Daftar Isi Artikel
ToggleMengenal PWA: Apa Itu Progressive Web App untuk Website Lebih Cepat? Kelebihan dan Kekurangan Progressive Web Apps
Apakah kamu pernah menemui website rasa aplikasi? Selain cepat, intuitif, bahkan website ini mendukung akses offline. Jika iya, maka selamat, tandanya kamu telah mendapatkan manfaat dari penggunaan Progressive Web Apps (PWA).
PWA hadir sebagai solusi yang ideal karena menggabungkan antara andalnya aplikasi web dengan mobile native dan mengakibatkan website dapat bekerja secara optimal. Tak hanya itu, mereka juga bisa memastikan para penggunanya mendapatkan pengalaman terbaik yang lebih intuitif!
Bahkan, Progressive Web App ini juga dilengkapi dengan berbagai keunggulan, misalnya adalah bentuk push notification dan update secara otomatis. Kalau kamu tertarik untuk mengenal PWA secara lebih jauh, yuk kita telusuri bersama artikel yang satu ini!
Apa itu PWA (Progressive Web App)?
Progressive Web Apps (PWA) adalah aplikasi web yang dilengkapi dengan teknologi web modern supaya dapat memberikan pengalaman pengguna yang setara dengan aplikasi mobile native.
PWA ini mulanya dihadirkan oleh Tim Google Chrome Ied pada tahun 2015 silam dengan tujuan untuk menghemat biaya pengembangan aplikasi mobile native dan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik.
Baca Juga: Web Application Adalah: Definisi, Fungsi, dan Kelebihan
Bagaimana Cara Kerja PWA?
Bagaimana sebuah PWA bekerja menghadirkan layanan layaknya aplikasi mobile? Walaupun prosesnya relatif sederhana, tetap saja kita tidak bisa meragukan keefektifannya.
- Service Worker: Merupakan sebuah file JavaScript yang dijalankan di background server dari server utama. File ini bertugas untuk mengontrol caching assets sehingga PWA dapat mendorong kualitas performa yang ditawarkan oleh website kamu.
- App Shell Cache: Saat service worker berhasil terpasang, konten app shell akan ditambahkan ke cache. App shell sendiri mengandung begitu banyaknya resources yang kamu butuhkan saat bekerja offline. Fungsi utamanya adalah untuk mengatur navigasi dari website untuk tahapan interaksi selanjutnya.
- Registrasi Service Worker: Pengaktifan service worker baru bisa dilakukan saat kamu menggunakan developer tools atau Service Worker API. Setiap permintaan akan di-handle oleh service worker tersebut. Bahkan, mereka bisa memberikan jawaban yang lebih cepat dan efisien.
Kelebihan dan Kekurangan Progressive Web Apps
Sebelum memutuskan untuk mengimplementasikan PWA di website milikmu atau perusahaan, kamu perlu memahami baik kelebihan maupun kekurangannya. Hal ini akan memastikan bahwa PWA dapat diimplementasikan secara tepat.
Kelebihan PWA
PWA memiliki banyak kelebihan yang membuatnya unggul. Berikut adalah beberapa kelebihan yang ditawarkan oleh Progressive Web App:
- Hemat Biaya Produksi: Saat ingin mengembangkan PWA, kamu tidak perlu mengeluarkan alokasi dana yang besar. Cukup dengan jenis kode dasar yang sama untuk berbagai platform, pengembangannya jauh lebih mudah dibandingkan aplikasi mobile native.
- Performa Tinggi: Berkat adanya teknologi service worker, PWA membuat aplikasi dimuat dengan cepat, bahkan dengan koneksi internet yang terhitung lambat. Tak hanya itu, interface utamanya juga tidak menghambat respon saat user sedang asyik scrolling di website.
- Update Otomatis: Sebagai pengguna PWA, jangan pernah takut akan ketinggalan update ke versi terbaru. Komponen ini bisa memperbarui konten serta fitur-fiturnya secara otomatis, tanpa perlu diinstal ulang.
- Offline Mode: PWA menawarkan aplikasi yang bisa di akses dengan mode offline. Ini membuat user kamu tetap bisa mengakses isi website kamu tanpa memerlukan data seluler atau Wi-Fi.
