Kenali Berbagai Jenis Metode Pengambilan Sampel

December 29, 2023

metode pengambilan sampel

Metode pengambilan sampel sangatlah dibutuhkan saat melakukan penelitian, atau menentukan hasil dari skripsi. Dalam sebuah penelitian, ada istilah sampel dan populasi. Sampel adalah sebagian objek yang mewakili populasi, sedangkan populasi adalah keseluruhan objek penelitian.

Keduanya merupakan bagian penting dari sebuah penelitian. Namun untuk mengambil atau menarik sampel, tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Ada cara-cara khusus untuk melakukannya, yang disebut dengan metode pengambilan sampel atau sampling.

Teknik Sampling Adalah

Teknik sampling adalah teknik atau metode pengambilan sampel penelitian. Sampel tersebut diambil dari populasi, dan merupakan sebagian dari populasi dalam penelitian. Nantinya, sampel akan diteliti dan hasil penelitiannya dikenakan pada populasi.

Terdapat dua jenis teknik sampling, yaitu sampel acak atau random sampling, dan sampel tidak acak atau non-random/non-probability sampling

Jenis Metode Pengambilan Sampel

1. Metode Pengambilan Sampel Acak atau Random Sampling

Yang pertama yaitu ada metode pengambilan sampel acak atau random sampling. Random sampling adalah metode yang menggunakan kaidah peluang untuk menentukan elemen sampelnya. Setiap elemen populasi diberikan kesempatan yang sama untuk menjadi sampel.

Semisal contohnya suatu populasi memiliki elemen populasi sebanyak 100. Namun, yang dijadikan sampel hanyalah 50. Maka, setiap elemen tersebut memiliki kemungkinan 50/100 untuk bisa dipilih menjadi sampel.

a) Pengambilan Sampel Acak Sederhana atau Simple Random Sampling

Metode pengambilan sampel ini menggunakan peluang dalam proses menentukannya. Untuk melakukannya, perlu adanya suatu kerangka sampel atau sampling frame. Kerangka sampling adalah daftar yang berisikan kumpulan elemen populasi dan informasinya.

Elemen populasi bisa berupa makhluk hidup atau benda yang dapat diidentifikasi untuk dijadikan objek sampel. Metode ini menjelaskan bahwa semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sampel penelitian.

Keunggulan dari metode sampling sederhana yaitu untuk meminimalisir bias dan mengetahui standar error penelitian. Namun kekurangannya yaitu anggota sampel bisa saja tidak mewakili populasi yang ditentukan.

b) Pengambilan Sampel Acak Sistematis atau Systematic Random Sampling

Pengambilan sampel ini menggunakan metode yang dimana hanya unsur pertamanya saja yang dipilih secara acak, sampel selanjutnya akan dipilih secara sistematis berdasarkan pola tertentu. Pola yang digunakan umumnya adalah kelipatan dari jumlah anggota populasi dengan jumlah sampel yang akan dipilih atau diambil.

Untuk menggunakan metode ini, terdapat beberapa syarat yaitu populasi harus besar, harus memiliki daftar kerangka sampel, dan populasi harus bersifat homogen. Metode ini seringkali menghasilkan sampling error yang lebih kecil karena anggota sampel menyebar secara merata di seluruh populasi.

Metode ini memiliki kelebihan yaitu caranya lebih cepat dan mudah pelaksanaannya dibanding cara lainnya. Dengan cara ini, peneliti dapat lebih mudah mengambil sampel di lapangan tanpa harus menggunakan kerangka sampel. 

Namun, metode ini juga memiliki kekurangan yaitu jika urutan yang dilakukan tidak sepenuhnya acak, maka tidak dapat memprediksi variasi dari populasi. Jika adanya pengulangan karakteristik yang relatif tetap, sampel akan berpotensi bersifat seragam atau sama.

c) Pengambilan Sampel Acak Berstrata atau Stratified Random Sampling

Pengambilan sampel acak berstrata digunakan pada populasi yang memiliki susunan berlapis-lapis. Metode ini bisa dilakukan dengan mengelompokkan anggota populasi sesuai dengan tingkatan tertentu. Tingkatannya bisa berupa tinggi, sedang, dan rendah.

Selain itu, metode ini digunakan bila populasi memiliki anggota yang tidak bersifat homogen dan berstrata secara proporsional. Hal itu dikarenakan setiap strata harus terwakili dalam sampel.

Semisal jika ingin melakukan penelitian, maka sampel akan diambil dengan mengelompokkan sampel tersebut ke kategori dari terendah hingga tertinggi, begitu pula sebaliknya.

d) Pengambilan Sampel Acak Berdasarkan Area (Cluster Random Sampling)

Pengambilan sampel acak berdasarkan area adalah metode pengambilan sampel yang ditentukan berdasarkan kelompok dari suatu wilayah. 

Sampel yang diambil bukanlah individu, namun kelompok individu yang dikelompokkan berdasarkan area atau domisili. Cluster sampel harus dipilih dari populasi cluster secara random atau acak.

Tujuannya yaitu untuk meneliti dan mengetahui perbedaan-perbedaan yang ada di setiap wilayah tertentu.

e) Area Sampling atau Sampel Wilayah Bertingkat (Multi Stage Sampling)

Sampel wilayah bertingkat atau multi stage sampling merupakan gabungan dari beberapa metode sampling secara bersamaan dalam penelitian. Tujuannya yaitu agar penelitian tersebut menjadi lebih efektif dan efisien.

