Angpao Imlek ITBOX
Diskon 75% Cuma 3 Hari!
Periode: 16-18 Februari 2026
Hari
Jam
Menit
Detik
ANGPAOBOX
Periode promo 30 Desember - 1 Januari 2026

NDR: Network Detection and Response untuk Pemula

February 16, 2026

ndr

NDR (Network Detection and Response) hadir karena banyak serangan yang nggak keliatan terjadi di dalam jaringan. 

Di sinilah Network Detection and Response berperan, anggap NDR sebagai CCTV + satpam patroli di lalu lintas jaringan; memantau, mengenali perilaku mencurigakan, lalu membantu tim IT merespons serangan.

Artikel ini akan membantu kamu memahami apa itu NDR, cara kerja, perbedaannya dengan solusi keamanan lain, sampai contoh kasus nyata yang bisa dideteksi NDR.

Apa Itu NDR (Network Detection and Response)?

NDR adalah solusi keamanan yang fokus memantau trafik jaringan secara menyeluruh untuk mendeteksi aktivitas abnormal atau mencurigakan. 

Bukan hanya mencari serangan yang “sudah dikenal”, NDR juga mampu mengenali pola aneh yang berpotensi menjadi ancaman baru.

Berbeda dengan sistem keamanan tradisional yang bergantung pada rule statis, Network Detection and Response biasanya memanfaatkan behavior analysis dan machine learning

Artinya, sistem belajar memahami “perilaku normal” jaringan, lalu menandai sesuatu yang menyimpang.

Dengan NDR, tim keamanan tidak hanya tahu ada ancaman, tapi juga dari mana datangnya, ke mana bergeraknya, dan apa yang sebaiknya dilakukan selanjutnya.

Cara Kerja NDR

cara kerja NDR

Secara garis besar, cara kerja NDR bisa dipahami dengan alur sederhana. Meski teknologinya kompleks, logikanya cukup ramah untuk pemula.

Monitor trafik → Deteksi Anomali → Alert → Respons

Pertama, NDR memantau seluruh lalu lintas jaringan, baik internal maupun eksternal. Data ini dikumpulkan dari berbagai titik, seperti switch, router, atau traffic mirror.

Kedua, sistem menganalisis trafik tersebut untuk menemukan anomali, misalnya pola akses yang tidak biasa, lonjakan data, atau komunikasi ke server mencurigakan.

Ketiga, ketika ada aktivitas yang dianggap berisiko, NDR akan mengirimkan alert ke tim keamanan, lengkap dengan konteksnya.

Terakhir, tahap response. Beberapa NDR bisa terintegrasi dengan sistem lain untuk membantu isolasi perangkat, memblokir koneksi, atau setidaknya memberi rekomendasi langkah mitigasi yang tepat.

Apa Perbedaan NDR dengan IDS/IPS, EDR, dan SIEM?

Banyak orang masih bingung membedakan NDR dengan solusi keamanan lain. Padahal, masing-masing punya fokus yang berbeda dan saling melengkapi.

  • IDS/IPS, ibarat alarm dan palang pintu. IDS mendeteksi serangan berdasarkan pola tertentu, IPS langsung mencoba memblokirnya. Namun, keduanya cenderung bergantung pada signature yang sudah dikenal.
  • EDR, fokus ke endpoint seperti laptop dan server. Ia sangat kuat untuk mendeteksi ancaman di perangkat, tapi kurang visibilitas terhadap pergerakan ancaman di jaringan.
  • SIEM, berfungsi sebagai pusat log dan korelasi data. Ia membantu analisis, tapi sangat bergantung pada kualitas input dari sistem lain.
  • NDR fokus pada jaringan itu sendiri. Ia unggul dalam melihat pola komunikasi antar sistem, termasuk serangan yang “diam-diam” bergerak di dalam jaringan tanpa memicu alarm tradisional.

Contoh Kasus yang Bisa Dideteksi NDR

Salah satu kekuatan utama Network Detection and Response adalah kemampuannya mendeteksi ancaman yang sering luput dari pengamanan dasar.

1. Lateral Movement

Setelah berhasil masuk ke satu sistem, attacker biasanya bergerak ke sistem lain di jaringan. Aktivitas ini sering terlihat “normal” di permukaan, tapi NDR bisa mengenali pola akses yang tidak wajar antar perangkat.

2. Data Exfiltration

Pengiriman data sensitif keluar jaringan secara perlahan sering tidak terdeteksi firewall. NDR dapat menandai pola transfer data yang mencurigakan, baik dari segi volume maupun tujuan.

3. C2 (Command and Control) traffic

Malware biasanya berkomunikasi dengan server C2 untuk menerima perintah. Meski disamarkan, pola komunikasi ini bisa dikenali NDR sebagai trafik aneh yang berulang atau tidak lazim.

Kalau kamu ingin lebih memahami bagaimana peretas berpikir dan teknik mereka, kamu juga bisa cara menjadi hacker untuk memahami pendekatan ethical hacking secara aman.

Belajar Jaringan & Cyber Security Bareng ITBOX

Memahami konsep seperti Network Detection and Response akan sangat membantu, baik untuk praktisi IT, network engineer, maupun calon cyber security specialist.

Kalau kamu ingin memperdalam pemahaman soal jaringan dan keamanannya secara terstruktur, ITBOX punya program pembelajaran yang relevan dan terpercaya. 

Di Kursus Network Engineer, kamu akan mempelajari fundamental jaringan yang penting untuk menjaga keamanan sistem. Sementara di Kursus Cyber Security, kamu akan belajar membangun keamanan siber secara komprehensif.

Jangan khawatir, semua kelas di ITBOX dirancang untuk pemula, dengan materi dan praktik yang sesuai kebutuhan kamu, sehingga belajar jadi lebih mudah dan efektif.

FAQ Seputar NDR

1. Apakah NDR cocok untuk perusahaan skala kecil?

Ya, terutama untuk perusahaan yang mulai bergantung pada jaringan internal dan cloud. NDR membantu memberi visibilitas tanpa harus membangun SOC besar sejak awal.

2. Kalau sudah punya firewall, apakah masih perlu NDR?

Masih. Firewall menjaga pintu masuk, sedangkan NDR mengawasi pergerakan di dalam jaringan. Keduanya saling melengkapi, bukan saling menggantikan.

3. NDR itu lebih dekat ke deteksi atau pencegahan?

NDR lebih kuat di sisi deteksi dan respons. Namun, dengan integrasi yang tepat, hasil deteksinya bisa digunakan untuk tindakan pencegahan lanjutan.

Share Artikel
Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping

Level

Course Level

Category

Skill