- Push Notification: Dengan adanya push notifications, aplikasi dapat mengirimkan notifikasi ke setiap penggunanya walaupun sedang tidak dibuka. Hal ini dapat meningkatkan engagement serta loyalitas user terhadap aplikasi.
- Ramah Storage dan Bandwidth: Umumnya, ukuran PWA akan lebih kecil dibandingkan aplikasi mobile native. Selain mengurangi beban pada kinerja perangkat, penggunaannya pun juga lebih ramah bandwith karena kebutuhan data kita akan berkurang maksimal sebesar 70%.
Kekurangan PWA
Di sisi lain, berikut adalah beberapa keterbatasan atau kekurangan dari penggunaan PWA:
- Dukungan Browser Terbatas: Beberapa fitur PWA bisa saja tidak kompatibel untuk semua jenis browser, khususnya browser yang lebih lama.
- Keterbatasan Fitur: PWA tidak bisa mengakses semua fitur perangkat aplikasi native secara leluasa, misalnya saja sensor perangkat atau integrasi sistem operasi yang mendalam.
- Penggunaan Memori: PWA bisa menggunakan lebih banyak memori karena mengharuskan kita untuk memuat seluruh aplikasi setiap penggunaannya.
Contoh PWA yang Sukses
Walaupun begitu, kamu bisa menemukan beberapa perusahaan besar di bawah ini telah diterapkan untuk hasil yang lebih signifikan. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:
- Starbucks: Dengan menerapkan PWA Starbucks, jumlah pengguna web mereka meningkat secara signifikan. Dengan begitu, mereka bisa tetap memesan tanpa mengunduh aplikasi online terlebih dahulu.
- Twitter (X): Selanjutnya adalah Twitter (X) yang meluncurkan PWA mereka sehingga para pengguna dapat mengakses aplikasi PWA tanpa harus menginstall aplikasi tersebut di App Store atau Google Play.
- MakeMyTrip: Sesaat setelah beralih ke PWA, MakeMyTrip mengalami peningkatan 160% sesi pengguna hingga 160% dan penurunan bounce rate sebesar 20%.
Cara Mengecek Status PWA
Untuk mengetahui apakah sebuah website telah menggunakan PWA, manfaatkan berbagai jenis tools dan metode. Salah satu cara termudah adalah dengan menggunakan Google Lighthouse, sebuah alat untuk meningkatkan kualitas halaman web secara otomatis.
- Google Lighthouse: Google Lighthouse merupakan alat audit yang terintegrasi dengan Chrome DevTools. Untuk mengaksesnya, bukalah menu Developer Tools (Ctrl+Shift+I) di Chrome lalu pilih “Audits” dan jalankan audit untuk PWA.
- Manual Check: Cara yang kedua, periksalah file manifest serta service worker hanya dengan membuka tab “Application” pada Developer Tools di Chrome.
Waktunya Upgrade Website Kamu dengan PWA
Keberhasilan kita dalam mengaplikasikan PWA dapat membawa perubahan besar, terutama interaksi pengguna dengan website kita sendiri. Walaupun begitu, kamu juga perlu melengkapinya dengan mode offline serta berbagai peningkatan lainnya untuk masa depan web.
Tertarik untuk belajar lebih lanjut tentang pengembangan PWA? Yuk, segera daftarkan diri kamu untuk Belajar Web Developer bersama ITBOX!
Dari kursus ini, kamu akan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dari tingkat mendasar hingga expert dalam bentuk video learning berkualitas HD. Bahkan, video ini dapat diputar secara fleksibel dengan akses seumur hidup, menyesuaikan kebutuhan kamu!
Dengan mengikuti kursus ini, kamu juga bisa mengerjakan quiz dan post test yang kami sediakan untuk mendapat sertifikat secara GRATIS yang bisa dipakai untuk menambah portofolio pribadi kamu.
Nah, bagaimana kalau ada materi yang tidak dimengerti? Tenang saja, ada forum diskusi dan sesi konsultasi bulanan bersama mentor yang bisa kamu manfaatkan juga.
Sebanyak 10.000+ Sobat Digital sudah mempercayakan pilihan mereka dengan kami. Tunggu apa lagi? Yuk percayakan ITBOX dan tingkatkan kemampuan kamu dalam mengembangkan web modern saat ini!


