Pernah dengar istilah hackathon? Singkatnya, hackathon adalah kompetisi kolaboratif di mana peserta bekerja sama membangun solusi atau prototype dalam waktu terbatas.
Buat pemula, hackathon itu ibarat “laboratorium mini” untuk mengasah skill; bikin portofolio nyata, belajar kerja tim, dan melatih problem solving.
Artikel ini akan membahas apa itu hackathon, cara ikut, hingga contoh event terkenal di Indonesia maupun dunia.
Daftar Isi Artikel
ToggleApa Itu Hackathon?
Meskipun namanya hackathon, bukan berarti pesertanya menjadi hacker. Bayangkan hackathon seperti lomba maraton, tapi tujuannya bukan lari, melainkan membangun ide digital.
Peserta biasanya terdiri dari tim multidisiplin (developer, designer, researcher, hingga presenter) yang diberi tantangan untuk membuat prototype.
Dalam 24-72 jam, mereka harus menghasilkan prototype yang bisa dipresentasikan ke juri.
Tujuannya? Menemukan solusi kreatif, melatih kolaborasi, dan tentu saja, menambah pengalaman berharga.
Kenapa Hackathon Penting untuk Pemula?
Bagi pemula, acara ini bukan sekadar lomba. Ajang ini adalah kesempatan untuk belajar langsung dari pengalaman nyata dan melatih soft skill yang jarang didapat di kelas.
Portofolio Nyata dalam Waktu Singkat
Daripada menunggu proyek besar, hackathon memberi kesempatan bikin produk nyata dalam hitungan hari. Hasilnya bisa langsung dipajang di portofolio.
Belajar Kerja Tim, Presentasi, dan Validasi Ide
Acar ini bukan sekadar coding. Kamu akan belajar komunikasi, pitching, dan bagaimana ide diuji langsung di depan mentor atau juri.
Cara Ikut Hackathon untuk Pemula

Ikut acara ini pertama kali bisa terasa menegangkan. Tapi dengan persiapan yang tepat, kamu bisa menikmati prosesnya dan tetap produktif. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu ikuti.
Pilih Peran di Tim
Tidak semua orang harus jago coding. Kamu bisa ambil peran sebagai designer, researcher, atau pitching master yang jago presentasi.
Persiapan Minimal yang Perlu
- Tools dasar: laptop, software coding/design, internet stabil
- Skill dasar: logika pemrograman, UX design, atau riset pasar
- Mindset: siap belajar cepat, fleksibel, dan tahan begadang
Checklist 3 Hal Saat Hari H
- Fokus pada masalah dan tujuan utama, jangan melebar.
- Build prototype secepat mungkin, meski sederhana.
- Demo harus jelas: tunjukkan solusi, bukan sekadar teori.
Hackathon Terkenal di Indonesia
Indonesia punya banyak acara seperti ini yang jadi ajang belajar sekaligus networking. Event-event ini sering melibatkan mentor, investor, hingga perusahaan besar.
- Hackathon Merdeka: Fokus pada solusi sosial dan pemerintahan digital.
- BCA Hackathon: Mengajak developer membangun solusi fintech.
- Startup Weekend Indonesia: Wadah ide bisnis digital yang bisa langsung diuji.
Hackathon Terkenal di Dunia
Di level global, acara ini menjadi ajang bergengsi yang melahirkan inovasi besar. Banyak perusahaan teknologi raksasa menggunakan acara ini untuk menemukan ide baru.
- NASA Space Apps Challenge: NASA menyelenggarakan hackathon yang diikuti ribuan peserta global untuk membangun solusi berbasis data luar angkasa.
- TechCrunch Disrupt Hackathon: Ajang startup dan developer memamerkan prototype inovatif.
- Meta Hackathon: Internal event yang melahirkan fitur-fitur populer seperti “Like button” yang diselenggarakan oleh Meta.
Skill yang Paling Bermanfaat untuk Hackathon
Skill tertentu bisa membuatmu lebih siap menghadapi perlombaan ini. Tidak harus mahir semuanya, tapi punya dasar akan sangat membantu.
1. Dasar Pemrograman untuk Prototyping Cepat (Python)
Python populer karena cepat dipakai untuk membangun prototype aplikasi.
2. Dasar Keamanan (Cyber/Produk Digital)
Kalau temanya cyber security, pengetahuan dasar keamanan digital jadi nilai plus. Kamu bisa mulai dari belajar cyber security untuk meningkatkan pemahaman dasar mengenai keamanan siber.
3. Presentasi dan Storytelling Demo
Prototype yang bagus bisa saja kalah jika presentasinya tidak meyakinkan. Karena itu, storytelling menjadi senjata utama.
Pelajari Keterampilan IT Terbaik di ITBOX
Di hackathon, kamu ditantang menemukan solusi dalam waktu singkat sambil menunjukkan kemampuan terbaikmu.
Jika marathon mengandalkan kekuatan dan kecepatan otot, hackathon melatih refleks, kemampuan berpikir, adaptasi, dan kerja sama tim.
Hackathon bisa menjadi pintu masuk karier IT, tapi untuk benar-benar siap, kamu perlu bekal keterampilan yang relevan.
Di ITBOX, kami menyediakan Kursus Python untuk Ethical Thinking; dirancang untuk membantumu mempelajari bahasa pemrograman Python dari nol, sekaligus memahami dasar-dasar keamanan siber.
Selain itu, ada juga Kursus Cyber Security, menyajikan materi fundamental untuk melindungi aset digital dan memperkuat pemahaman keamanan siber.
Keterampilan untuk hackathon bukan sesuatu yang instan, tetapi proses belajar yang berkelanjutan. Yuk, terus tingkatkan kemampuan dan persiapkan diri kamu menghadapi tantangan dunia IT.
FAQ Seputar Hackathon
1. Apa itu hackathon dan bagaimana sistem penilaiannya?
Hackathon adalah kompetisi membangun solusi digital dalam waktu terbatas. Penilaian biasanya mencakup inovasi, fungsi prototype, dan kualitas presentasi.
2. Apakah pemula boleh ikut hackathon?
Tentu saja! Banyak hackathon justru dirancang untuk pemula agar bisa belajar langsung dari mentor.
3. Kalau belum bisa coding, apakah tetap bisa berkontribusi?
Ya. Kamu bisa ambil peran di desain, riset, atau pitching. Hackathon adalah kerja tim, bukan solo coding.
4. Apa yang sebaiknya dipersiapkan sebelum hackathon?
Laptop, software dasar, mindset fleksibel, dan semangat belajar. Jangan lupa tidur cukup sebelum acara dimulai!


