal.

1. Urutan Eksekusi Sebagai Fondasi

Bagian di dalam kurung dijalankan lebih dahulu, baru hasilnya dipakai perintah di luarnya. Memahami urutan ini penting, karena banyak kebingungan pemula muncul akibat membaca query dari luar ke dalam, padahal prosesnya berjalan sebaliknya.

2. Letak Subquery Menentukan Perannya

Subquery bisa diletakkan di beberapa posisi. Pada bagian WHERE ia berperan sebagai penyaring, pada bagian FROM ia menjadi tabel sementara, sedangkan pada bagian SELECT ia menghasilkan satu nilai tambahan di kolom. Posisi yang berbeda menghasilkan kegunaan yang berbeda pula.

3. Perbedaan Subquery dan JOIN

Dua hal ini sering tertukar karena sama-sama melibatkan lebih dari satu tabel. JOIN menggabungkan baris dari beberapa tabel menjadi satu hasil yang lebih lebar. Subquery menjalankan perhitungan terpisah lalu memakai hasilnya sebagai bahan. Sebagian kasus bisa diselesaikan dengan keduanya, tetapi maksud penulisannya berbeda.

4. Subquery Tidak Selalu Pilihan Terbaik

Meski memudahkan, subquery punya batas. Pada data berukuran besar, subquery yang dijalankan berulang untuk setiap baris bisa membuat proses melambat. Dalam banyak kasus, JOIN memberi hasil sama dengan performa lebih baik, sehingga pilihannya perlu disesuaikan.

Mengenal Jenis Subquery

Subquery biasanya dikelompokkan berdasarkan bentuk hasil dan cara kerjanya. Berikut tiga kelompok yang paling sering ditemui.

Subquery Berdasarkan Bentuk Hasil

Kelompok ini dibedakan dari berapa banyak nilai yang dikembalikan.

  • Scalar subquery, yang menghasilkan satu nilai tunggal seperti rata-rata atau nilai tertinggi.
  • Multiple row subquery, yang menghasilkan banyak baris sehingga perlu dipasangkan dengan IN.
  • Multiple column subquery, yang mengembalikan lebih dari satu kolom sekaligus.

Kelompok ini menentukan pembanding apa yang boleh dipakai, karena tanda sama dengan hanya cocok untuk hasil bernilai tunggal.

Subquery Berdasarkan Ketergantungan

Kelompok ini dibedakan dari apakah bagian dalam bergantung pada bagian luar.

  • Non-correlated subquery, yang bisa dijalankan sendiri dan cukup dieksekusi sekali.
  • Correlated subquery, yang memakai nilai dari perintah luar sehingga dijalankan berulang untuk setiap baris.

Kelompok pertama umumnya lebih ringan, sedangkan kelompok kedua lebih lentur tetapi perlu diperhatikan dampaknya pada kecepatan.

Subquery Berdasarkan Letak Penulisan

Kelompok ini dibedakan dari posisi penulisannya di dalam perintah.

  • Pada WHERE untuk menyaring baris sesuai hasil perhitungan.
  • Pada FROM sebagai tabel sementara yang bisa diolah lagi.
  • Pada SELECT untuk memunculkan nilai tambahan di setiap baris.

Kelompok ini membantu menentukan di mana sebaiknya perhitungan diletakkan agar query tetap mudah dibaca.

Langkah Belajar SQL untuk Pemula

Belajar tanpa urutan yang jelas sering membuat query bertingkat terasa menakutkan. Berikut langkah bertahap yang bisa diikuti.

1. Pahami Perintah Dasarnya Terlebih Dahulu

Kuasai SELECT, WHERE, LIKE, dan ORDER BY sampai benar-benar terbiasa. Tanpa dasar ini, query bertingkat akan sulit dibaca apalagi disusun.

2. Pelajari Fungsi Agregasi Sebagai Komponen Inti

Kenali SUM, AVG, COUNT, beserta pengelompokan datanya. Sebagian besar subquery justru berisi perhitungan semacam ini.

3. Coba Praktik dengan Kasus Bertingkat

Latih diri menjawab pertanyaan seperti mencari data di atas rata-rata atau menemukan nilai tertinggi per kelompok. Kerjakan bagian dalamnya lebih dahulu, pastikan hasilnya benar, baru bungkus dengan perintah luarnya.

4. Ikuti Kursus Bila Butuh Pendalaman

Topik seperti JOIN, UNION, dan subquery kerap sulit dipelajari sendiri karena kasusnya beragam. Panduan terstruktur membantu agar waktu tidak habis untuk menebak.

5. Kerjakan Proyek Kecil untuk Memperkuat Pemahaman

Rancang database sederhana seperti data penjualan, lalu susun beberapa laporan darinya. Latihan ini menyatukan konsep yang sebelumnya terasa terpisah.

Pada akhirnya, membiasakan diri memecah pertanyaan menjadi langkah kecil jauh lebih efektif daripada memaksakan satu query panjang sekaligus.

Belajar Database SQL Lebih Terarah Bersama IT Box

Selama perusahaan masih menyimpan data dalam jumlah besar, kemampuan mengambil dan mengolahnya akan tetap dibutuhkan. SQL juga menjadi keterampilan yang lentur, karena dipakai pada peran data analyst, database admin, maupun back end developer.

Bagi yang ingin belajar dengan arahan yang lebih jelas, Kursus Database SQL dari IT Box bisa menjadi langkah lanjutan yang tepat. Materinya disusun dari nol, mulai dari konsep database relasional dan instalasinya, pembuatan serta modifikasi tabel, perintah dasar pengambilan data, fungsi agregasi, penggabungan tabel dengan INNER, LEFT, RIGHT, dan FULL OUTER JOIN, hingga teknik lanjutan seperti UNION dan subquery. Pembelajaran dipandu oleh Mentor William, seorang Senior Business Analytics & Data Scientist dengan pengalaman lebih dari sepuluh tahun, serta dilengkapi akses kelas seumur hidup, modul berbahasa Indonesia, forum diskusi, sesi konsultasi bulanan, dan sertifikat penyelesaian.

FAQ Seputar Subquery

1. Perintah SELECT di Dalam Perintah SQL Lain Disebut Apa?

Disebut subquery, dikenal juga sebagai inner query atau nested query. Penulisannya berada di dalam tanda kurung dan dijalankan lebih dahulu.

2. Apa Perbedaan Subquery dan JOIN?

JOIN menggabungkan baris antartabel menjadi satu hasil, sedangkan subquery menjalankan perhitungan terpisah lalu hasilnya dipakai perintah utama.

3. Apakah Subquery Membuat Query Menjadi Lambat?

Bisa, terutama correlated subquery pada data besar karena dijalankan berulang untuk setiap baris. Pada kasus tertentu, JOIN menjadi pilihan yang lebih ringan.

4. Apakah Harus Punya Basic IT untuk Belajar SQL?

Tidak. SQL termasuk yang paling ramah bagi pemula karena perintahnya mendekati bahasa sehari-hari, asalkan dipelajari secara bertahap.

Share Artikel
Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping