Sistem internal perusahaan, portal pendaftaran, dan situs berisi ribuan artikel memiliki satu kesamaan, yaitu banyak data yang perlu disimpan, diubah, dan diatur hak aksesnya. Membangunnya dari nol menuntut waktu panjang karena bagian dasar seperti pengelolaan akun dan panel pengelolaan data harus ditulis sendiri. Kondisi itu yang membuat kerangka kerja siap pakai banyak dipilih.
Django sering muncul sebagai jawaban untuk kebutuhan tersebut, meski tidak selalu menjadi pilihan yang paling tepat. Sebagian orang memakainya untuk proyek berisi tiga halaman dan berakhir merasa terlalu banyak aturan yang harus diikuti. Pembahasan berikut menguraikan pengertian Django, konsep dasarnya, dan situasi yang membuatnya lebih sesuai dibanding pilihan lain. Menimbangnya dari bentuk proyek jauh lebih berguna dibanding membandingkan daftar fitur antarkerangka kerja.
Daftar Isi Artikel
ToggleApa Itu Django?
Django adalah kerangka kerja web berbasis Python yang menyediakan banyak komponen sekaligus dalam satu paket, mencakup pengelola basis data, sistem autentikasi, dan panel administrasi bawaan. Pendekatannya menempatkan kelengkapan di depan agar pekerjaan berulang tidak perlu ditulis ulang di setiap proyek.
Ada satu miskonsepsi yang perlu dibereskan. Django bukan berarti kerangka kerja yang hanya cocok untuk proyek besar, sebab proyek kecil pun bisa dibangun di atasnya. Yang membedakan adalah seberapa banyak komponennya benar-benar terpakai. Contohnya, situs berisi satu formulir kontak tetap akan membawa seluruh struktur bawaannya meski hanya sebagian kecil yang dipakai.
Cara Memahami Django dengan Sederhana
Banyak orang menganggap Django rumit, padahal posisinya menyerupai memilih antara rumah siap huni dan membangun rumah sendiri. Rumah siap huni datang lengkap dengan instalasi listrik, saluran air, sampai pembagian ruangan yang sudah ditetapkan pengembangnya. Penghuni tinggal masuk dan memakainya.
Membangun sendiri memberi kebebasan menentukan letak setiap ruangan, tetapi menuntut waktu, biaya, dan pengetahuan tentang urutan pembangunannya. Django berada di posisi rumah siap huni, karena struktur berkas dan aturan penamaannya sudah ditetapkan sejak awal, dan mengikutinya membuat pengerjaan berjalan lebih cepat.
Konsep Dasar Django
Empat pokok berikut menjelaskan cara kerjanya di dalam sebuah proyek.
1. Struktur Proyek Sudah Ditetapkan
Django menetapkan letak berkas, penamaan, dan pembagian bagian aplikasi sejak proyek dibuat. Aturan ini terasa mengekang di awal, tetapi membuat proyek buatan orang berbeda tetap mudah dibaca. Mengikuti kesepakatannya lebih hemat waktu dibanding menyusun struktur sendiri. Contohnya, satu proyek dapat dipecah menjadi beberapa aplikasi kecil sesuai fungsinya.
2. Model Menjembatani Kode dan Basis Data
Struktur tabel ditulis dalam bentuk kelas Python, lalu Django menerjemahkannya menjadi tabel sungguhan lewat proses migrasi. Perubahan struktur pun tercatat riwayatnya. Cara ini memangkas penulisan kueri manual untuk kebutuhan sehari-hari. Kueri langsung tetap bisa ditulis ketika ada kebutuhan yang tidak tertangani.
3. Beda Django dan Flask
Dua nama ini paling sering dibandingkan. Django menyertakan banyak komponen sekaligus sehingga pengerjaan awal lebih cepat, sedangkan Flask hanya menyediakan bagian inti sehingga komponen lain dipilih sendiri sesuai kebutuhan.
4. Kelengkapan Menuntut Penyesuaian Cara Kerja
Komponen bawaan Django dirancang untuk pola pemakaian tertentu, sehingga kebutuhan yang menyimpang jauh dari pola tersebut menuntut penyesuaian tambahan. Ukuran proyeknya juga lebih besar dibanding kerangka kerja ringan. Pertimbangan ini penting ketika sumber daya server terbatas. Waktu belajarnya juga lebih panjang karena komponen bawaannya cukup banyak.
Mengenal Situasi yang Cocok untuk Django
Tiga kondisi berikut membuat pilihan ini terasa paling masuk akal.
1. Proyek dengan Banyak Data dan Relasi
Sistem yang mengelola banyak jenis data saling terhubung mendapat manfaat terbesar dari pengelola basis data bawaannya. Contohnya, sistem informasi akademik yang menghubungkan data mahasiswa, mata kuliah, dan nilai. Panel administrasi bawaannya juga langsung bisa dipakai staf tanpa dibangun terpisah. Waktu pengerjaan awal karena itu bisa dipangkas cukup banyak.