Sebelum menggunakan multistage sampling, pastikan bahwa populasi sample cukup homoge dan jumlahnya sangat besar. Populasi harus menempati daerah atau domain yang luas.

Biasanya, teknik sampling yang digunakan ada dua. Beberapa langkah untuk melakukan multi stage sampling yaitu : 

  • Menetapkan populasi dan tingkatan.
  • Menghitung besarnya sampel.
  • Mengambil unsur yang ada di tiap tingkatan secara acak.
  • Mengambil sampel secara acak seseuai besaran sampel yang di tingkat akhir.

2. Metode Pengambilan Sampel Tidak Acak

Berbeda dengan pengambilan sampel acak, di metode ini peneliti akan mengambil sampel secara tidak acak. Biasanya, peneliti menggunakan metode ini ketika populasi belum ditentukan secara pasti. 

Cara pengambilan sampel ini tidak memberi peluang yang sama bagi anggota populasi yang dipilih menjadi sampel. Metode ini digunakan jika populasi yang dipilih bersifat infinit, atau populasinya belum dapat ditentukan.

Berikut beberapa metode pengambilan sampel tidak acak : 

a) Purposive Sampling

Metode purposive sampling adalah metode penentuan sampel berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan atau pertimbangan peneliti mengenai sampel mana yang paling sesuai dan representatif. Peneliti melakukannya untuk mempertimbangan sampel yang dinilai dapat mewakili populasi.

Dengan metode ini, peneliti dapat memberikan penilaian terhadap apa dan siapa yang berpartisipasi dalam sebuah penelitian.

Jenis metode sampling ini merupakan salah satu teknik yang paling banyak digunakan dalam penelitian, karena cenderung lebih tinggi kualitas sampelnya. Hal itu dikarenakan peneliti sudah menentukan sendiri kriterianya. Contohnya seperti didasarkan pada ciri demografi, jenis pekerjaan, gender, umur dan sebagainya.

Kelebihan dari purposive sampling adalah tujuan peneliatan dapat lebih mudah terpenuhi dan terarah. Sampel yang digunakan juga lebih relevan dengan desain penelitian, sehingga waktu dan biaya yang digunakan pun lebih efektif.

Namun kekurangan purposive sampling adalah sampel yang dipilih tidak menjamin dapat mewakili populasi yang ditentukan, dan seorang peneliti bisa saja salah memilih subjek yang representatif.

b) Snowball Sampling

Snowball sampling atau teknik bola salju adalah metode pengambilan sampel yang dilakukan dengan cara mewawancarai sampel pertama untuk mengambil sampel berikutnya. Hal tersebut akan dilakukan terus menerus hingga kebutuhan sampel dapat terpenuhi. 

Karena itulah metode ini dinamakan snowball, karena seperti bola salju yang terusm membesar ketika menggelinding dari atas ke bawah. 

Metode ini diterapkan oleh peneliti ketika subjeknya sulit dilacak, atau orang yang membutuhkan privasi yang tinggi. Contohnya seperti imigran gelap, penyintas kekerasan seksual, dan lainnya.

Selain itu, metode ini juga diterapkan ketika topiknya sangat sensitif sehingga sulit untuk didiskusikan secara terbuka. 

Kelebihan dari snowball sampling adalah bisa mendapat hasil yang kredibel dari sampel yang ada di bidangnya. Namun, kekurangannya yaitu bisa memakan waktu yang cukup lama serta cukup sulit untuk menemukan sampel yang mewakili keseluruhan variasi yang ada.

c) Accidental Sampling

Accidental sampling adalah metode pengambilan sampel yang sampelnya ditentukan secara tidak sengaja atau accidental. Peneliti mengambil sampel pada orang yang kebetulan ditemui saat itu. 

Bisa saja peneliti menemukan sampel dari orang yang berjalan di jalanan atau pelanggan di sebuah toko. Jika ingin meneliti mengenai kepuasan konsumen, peneliti bisa menunggu pembeli atau konsumen untuk dijadikan sampel penelitian.

d) Quota Sampling

Metode pengambilan sampel ini dilakukan dengan cara menetapkan standar sebelumnya dan mennetukan jumlah sampel penelitian terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar peneliti dapat memilih sampel yang akan digunakan untuk merepresentasikan populasi.

Pengambilan sampel ini bersifat lebih praktis karena jumlahnya sudah ditentukan dari awal. Sedangkan kekurangannya adalah bias penelitian cukup tinggi dan belum tentu mewakili seluruh anggota populasi.

e) Teknik Sampel Jenuh

Metode ini menggunakan semua anggota populasi sebagai sampel. Berbeda dengan sensus, sampling jenuh menggunakan populasi yang relatif kecil dan tidak sebesar sensus.

Biasanya, metode ini digunakan ketika populasi yang ingin diteliti kurang dari 30 orang.

f) Sampling Sistematis (Systematic Sampling)

Metode sampling ini dilakukan dengan cara yang sistematis, seperti menggunakan nomor urut dari populasi yang ditetapkan sendiri oleh peneliti maupun nomor identitas tertentu.

Kesimpulan

Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis metode pengambilan sampel. Ada 2 metode pengambilan sampel, yaitu pengambilan sampel acak dan dan tidak acak. Biasanya, pengambilan sampel dilakukan saat sedang melakukan penelitian.

Jika Anda tertarik mempelajari penggunaan data secara maksimal untuk pengambilan keputusan yang lebih tepat, yuk ikuti kursus Data Analyst di ITBOX!

Share Artikel
Shopping cart0
There are no products in the cart!
Continue shopping

Level

Course Level

Category

Skill