2. Proyek dengan Banyak Peran Akses
Situs yang membedakan hak akses antara admin, staf, dan pembaca umum terbantu oleh sistem autentikasi bawaan. Pengelolaan izin per kelompok sudah tersedia sehingga tidak perlu dirancang dari nol. Kebutuhan seperti ini umum ditemui pada sistem internal perusahaan.
3. Proyek yang Akan Dirawat Jangka Panjang
Struktur yang seragam memudahkan anggota tim baru memahami kode yang sudah ada. Manfaatnya terasa pada proyek yang akan dikembangkan bertahun-tahun dan berganti penanggung jawab. Dokumentasi resminya yang lengkap ikut membantu di kondisi tersebut. Komunitas pemakainya juga besar sehingga rujukan untuk kasus tidak biasa mudah ditemukan.
Langkah Belajar Django untuk Pemula
Rangkaian berikut menempatkan dasar sebelum kerangka kerjanya.
1. Kuasai Dasar Python Terlebih Dahulu
Tipe data, fungsi, dan konsep kelas dipakai di hampir setiap berkas proyek Django. Memahaminya lebih dulu mencegah kebingungan antara galat bahasa dan galat kerangka kerja.
2. Pahami Cara Kerja Basis Data
Pelajari struktur tabel, hubungan antartabel, dan dasar SQL sebelum menyentuh model. Pemahaman ini membantu membaca apa yang sebenarnya dikerjakan Django di balik layar.
3. Telusuri Alur Satu Permintaan
Ikuti perjalanan satu alamat mulai dari pengaturan rute, fungsi yang menanganinya, sampai halaman yang ditampilkan. Penelusuran seperti ini memberi peta yang terpakai sepanjang proyek.
4. Bangun Fitur Dasar Secara Utuh
Selesaikan satu fitur berisi tambah, baca, ubah, dan hapus data sampai berjalan mulus. Lengkapi dengan pemeriksaan masukan agar data yang tersimpan tetap layak dipakai.
5. Jalankan Proyeknya di Luar Komputer Sendiri
Coba tayangkan proyek sederhana agar bisa dibuka orang lain. Tahap ini memperkenalkan pengaturan yang jarang muncul saat proyek hanya dijalankan secara lokal.
Menentukan bentuk proyeknya lebih dulu membuat pemilihan kerangka kerja terasa jauh lebih sederhana.
Belajar Back End Lebih Terarah Bersama ITBOX
Sisi server menentukan apakah data yang ditampilkan sebuah situs benar dan aman, sehingga kemampuan di bidang ini banyak dicari lintas sektor. Dasarnya pun sama untuk kerangka kerja apa pun, mulai dari alur permintaan sampai pengelolaan basis data.
Bagi yang ingin membangun dasarnya secara berurutan, kursus back end web developer dari ITBOX bisa dijadikan langkah awal. Materinya bergerak dari dasar algoritma pemrograman, pengenalan JavaScript beserta kondisi, perulangan, larik, fungsi, dan objek, dasar async berupa callback, promise, dan async await, fundamental basis data mencakup SQL dan pembuatan ERD, sampai pembangunan REST API memakai Express.js dengan studi kasus berupa aplikasi pencatat tugas. Kelas ini dibimbing Mentor David, programmer aktif di industri, telah diikuti 775 peserta, dan dilengkapi modul berbahasa Indonesia, akses materi seumur hidup, sertifikat penyelesaian, forum diskusi, serta sesi konsultasi bulanan.
FAQ Seputar Django
Beberapa pertanyaan berikut paling sering diketik saat menelusuri topik ini.
1. Apa Itu Django dalam Bahasa Sederhana?
Django adalah kerangka kerja berbasis Python yang menyediakan banyak komponen siap pakai untuk membangun situs, mulai dari pengelola basis data sampai sistem autentikasi.
2. Apa Perbedaan Django dan Flask?
Django menyertakan banyak komponen sekaligus dalam satu paket, sedangkan Flask hanya menyediakan bagian inti sehingga komponen lain dipasang sesuai kebutuhan.
3. Bagaimana Cara Install Django?
Pemasangannya dilakukan lewat package manager bawaan Python di dalam lingkungan kerja terpisah agar tidak bercampur dengan proyek lain.
4. Apakah Django Cocok untuk Proyek Kecil?
Bisa dipakai, meski sebagian komponennya akan menganggur sehingga kerangka kerja yang lebih ringan sering terasa lebih pas.
5. Apakah Harus Menguasai Python sebelum Belajar Django?
Sebaiknya begitu, karena seluruh kode di dalam Django ditulis memakai Python sehingga dasar bahasanya akan terus terpakai.









